Jakarta: Samsung dilaporkan tengah mengembangkan chip akselerator kecerdasan buatan (AI accelerator) yang ditujukan untuk komputer personal (PC). Langkah ini disebut sebagai bagian dari strategi perusahaan untuk memperluas portofolio semikonduktor di luar prosesor Exynos.
Mengutip GSM Arena, langkah ini juga ditujukan Samsung untuk memperkuat posisinya di tengah meningkatnya permintaan perangkat yang mampu menjalankan beban kerja AI secara lokal. Menurut laporan terbaru, proyek tersebut berada di bawah divisi Device Solutions (DS) Samsung dan dikembangkan secara khusus untuk menghadirkan akselerasi pemrosesan AI pada PC.
Berbeda dengan prosesor utama (CPU) atau unit pemrosesan grafis (GPU), chip akselerator AI dilaporkan bertajuk GAIA ini dirancang untuk menangani komputasi berbasis jaringan saraf atau neural network secara lebih efisien sehingga mampu meningkatkan performa berbagai fitur AI sekaligus menekan konsumsi daya.
Hingga kini Samsung belum memberikan konfirmasi resmi mengenai keberadaan proyek tersebut. Namun, laporan menyebut Samsung tengah mempersiapkan solusi yang dapat digunakan pada komputer berbasis Windows maupun perangkat komputasi lain yang membutuhkan kemampuan AI dengan efisiensi tinggi.
Pengembangan chip baru ini sejalan dengan tren industri yang mengarah pada kehadiran AI PC. Dalam beberapa tahun terakhir, produsen komputer dan pembuat chip berlomba menghadirkan perangkat yang mampu menjalankan model AI langsung di perangkat tanpa selalu bergantung pada komputasi awan (cloud).
Keberadaan akselerator AI memungkinkan proses seperti transkripsi suara, penerjemahan real-time, penyuntingan gambar, pembuatan konten, hingga fitur asisten digital berjalan lebih cepat dengan latensi rendah.
Selain meningkatkan respon, pendekatan ini juga membantu menjaga privasi pengguna karena data tidak selalu perlu dikirim ke server eksternal. Permintaan terhadap perangkat AI turut mendorong produsen semikonduktor untuk mengembangkan chip khusus yang mampu menangani inferensi AI dengan konsumsi daya lebih rendah dibandingkan dengan CPU atau GPU konvensional.
Hal tersebut menjadi salah satu alasan mengapa neural processing unit (NPU) dan AI accelerator kini semakin banyak diintegrasikan ke berbagai perangkat komputasi modern. Kendati Samsung telah lama mengembangkan keluarga prosesor Exynos untuk smartphone dan perangkat mobile, laporan menyebut chip baru ini tidak ditujukan sebagai penerus Exynos maupun prosesor PC tradisional.
Sebaliknya, chip tersebut dikabarkan akan berfungsi sebagai akselerator AI khusus yang bekerja berdampingan dengan prosesor utama. Pendekatan serupa telah diterapkan sejumlah perusahaan teknologi melalui integrasi NPU atau AI accelerator untuk mempercepat pemrosesan model pembelajaran mesin tanpa membebani CPU.
Dengan strategi tersebut, Samsung berpotensi menghadirkan solusi yang dapat dimanfaatkan produsen PC dalam mengembangkan perangkat AI generasi berikutnya. Langkah Samsung muncul di tengah persaingan yang semakin intens di industri semikonduktor AI.
Sejumlah perusahaan teknologi kini tidak hanya mengembangkan perangkat lunak berbasis AI, tetapi juga berinvestasi pada chip khusus yang dirancang untuk mempercepat pemrosesan model kecerdasan buatan.
Dalam beberapa waktu terakhir, perusahaan seperti Meta juga meningkatkan investasi pada chip AI buatannya sendiri untuk mengurangi ketergantungan terhadap pemasok eksternal serta meningkatkan efisiensi pusat data.
Di sisi lain, berbagai produsen chip terus berlomba menghadirkan solusi AI lebih hemat energi dan memiliki performa lebih tinggi. Tren tersebut menunjukkan bahwa pengembangan silikon khusus AI menjadi salah satu fokus utama industri teknologi, baik untuk pusat data maupun perangkat komputasi pribadi.
Samsung memiliki posisi relatif kuat untuk mengembangkan chip AI karena perusahaan menguasai berbagai lini bisnis semikonduktor, mulai dari desain chip, manufaktur foundry, hingga produksi memori seperti LPDDR dan HBM yang banyak digunakan dalam sistem AI.
Integrasi kemampuan tersebut berpotensi memberikan keuntungan dalam mengembangkan solusi AI lebih optimal. Selain itu, pengalaman Samsung dalam merancang NPU untuk lini Exynos juga dapat menjadi fondasi dalam pengembangan akselerator AI khusus PC, meski hingga kini perusahaan belum mengungkap rincian arsitektur maupun spesifikasi teknis chip yang tengah dikembangkan.
Laporan yang beredar belum mengungkap kapan chip akselerator AI tersebut akan diperkenalkan atau mulai diproduksi secara massal. Tidak ada pula informasi mengenai mitra produsen PC yang akan menggunakan solusi tersebut maupun target pasar yang akan dibidik Samsung.
Karena belum ada pengumuman resmi, rincian mengenai arsitektur, proses fabrikasi, performa, kompatibilitas, maupun kemampuan AI yang akan ditawarkan masih belum diketahui. Samsung juga belum memberikan komentar terkait laporan tersebut.
Kendati demikian, kemunculan informasi ini memperlihatkan bahwa Samsung terus memperluas investasinya di sektor kecerdasan buatan. Jika proyek tersebut benar-benar terealisasi, perusahaan berpeluang menjadi salah satu pemain penting di pasar AI PC yang diperkirakan terus berkembang seiring meningkatnya kebutuhan akan pemrosesan AI langsung di perangkat.
Bagi Samsung, kehadiran chip akselerator AI untuk PC juga dapat menjadi langkah strategis untuk memperkuat bisnis semikonduktornya di luar pasar smartphone. Dengan semakin banyaknya aplikasi yang memanfaatkan AI generatif dan pemrosesan lokal, kebutuhan terhadap chip khusus diperkirakan akan terus meningkat dalam beberapa tahun ke depan.
Namun, hingga Samsung memberikan pengumuman resmi, seluruh informasi mengenai proyek ini masih perlu diperlakukan sebagai laporan yang belum dikonfirmasi.
Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda
FOLLOW US
Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan