Di tengah pergeseran demografi global dan masa kerja yang semakin panjang, Schneider Electric mengambil langkah proaktif untuk memperkuat ketahanan organisasi melalui pemberdayaan karyawan senior guna memastikan keahlian penting tetap memberikan dampak bagi pelanggan dan industri.
Program yang diluncurkan sejak tahun 2021 ini bertujuan memberikan dukungan pengembangan yang dipersonalisasi sehingga karyawan dapat membangun babak baru dalam perjalanan profesional mereka sesuai dengan aspirasi masing-masing. Inisiatif ini dibangun di atas empat pilar strategis yang mencakup Accelerate, Continue, Pivot, dan Transition.
Melalui pilar-pilar tersebut, Schneider Electric menyediakan berbagai fasilitas komprehensif seperti peningkatan keterampilan melalui upskilling dan reskilling, mentoring dua arah, coaching, hingga peluang kolaborasi pasca-pensiun serta kontrak kerja baru.
Hingga tahun 2025, program ini telah mencatat kemajuan yang sangat signifikan di mana sebanyak 93% karyawan di tahap karier lanjutan kini bekerja di negara-negara yang menyediakan fasilitas pengembangan karier tersebut.
Selain jangkauan yang luas, perusahaan juga melaporkan adanya peningkatan keterlibatan karyawan dan dialog yang lebih intensif mengenai pengembangan karier di kalangan talenta berpengalaman. Inisiatif ini bukan sekadar program sementara, melainkan bagian integral dari strategi Schneider Sustainability Impact 2030 yang menempatkan inklusi usia sebagai pilar komitmen jangka panjang perusahaan.
Martin Setiawan, President Director Schneider Electric Indonesia & Timor-Leste, menekankan bahwa pengalaman adalah pendorong utama bagi ketahanan dan inovasi bisnis.
Ia menyatakan bahwa dengan memberikan ruang bagi karyawan untuk menentukan langkah berikutnya dalam karier mereka, perusahaan berhasil menciptakan peluang yang lebih setara sekaligus memperkuat kolaborasi lintas generasi.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News