President and Managing Director SAP Southeast Asia Liher Urbizu dalam ajang SAP NOW AI Tour Southeast Asia 2026. (Medcom/Mamduh)
President and Managing Director SAP Southeast Asia Liher Urbizu dalam ajang SAP NOW AI Tour Southeast Asia 2026. (Medcom/Mamduh)

SAP NOW AI Tour Southeast Asia 2026

Era Baru Operasional Bisnis, Pasang Ratusan Agen AI Jadi Autonomous Enterprise

Mohamad Mamduh • 04 Agustus 2026 10:03
Ringkasnya gini..
  • Integrasi ratusan agen AI mandiri yang beroperasi secara harmonis di seluruh ekosistem bisnis perusahaan.
  • Liher menekankan pentingnya akurasi 100 persen dalam lingkungan enterprise.
  • SAP membangun knowledge graph sebagai semantic layer terintegrasi yang menghubungkan seluruh titik data dan proses bisnis.
Singapura: Dalam era transformasi digital yang berkembang pesat, kecerdasan buatan (AI) kini menjadi penggerak utama dalam menentukan arah masa depan operasional bisnis. Pada ajang SAP Now AI Tour Southeast Asia 2026 yang dihadiri lebih dari 2.200 pemimpin industri di Singapura, SAP memaparkan visi besar transformasi operasional melalui strategi Autonomous Enterprise.
 
President and Managing Director SAP Southeast Asia, Liher Urbizu, menegaskan bahwa lanskap bisnis modern membutuhkan lebih dari mengadopsi AI secara dangkal. Menurutnya, lompatan teknologi terbesar dalam sejarah 50 tahun SAP kini terletak pada integrasi ratusan agen AI mandiri yang beroperasi secara harmonis di seluruh ekosistem bisnis perusahaan.
 
"Ini bukan tentang melapisi AI di atas proses bisnis yang sudah ada. Ini mendefinisikan ulang dan merajut ulang bagaimana pekerjaan dilakukan untuk menghasilkan nilai nyata bagi organisasi," ujar Liher di hadapan para peserta.
 

Lima Pilar Utama Autonomous Enterprise

Strategi Autonomous Enterprise milik SAP dirancang untuk mentransformasi operasional bisnis yang selama ini bekerja secara terpisah (siloed) menjadi satu kesatuan yang saling terhubung secara cerdas. Pendekatan ini ditopang oleh lima pilar utama:

1. Berfungsi sebagai Unified Engagement Layer, Joule menjadi pintu masuk tunggal (single point of entry) bagi seluruh pengguna untuk mengakses ekosistem SAP tanpa perlu berpindah antaraplikasi.
 
2. Penggelaran ratusan agen AI mandiri yang terintegrasi di lima domain krusial, yaitu Keuangan (Finance), Rantai Pasok (Supply Chain), Pengadaan (Spend/Procurement), Manajemen SDM (Human Capital Management), dan Pengalaman Pelanggan (Customer Experience).
 
3. Pengalaman domain industri mendalam yang dibangun SAP selama bertahun-tahun memastikan bahwa setiap agen AI memahami konteks spesifik dari berbagai sektor industri.
 
4. Lapisan intelijen yang menjamin konteks bisnis, transparansi, keamanan data, dan tata kelola yang dapat dipertanggungjawabkan (trusted data), dengan manusia tetap memegang kendali penuh.
 
5. Pemanfaatan agen cerdas untuk mempercepat migrasi sistem dan modernisasi ke ekosistem cloud dengan biaya operasional yang jauh lebih efisien.
 

Akurasi Data dan Keamanan

Berbeda dengan AI konsumen yang rentan terhadap halusinasi data, Liher menekankan pentingnya akurasi 100 persen dalam lingkungan enterprise. Menurutnya, laporan keuangan atau data inventaris perusahaan tidak boleh hanya akurat sebesar 80 persen, melainkan harus tepat dan tepercaya setiap saat.
 
Untuk mewujudkan hal tersebut, SAP membangun knowledge graph sebagai semantic layer terintegrasi yang menghubungkan seluruh titik data dan proses bisnis, sekaligus mempertahankan standar keamanan, identitas, dan kepatuhan hukum yang ketat.
 
Langkah ini diharapkan menjadi standar baru bagi para pemimpin bisnis di Asia Tenggara dalam membawa operasional perusahaan menuju era otonom yang efisien dan kompetitif.
 
Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda
(MMI)




TERKAIT

BERITA LAINNYA