Webinar
Webinar

Ramai Kabar Resesi, Industri Telekomunikasi Disarankan Kolaborasi Ekosistem Digital

Cahyandaru Kuncorojati • 01 Desember 2022 22:39
Jakarta: Kondisi perekonomian global pada tahun depan diprediksi tidak baik-baik saja. Sejumlah pihak memprediksi akan ada resesi global 2023 yang membuat negara seperti RI harus tetap waspada dan berhati-hati, walau pertumbuhan ekonomi Indonesia masih baik pada 2022. 
 
Presesi global membuat sejumlah industri harus melakukan mitigasi, tidak terkecuali industri telekomunikasi yang selama ini dinilai jadi pendorong transformasi digital dan berkontribusi atas pemulihan ekonomi pasca pandmei.
 
Di sesi diskusi “Strategi Industri Digital Indonesia Hadapi Resesi Global” yang digelar IndoTelko pada hari Rabu 30 November 2022, Doni Ismanto Darwin, pendiri IndoTelko Forum mengklaim bahwa industri telekomunikasi  masih akan diuntungkan apabila krisis ekonomi global terjadi di 2023.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


“Perekonomian Indonesia lebih dari 50 persen ditopang konsumsi rumah tangga, ini menjadikan sektor telekomunikasi masih diuntungkan tahun depan karena konektivitas dan layanan digital sudah menjadi kebutuhan pokok selama pandemi hingga sekarang,” ujar Doni.
 
Prediksi tersebut dibuat dengan melihat kinerja dari sektor telekomunikasi selama sembilan bulan pertama 2022, pada 2023 sektor ini bisa tumbuh di kisaran empat hingga lima persen.
 
“Pertumbuhan layanan data masih menjanjikan, sementara pemain berkurang karena konsolidasi, tentu harga ritel layanan akan lebih rasional untuk menjaga margin operator telekomunikasi,” katanya.
 
Menurutnya hal yang menjadi tantangan bagi operator adalah kebutuhan belanja modal yang tinggi karena harus investasi untuk jaringan terutama 5G. Kebutuhan ini semakin mendesak ditambah tahun depan lelang frekuensi pasca Analog Switch Off (ASO), sehingga modal belanja harus lebih besar.
 
Dia juga menilai pertumbuhan yang masih dirasakan sektor telekomunikasi akan berdampak positif ke industri pendukung seperti penyedia menara ataupun pemain aplikasi. Doni meyakini industri telekomunikasi sangat menjanjikan sejak pandemi, kontribusinya terhadap digitalisasi.
 
Dukungan Pemerintah
Ismail Dirjen Sumber Daya dan Perangkat Pos dan Informatika (SDPPI) Kementerian Kominfo mengatakan, saat berbicara mengenai resesi ekonomi global, industri digital justru jadi solusi karena jadi tumpuan harapan sektor sektor yang lain.
 
Aktivitas ekonomi masyarakat juga saat ini sangat bergantung pada ekonomi digital karena ruang digital mampu berikan alternatif dan efektifitas efisiensi dalam berbagai macam aktivitas ekonomi dari produksi, marketing, pembiayaan hingga distribusi.
 
Ismail menuturkan bahwa industri digital yang dulu sebagai nilai tambah industri telekomunikasi dalam TIK justru kini jadi pelaku utamanya. Semua stakeholder di TIK tidak bisa lagi hanya bertumpu pada operator telekomunikasi tapi bergeser ke platform, aplikasi, dan konten.
 
“Oleh sebab itu, semua pihak harus mengakomodasi perubahan bisnis model ini tidak terkecuali pemerintah. Pemerintah harus melakukan pendekatan baru agar menjamin suatu sustainability atau keberlangsungan industri digital di Tanah Air,” kata Ismail.
 
Pemerintah salah satunya menurut Ismail menyediakan dukungan lewat UU Cipta Kerja yang memungkinkan sharing infrastruktur hingga spektrum. Dukungan lainnya adalah penyediaan spektrum dari hasil ASO hingga menjadi investor untuk infrastruktur Palapa Ring dan satelit HTS.
 
Industri Telekomunikasi Mulai Antisipasi
Hendri Mulya Syam, Direktur Utama Telkomsel, mengaku mendorong perusahaannya dinamis dalam merancang roadmap bisnis dan beradaptasi dengan setiap tantangan dengan memperkuat core business sekaligus mencari peluang bisnis baru.
 
“Hal pertama dengan memperkuat core business Telkomsel sebagai penyedia layanan konektivitas digital terdepan seperti hadirkan paket internet sesuai value yang dibutuhkan masyarakat," kata Hendri. Telkomsel juga merilis sejumlah aplikasi sebagai solusi di masyarakat.
 
Optimisme juga disampaikan oleh Dian Siswarini, CEO dan President Director XL Axiata. Dia meyakini pertumbuhan perusahaannya di tahun 2023 masih positif. Dian menekankan adaptasi bisnis dengan meningkatkan otomasi dan digitalisasi untuk efisiensi operasional.
 
“Gunakan AI dan analitik sehingga solusi yang diberikan juga tepat sasaran sesuai yang konsumen butuhkan, serta mempersiapkan perusahaan untuk menghadapi biaya meningkat tahun depan dengan cara menekan biaya operasional seperti energy saving," kata Dian. 
 
Kolaborasi adalah Wajib!
Mantan Menkominfo era sebelumnya yaitu Rudiantara yang kini menjabat sebagai Ketua Umum Indonesia Fintech Society mengatakan, industri telekomunikasi perlu melakukan kolaborasi dalam ekosistem ekonomi digital, di luar bisnis network (jaringan) dan device (perangkat).
 
“Industri telko saat ini ada 230 juta pelanggan seluler, sektor keuangan yang pegang rekening ada 150 juta, jadi banyak orang pakai ponsel tapi gak punya akses keuangan,” ungkapnya.
 
“Aplikasi tumbuh luar biasa, digital economy paling tinggi di e-commerce, semua transaksinya pasti menggunakan uang. Untuk itu fintech yaitu payment sistem dan lending yang pertumbuhannya jauh di atas industri telko,” jelas Rudiantara.
 
Menurut dia, industri digital bukan industri yang dikembangkan pemerintah. "Saya yakin akan survive, pemerintah hanya memfasilitasi saja jangan over regulated, justru harus jadi fasilitator," tandas Rudiantara.
 
 
(MMI)




LEAVE A COMMENT
LOADING
social
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif