WhatsApp menunda fitur username di India setelah pemerintah mengkhawatirkan risiko penipuan dan impersonasi. Meta menegaskan fitur dilengkapi perlindungan.
WhatsApp menunda fitur username di India setelah pemerintah mengkhawatirkan risiko penipuan dan impersonasi. Meta menegaskan fitur dilengkapi perlindungan.

Khawatir Penipuan, WhatsApp Tunda Fitur Username di India

Lufthi Anggraeni • 03 Juli 2026 10:22
Ringkasnya gini..
  • WhatsApp menunda peluncuran fitur username di India setelah pemerintah menyampaikan kekhawatiran soal penipuan.
  • Pemerintah menilai fitur baru berpotensi meningkatkan penyamaran identitas dan kejahatan siber.
  • Meta menyebut fitur tetap memakai nomor telepon saat registrasi dan dilengkapi perlindungan keamanan.
Jakarta: WhatsApp menghentikan sementara peluncuran fitur username di India setelah pemerintah setempat meminta Meta menunda implementasinya. Keputusan tersebut diambil menyusul kekhawatiran bahwa fitur baru itu dapat dimanfaatkan untuk kejahatan siber.
 
Sebagai informasi, fitur username memungkinkan pengguna dihubungi tanpa harus membagikan nomor telepon. Sebagai gantinya, pengguna dapat memilih nama pengguna unik yang nantinya digunakan sebagai identitas saat berkomunikasi di WhatsApp.
 
Mengutip Digital Trends, Meta sebelumnya telah memulai reservasi username dan berencana meluncurkan fitur tersebut secara bertahap di berbagai negara. Namun, pemerintah India meminta WhatsApp menghentikan sementara peluncuran fitur tersebut hingga konsultasi selesai.

Otoritas India menyebut fitur username berpotensi meningkatkan risiko penipuan daring, phishing, serta penyamaran identitas karena pelaku kejahatan dapat menghubungi korban tanpa menampilkan nomor telepon mereka.
 
India merupakan pasar terbesar WhatsApp dengan lebih dari 500 juta pengguna. Karena itu, keputusan pemerintah setempat berpotensi memengaruhi implementasi fitur tersebut di salah satu basis pengguna terbesar Meta.
 
Menanggapi kekhawatiran tersebut, WhatsApp menegaskan bahwa fitur username dirancang dengan sejumlah mekanisme perlindungan. WhatsApp menyatakan pengguna tetap harus mendaftarkan akun menggunakan nomor telepon, sementara orang lain hanya dapat menghubungi pengguna apabila mengetahui username yang tepat.
 
WhatsApp juga tidak menyediakan direktori publik maupun fitur pencarian username. Selain itu, Meta mengklaim telah menambahkan berbagai lapisan perlindungan terhadap penyalahgunaan, termasuk pembatasan jumlah pengguna baru yang dapat dihubungi akun tertentu.
 
Selain itu, WhatsApp juga menambahkan perlindungan terhadap upaya menebak username secara berulang, serta reservasi username untuk tokoh publik dan organisasi guna mengurangi risiko penyamaran identitas atau impersonasi.
 
WhatsApp juga menerbitkan dokumen tanya jawab (FAQ) untuk menjelaskan bahwa penggunaan username bersifat opsional, tidak dapat dicari melalui direktori, dan tetap mempertahankan perlindungan privasi serta enkripsi end-to-end yang telah ada.
 
Langkah tersebut dilakukan untuk menjawab kekhawatiran regulator maupun pengguna mengenai keamanan fitur baru tersebut. Namun hingga saat ini, Meta belum mengumumkan perubahan jadwal peluncuran global fitur username. 
 
WhatsApp menyatakan fitur tersebut masih akan dirilis secara bertahap setelah proses konsultasi dengan regulator selesai di wilayah yang memerlukan evaluasi lebih lanjut.
 
Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda
(MMI)




TERKAIT

BERITA LAINNYA