Peserta Beyond The Screen
Peserta Beyond The Screen

Kemenekraf dan Tencent Dorong Kekayaan Intelektual Lokal Go Global, Caranya?

Mohamad Mamduh • 22 Oktober 2026 12:39
Ringkasnya gini..
  • Kolaborasi ini diklaim untuk memperkuat ekosistem industri kreatif dan digital nasional, sekaligus mendorong potensi kekayaan intelektual.
  • Diterjemahkan ke dalam program nyata berupa lokakarya praktis bagi para orang tua menggunakan panduan parenting digital yang telah disesuaikan.
  • Selain berfokus pada pembangunan industri, kemitraan ini juga menaruh perhatian besar terhadap pembentukan kebiasaan digital yang sehat dan aman.
Jakarta: Raksasa teknologi global Tencent  menandatangani Nota Kesepahaman (MoU) dengan Kementerian Ekonomi Kreatif/Badan Ekonomi Kreatif Republik Indonesia (Kemenekraf/Bekraf) dalam perhelatan World Conference on Creative Economy (WCCE) 2026 di Jakarta pada Kamis 22 Oktober 2026.

Kolaborasi ini diklaim untuk memperkuat ekosistem industri kreatif dan digital nasional, sekaligus mendorong potensi kekayaan intelektual lokal agar mampu menembus serta bersaing di pasar internasional.

Penandatanganan kesepakatan tersebut dilakukan secara langsung oleh Sekretaris Kementerian Ekraf, Dessy Ruhati, bersama Director of Global Public Affairs (APAC) Tencent, Monrawee Ampolpittayanant, serta disaksikan oleh Menteri Ekonomi Kreatif RI, Teuku Riefky Harsya. 

Dalam kerangka kerja sama ini, Tencent dan Kemenekraf/Bekraf berfokus pada tiga pilar utama pengembangan. Pilar pertama difokuskan pada promosi karya kreatif berbasis identitas budaya bangsa dan komersialisasi kekayaan intelektual orisinal agar menjangkau audiens global melalui media digital dan game.

Pilar kedua berfokus pada penguatan ekosistem teknologi digital lewat penyelenggaraan pelatihan, masterclass, dan lokakarya mencakup bidang desain game, monetisasi, kecerdasan buatan, teknologi komputasi awan, hingga keamanan siber. Sementara itu, pilar ketiga diarahkan pada pemanfaatan game dan esports untuk mengasah talenta muda, memperluas jejaring bisnis internasional, serta membuka akses pendampingan dan penerbitan karya secara global.

Director of Global Public Affairs (APAC) Tencent, Monrawee Ampolpittayanant, menyampaikan bahwa kerja sama ini bertujuan menciptakan kolaborasi praktis dalam pertukaran teknologi dan pengembangan keterampilan. Pihaknya berharap dapat bersinergi erat dengan para mitra lokal guna melahirkan berbagai inisiatif nyata yang menjawab kebutuhan komunitas kreatif di Indonesia.

Selain berfokus pada pembangunan industri, kemitraan ini juga menaruh perhatian besar terhadap pembentukan kebiasaan digital yang sehat dan aman. Melalui inisiatif bertajuk Beyond the Screen: Healthy Digital Play, Tencent menggelar dialog multi-pihak di Jakarta menjelang pembukaan WCCE 2026. Diskusi ini menghimpun pembuat kebijakan, pendidik, dan komunitas masyarakat sipil untuk merumuskan pendekatan yang seimbang antara perlindungan anak di ranah daring dan pemanfaatan game sebagai sarana pembelajaran interaktif.

Inisiatif tersebut diterjemahkan ke dalam program nyata berupa lokakarya praktis bagi para orang tua menggunakan panduan parenting digital yang telah disesuaikan dengan konteks lokal. Program ini dirancang untuk membantu setiap keluarga membangun kesepakatan interaksi digital yang positif, terarah, dan aman bagi anak-anak.

Deputy for Research and Data Asosiasi Game Indonesia, Vincentius Ismawan, menegaskan pentingnya menyelaraskan perlindungan anak di dunia maya dengan pengembangan potensi digital generasi muda. Menurutnya, ruang digital harus mampu memberikan kesempatan bagi anak muda untuk belajar dan mengasah keterampilan masa depan melalui platform yang sehat.

Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda

(MMI)




TERKAIT

BERITA LAINNYA