Google mengumumkan opsi bagi pengguna untuk menghapus data pribadi mereka.
Google mengumumkan opsi bagi pengguna untuk menghapus data pribadi mereka.

Fitur Baru Google Otomatis Hapus Data Pribadi

Teknologi google
Lufthi Anggraeni • 02 Mei 2019 08:14
Jakarta: Bukan rahasia bahwa Google melacak lokasi, aktivitas, dan penggunaan web melalui ponsel. Dengan memungkinkan Google mengawasi Location History, Google dapat merekomendasi restoran terdekat.
 
Hal ini juga memungkinkan Google mengakses data personal pengguna untuk menjadikan aplikasi Google lebih berguna untuk penggunanya. Saat ini, tersedia cara bagi pengguna untuk mengelola informasi mereka.
 
Dalam unggahan baru di blog resminya, Google menyebut bahwa perusahaannya telah menerima umpan balik dari pengguna yang menginginkan kemudahan dalam mengelola atau menghapus data personal mereka, seperti yang dilaporkan Phone Arena.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Pengguna dapat mengelola data dengan menggunakan Google Account. Pada ponsel Android, pengguna dapat mengakses Settings, Accounts, Your Gmail Address, Google Account, Manage Your Data & Personalization.
 
Pada pengaturan ini pengguna dapat menonaktifkan Web & App Activity, Location History, Voice & Audio Activity, Device Information dan YouTube Search History. Klik pada bagian berjudul Manage Your Activity Controls untuk menghentikan Google melacak penggunaan Chrome dan aplikasi lain.
 
Namun alat auto-delete yang diumumkan Google akan memungkinkan pengguna memilih durasi waktu yang diinginkan sehingga Google dapat menyimpan data mereka. Pengguna dapat memilih untuk menyimpannya selama tiga bulan, 18 bulan atau hingga pengguna menghapusnya secara manual.
 
Jika pengguna memilih durasi selama tiga atau 18 bulan, data yang tersimpan dalam kurun waktu sebelumnya opsi yang dipilih akan secara otomatis terhapus pada setiap harinya. Fitur baru ini akan pertama kali tersedia untuk Location History dan Web & App Activity.
 
Google juga menyebut akan segera merilis fitur ini ke aplikasi lainnya dalam waktu beberapa minggu mendatang.
 
Sebelumnya, Eric Schmidt dilaporkan akan melepaskan jabatannya sebagai anggota dewan Alphabet, perusahaan induk Google, pada bulan Juni.
 
Schmidt telah menduduki jabatan itu selama 18 tahun, dan keputusan Schmidt untuk mundur dari jabatan sebagai anggota dewan Alphabet ini diambilnya satu tahun setelah dia melepas jabatan sebagai Executive Chairman Alphabet pada tahun 2018 lalu.
 
Sementara itu, keuntungan Alphabet, perusahaan induk Google, mengalami penurunan, lebih rendah dari perkiraan analisis. Salah satu penyebabnya adalah denda yang dikenakan oleh Uni Eropa, yang turut menyebabkan nilai saham Alphabet turun.
 

(MMI)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif