Penurunan ini sekaligus mengakhiri tren pertumbuhan selama 10 kuartal berturut-turut sejak pertengahan 2023. Faktor utama yang memicu kondisi ini adalah keterbatasan pasokan memori dan lonjakan harga komponen, yang berdampak langsung pada harga jual perangkat dan permintaan pasar.
Harga Memori Tekan Pasar
IDC menilai kondisi pasar saat ini sebagai salah satu periode paling menantang bagi industri smartphone. Kenaikan harga memori membuat biaya produksi meningkat, sehingga banyak vendor terpaksa menaikkan harga jual perangkat.Di beberapa pasar berkembang, harga smartphone bahkan dilaporkan naik hingga 40–50%, yang berdampak signifikan terhadap daya beli konsumen.
Kondisi ini juga memaksa produsen melakukan berbagai strategi, mulai dari pengurangan pengiriman, efisiensi biaya, hingga penyederhanaan spesifikasi produk.
Samsung dan Apple Justru Tumbuh
Di tengah tekanan pasar, Samsung dan Apple menjadi dua vendor yang justru mencatat pertumbuhan.Samsung kembali merebut posisi pertama dengan pengiriman 62,8 juta unit dan pangsa pasar 21,7%. Kinerja ini didorong oleh tingginya permintaan terhadap seri flagship terbaru Galaxy S26 Ultra, serta kontribusi dari lini Galaxy A Series yang membantu menjaga volume penjualan.
Sementara itu, Apple menempati posisi kedua dengan pengiriman 61,1 juta unit dan pangsa pasar 21,1%. Pertumbuhan 3,3% YoY didukung oleh performa kuat iPhone 17 series, terutama di pasar Tiongkok yang mencatat peningkatan signifikan.

Vendor Tiongkok Tertekan
Berbeda dengan Samsung dan Apple, vendor asal Tiongkok mengalami tekanan lebih besar.Xiaomi tetap berada di posisi ketiga dengan 33,8 juta unit, namun mencatat penurunan paling tajam di antara lima besar, yakni -19,1% YoY. Strategi pengurangan pengiriman model lama menjadi salah satu faktor utama.
Oppo berada di posisi keempat dengan 30,7 juta unit, sementara vivo menempati posisi kelima dengan 21,2 juta unit. Keduanya juga mengalami penurunan pengiriman, meski masih mampu mempertahankan posisi di pasar global.
Tren Premium Semakin Kuat
IDC mencatat bahwa pasar smartphone kini mulai bergeser ke segmen premium. Samsung dan Apple dinilai lebih mampu bertahan karena memiliki posisi kuat di kelas atas serta akses lebih baik terhadap pasokan komponen.Sebaliknya, segmen entry-level semakin tertekan akibat kenaikan harga komponen, terutama di negara berkembang yang sensitif terhadap harga.
IDC memperkirakan tekanan pasar masih akan berlanjut sepanjang 2026, terutama jika kondisi pasokan memori belum stabil.
Meski demikian, tren peningkatan harga rata-rata (ASP) diprediksi terus berlanjut, seiring strategi vendor yang mulai menggeser portofolio ke produk dengan margin lebih tinggi.
Di sisi lain, pasar negara maju diperkirakan lebih tahan terhadap kenaikan harga berkat dukungan program seperti trade-in dan pembiayaan, sementara pasar berkembang akan menghadapi tantangan lebih besar.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News