Meski keduanya masih berada dalam satu keluarga, spesifikasi vivo X500 dan vivo X500 Pro menunjukkan perbedaan cukup jelas, terutama pada chipset, kamera, layar, dan sistem fotografi.
Menariknya, vivo tidak sekadar memangkas spesifikasi X500 agar berada di bawah model Pro. Smartphone reguler ini tetap membawa layar AMOLED 2K 144Hz, kamera utama 50MP, telefoto 64MP, baterai besar 7.500 mAh, serta dukungan pengisian 90W. Posisi kelasnya terlihat lebih jelas ketika dibandingkan langsung dengan vivo X500 Pro.
vivo X500 Gunakan Dimensity 9600M
Perbedaan paling mendasar ada pada dapur pacu. vivo X500 menggunakan MediaTek Dimensity 9600M, sedangkan vivo X500 Pro menjadi salah satu smartphone pertama yang membawa Dimensity 9600 Pro.Dimensity 9600M disebut pada dasarnya merupakan rebrand dari Dimensity 9500 generasi sebelumnya. Sementara Dimensity 9600 Pro merupakan chipset flagship baru dengan desain CPU 2+3+3 all-big-core, cache 34,5MB, serta dukungan LPDDR6 dan UFS 5.0.
Keduanya tetap menjalankan OriginOS 7 berbasis Android 17, sehingga perbedaan chipset menjadi salah satu faktor utama yang membedakan kemampuan komputasi kedua perangkat.
Kamera vivo X500 Lebih Sederhana
Sektor kamera memperlihatkan gap yang lebih besar. vivo X500 membawa kamera utama 50MP dengan sensor Lytia 828 berukuran 1/1,28 inci. Kamera tersebut ditemani telefoto 64MP dengan focal length ekuivalen 72mm dan kamera ultrawide 50MP berbasis Samsung ISOCELL JN1.Konfigurasi itu berbeda dari vivo X500 Pro yang membawa kamera utama 50MP dengan sensor Sony LYTIA L910 berukuran 1/1,28 inci. Kamera utama Pro juga memiliki focal length ekuivalen 24mm, aperture f/1.57, lapisan Zeiss T*, dan dynamic range hingga 17EV.
Untuk telefoto, X500 Pro menggunakan sensor 64MP Sony LYTIA 610 dengan focal length ekuivalen 85mm serta OIS 1,5 derajat. Kedua ponsel juga sama-sama memiliki kamera ultrawide 50MP, tetapi sensor yang digunakan pada X500 Pro adalah Samsung ISOCELL JN5.
Perbedaan ini membuat X500 Pro lebih ditujukan untuk pengguna yang memang mengandalkan fotografi sebagai salah satu kemampuan utama smartphone.
Layar X500 Tetap 2K 144Hz
Menariknya, urusan layar tidak dipangkas terlalu jauh. vivo X500 menggunakan panel AMOLED 6,59 inci dengan resolusi 2K dan refresh rate 144Hz.vivo X500 Pro justru memiliki ukuran lebih kecil, yakni 6,36 inci, tetapi menggunakan panel LTPO AMOLED BOE Q11 dengan resolusi 2K dan refresh rate adaptif 144Hz. Tingkat kecerahan puncaknya mencapai 4.500 nits, sedangkan vivo X500 berada sedikit di bawahnya dengan maksimum 4.000 nits.
Jadi, pengguna X500 tetap mendapatkan spesifikasi layar kelas tinggi. Perbedaan utama berada pada teknologi panel dan tingkat kecerahan, bukan pada resolusi atau refresh rate.
Baterai X500 Malah Lebih Besar
Bagian baterai memberikan kejutan tersendiri. vivo X500 membawa baterai 7.500 mAh, lebih besar daripada X500 Pro yang memiliki kapasitas 6.510 mAh.Keduanya sama-sama mendukung pengisian kabel 90W dan wireless charging 40W. Artinya, model reguler justru menawarkan kapasitas baterai lebih besar tanpa mengorbankan kecepatan pengisian dibanding varian Pro.
Dari sisi ketahanan perangkat, kedua model juga memiliki sertifikasi IP68 dan IP69, sehingga perlindungan terhadap air dan debu menjadi salah satu spesifikasi yang dibagi bersama.
Harga vivo X500 dan X500 Pro
Di Tiongkok, vivo X500 12GB/256GB dibanderol mulai 5.499 yuan atau kisaran Rp14,6 juta, sedangkan X500 Pro dengan kapasitas sama mulai 6.499 yuan.Untuk varian 12GB/512GB, harga X500 mencapai 5.999 yuan dan X500 Pro 7.499 yuan. Sementara kapasitas 1TB masing-masing dibanderol 6.999 yuan dan 8.499 yuan.
Selisih harga tersebut memperlihatkan posisi kedua perangkat dengan cukup jelas. vivo X500 mengejar kombinasi layar cepat, baterai besar, dan kamera yang tetap mumpuni, sementara X500 Pro memberikan peningkatan lebih jauh pada chipset dan sistem fotografi.
Penjualan perdana di Tiongkok dijadwalkan mulai 24 September 2026, sedangkan vivo belum mengumumkan rencana peluncuran global untuk kedua model tersebut.