Laporan keuangan tahun 2018 yang dirilis Xiaomi disebut menampilkan hasil cukup baik.
Laporan keuangan tahun 2018 yang dirilis Xiaomi disebut menampilkan hasil cukup baik.

Bisnis Smartphone Xiaomi Tumbuh 29,8%

Teknologi xiaomi
Lufthi Anggraeni • 21 Maret 2019 11:20
Jakarta: Tahun 2018 dilaporkan menjadi tahun sulit untuk penjualan smartphone, sebab pasar global hanya mengalami pertumbuhan 0,1 persen. Meskipun demikian, laporan keuangan tahun 2018 yang dirilis Xiaomi disebut menampilkan hasil cukup baik.
 
Secara keseluruhan, Xiaomi melaporkan pendapatan sebesar USD26,13 miliar (Rp369,2 triliun) sepanjang tahun 2018, mewakili pertumbuhan per tahun yang kuat, sebesar 41,3 persen.
 
Sementara itu, keuntungan Xiaomi pada tahun 2018 mencapai 59,9 persen jika dibandingkan dengan tahun sebelumnya, menjadi USD1,27 miliar (Rp17,9 triliun).

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Phone Arena melaporkan bahwa sumber pendorong pertumbuhan Xiaomi ini adalah bisnis smartphone. Selain mengalami peningkatan dalam harga jual rata-rata (ASP) perangkatnya, distribusi Xiaomi secara keseluruhan bertumbuh sebesar 29,8 persen selama 2018, menjadi 118,7 juta perangkat.
 
Tiongkok kembali menjadi pasar terbesar bagi Xiaomi, dengan kontribusi sebesar 60 persen dari penjualan secara keseluruhan. Namun, ekspansi internasional Xiaomi dilaporkan berjalan dengan baik.
 
Penjualan di luar pasar Tiongkok meningkat sebesar 118,1 persen, dengan India dan Indonesia sebagai pasar besar untuk Xiaomi. Selain itu, Xiaomi juga mengalami pertumbuhan kuat di pasar Eropa Barat, dengan peningkatan penjualan mencapai 415,2 persen selama tahun 2018.
 
Selain smartphone, bisnis lain Xiaomi juga mengalami pertumbuhan selama tahun 2018. Bisnis produk gaya hidup dan IoT Xiaomi dilaporkan menghasilkan pendapatan sebesar USD6,53 miliar (Rp92,2 triliun) selama 2018.
 
Sementara itu, Xiaomi mengaku akan berkonsentrasi dengan strategi merek ganda pada segmen smartphone. Perusahaan asal Tiongkok ini juga berharap dapat mengukuhkan kehadiran merek Xiaomi di segmen smartphone kelas menengah dan high-end.
 
Sedangkan merek barunya, Redmi, akan terfokus pada segmen pasar perangkat berharga terjangkau. Serupa Black Shark dan PocoPhone yang tetap dimanfaatkan Xiaomi untuk melayani pasar khusus.
 
Sebelumnya, Redmi Indonesia mengumumkan tanggal rilis Redmi Note 7 via media sosial. Ponsel yang akan menajdi produk andalan pertamanya di Indonesia ini akan dirilis pada 21 Maret 2019. Sebelumnya, ponsel tersebut sudah lebih dulu dirilis di India dan Tiongkok.
 
Sementara itu, Xiaomi resmi meluncurkan smartphone gaming baru, Black Shark 2. Black Shark 2 memiliki layar OLED 6,39 inci yang dilengkapi dengan sensor sidik jari pada buatan Samsung, serta berfitur sensitif terhadap tekanan, memungkinkan pengguna mengatur tombol pada sisi ponsel.
 

(MMI)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif