Mengutip Phone Arena, teknologi ini dirancang untuk meningkatkan kemampuan perangkat dalam menyelesaikan tugas rumit dan otomatisasi operasi antar-aplikasi, sehingga pengguna dapat menikmati pengalaman yang lebih intuitif dan responsif dibandingkan dengan smartphone tradisional.
Menurut Samsung, sistem operasi baru ini dikembangkan bekerja sama dengan Google sebagai bagian dari evolusi Android yang kini bergerak menuju intelligent system atau sistem cerdas. AI berperan aktif di tingkat OS, memungkinkan ponsel menjalankan fungsi tertentu secara otomatis dan terintegrasi tanpa perlu input manual berulang.
Sistem operasi yang digunakan oleh Galaxy S26 Series berbasis Android 16 dengan antarmuka One UI 8.5, yang telah dioptimalkan untuk mendukung Galaxy AI. AI OS ini tidak hanya menambah fitur kecerdasan buatan pada aplikasi tunggal.
Sistem tersebut juga memungkinkan AI bekerja lintas aplikasi untuk membantu menyelesaikan tugas seperti pengelolaan jadwal, respon otomatis, dan saran kontekstual yang dipersonalisasi. Salah satu implementasinya adalah integrasi berbagai agen AI seperti Google Gemini, serta opsi tambahan seperti agen Perplexity yang bekerja sebagai asisten pintar langsung dari sistem.
Pengguna Galaxy S26 dapat mengakses fungsi-fungsi ini melalui perintah suara, termasuk perintah spesifik seperti “Hey Plex”, atau melalui kontrol lainnya yang mendukung workflow AI lebih luas. Menurut Google, evolusi Android melalui penggabungan kemampuan AI ke dalam sistem inti ini menandai pergeseran dari sekadar sistem operasi menjadi intelligent Android.
Dengan demikian, sistem inti tersebut berfokus tidak hanya pada antarmuka dan performa, tetapi juga pada dukungan fungsi cerdas yang memudahkan aktivitas sehari-hari pengguna.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News