Mengutip Digital Trends, Altman mengatakan bahwa manfaat AI harus dipertimbangkan bersama risiko yang menyertainya. Ia juga menilai teknologi tersebut sebaiknya tetap dapat diakses secara luas oleh publik, bukan hanya dikuasai oleh segelintir perusahaan atau laboratorium AI.
Pandangan tersebut menunjukkan posisi OpenAI mengenai regulasi AI yang cenderung mendukung pendekatan lebih ringan. Altman mengakui AI dapat menimbulkan sejumlah dampak negatif, termasuk penyalahgunaan teknologi, penipuan, dan serangan siber.
Namun, ia menilai pembatasan terlalu ketat bukan solusi untuk menghilangkan seluruh risiko tersebut.

Altman Sebut Risiko AI Perlu Diterima
Altman mengatakan masyarakat perlu menerima kemungkinan terjadinya sejumlah dampak buruk sebagai konsekuensi dari penggunaan AI. Menurutnya, upaya menghilangkan seluruh risiko dapat menghasilkan pertukaran tidak sepadan apabila akses terhadap teknologi akhirnya hanya berada di tangan segelintir pihak.Ia juga menyoroti skenario saat AI yang semakin kuat dan berbahaya hanya dikendalikan oleh satu atau beberapa laboratorium. Dalam pandangannya, kondisi tersebut dapat membuat pihak tertentu menentukan sendiri penerima manfaat dari teknologi tersebut.
Altman menegaskan bahwa pendekatan tersebut sebagai pertukaran yang tidak dapat diterima. Ia berpendapat masyarakat seharusnya tetap memiliki kendali dan kesempatan untuk menggunakan teknologi AI, meskipun tidak mungkin menghilangkan seluruh potensi penyalahgunaan.
Namun, pandangan tersebut tidak berarti Altman menganggap risiko AI tidak penting. Dalam beberapa kesempatan sebelumnya, ia juga memperingatkan mengenai potensi bahaya dari perkembangan AI yang semakin cepat dan sistem yang semakin mampu.
Pada bulan September 2026 lalu, Altman bahkan mengatakan bahwa perkembangan model AI generasi berikutnya membuat tanggung jawab terhadap teknologi tersebut semakin berat. Dalam pernyataan lain di hadapan Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa pada bulan September, Altman mengatakan AI memiliki potensi besar untuk memperluas kesempatan dan kemampuan manusia.
Namun, ia juga memperingatkan bahwa sistem AI yang semakin mampu dan otonom dapat bergerak lebih cepat daripada institusi manusia, memusatkan kekuasaan, atau membuat keputusan yang tidak lagi dipahami maupun dikendalikan manusia.
OpenAI Berbeda Pandangan dengan Anthropic
Pernyataan terbaru Altman juga memperlihatkan adanya perbedaan pandangan antara OpenAI dan Anthropic mengenai cara menangani risiko AI. Altman mengatakan terdapat perbedaan mendasar antara kedua perusahaan dalam melihat regulasi AI.OpenAI cenderung mendukung pendekatan dengan sentuhan lebih ringat atau lighter-touch, sementara Anthropic mengambil sikap lebih berhati-hati terhadap perkembangan AI mutakhir. Sementara itu, CEO Anthropic Dario Amodei sebelumnya menyerukan agar pengembangan AI mutakhir diperlambat.
Amodei menilai industri perlu mengatur laju pengembangan teknologi agar risiko dari sistem AI yang semakin canggih dapat dikelola dengan lebih baik. Sikap tersebut berbeda dengan pandangan Altman mengenai akses publik terhadap AI.
Altman menilai pembatasan ekstrem dapat menghasilkan konsentrasi kekuasaan pada segelintir laboratorium. Menurutnya, manfaat yang dihasilkan masyarakat melalui AI berpotensi jauh lebih besar daripada dampak negatifnya.
Perbedaan tersebut menunjukkan bahwa perdebatan mengenai AI tidak hanya terjadi antara perusahaan teknologi dan regulator. Perusahaan AI memiliki pandangan berbeda mengenai tingkat pengawasan, kecepatan pengembangan, serta siapa yang seharusnya memiliki akses terhadap sistem AI yang semakin kuat.
Risiko AI Mencakup Penipuan hingga Serangan Siber
Altman tidak menampik kemungkinan AI digunakan untuk tujuan berbahaya. Ia menyebut risiko seperti peretasan, penyalahgunaan teknologi, dan penipuan sebagai sejumlah konsekuensi negatif yang mungkin terjadi.Namun, Altman menolak gagasan bahwa teknologi harus dibatasi secara ekstrem hanya untuk memastikan tidak ada penyalahgunaan sama sekali. Menurut Altman, upaya mencapai kondisi tanpa risiko dapat mengorbankan manfaat AI bagi masyarakat secara lebih luas.
Pandangan ini menjadi semakin relevan ketika kemampuan AI berkembang menuju sistem yang dapat melakukan lebih banyak pekerjaan secara mandiri. Sistem AI kini tidak hanya menghasilkan teks atau gambar, tetapi juga semakin banyak digunakan untuk menjalankan tugas, melakukan analisis, menulis kode, dan membantu pekerjaan rumit.
Semakin besar kemampuan tersebut, semakin luas pula potensi manfaat sekaligus risikonya. Karena itu, pertanyaan mengenai batas penggunaan AI, mekanisme pengawasan, serta tanggung jawab ketika terjadi penyalahgunaan menjadi bagian penting dari pembahasan regulasi.
Dalam pidatonya di Dewan Keamanan PBB, Altman menekankan bahwa manusia harus tetap berada di pusat pengambilan keputusan terkait AI. Ia mengatakan sistem AI harus tetap berada dalam kendali manusia dan tidak seharusnya menggantikan penilaian maupun nilai-nilai manusia.
Perdebatan Regulasi AI Terus Berlanjut
Pernyataan Altman muncul saat pemerintah, perusahaan teknologi, dan peneliti terus memperdebatkan pendekatan terbaik terhadap regulasi AI. Di Amerika Serikat, Presiden Donald Trump menentang penambahan regulasi AI yang dinilai dapat menghambat perusahaan Amerika dalam persaingan teknologi dengan Tiongkok.Pemerintahan Trump cenderung mendorong pengembangan AI sekaligus mempertahankan daya saing industri Amerika Serikat. Di sisi lain, sejumlah pihak menilai pengawasan pemerintah tetap diperlukan karena perusahaan teknologi memiliki kepentingan bisnis dalam mempercepat pengembangan AI.
Brookings, misalnya, menilai keselamatan AI membutuhkan pengawasan lebih luas daripada sekadar pengaturan internal oleh industri. Situasi tersebut membuat perdebatan mengenai regulasi AI berada di antara dua kepentingan.
Di satu sisi, regulasi diperlukan untuk mengurangi risiko penyalahgunaan dan menjaga keselamatan publik. Di sisi lain, aturan yang terlalu ketat dikhawatirkan memperlambat inovasi dan membatasi akses terhadap manfaat teknologi.
Pernyataan terbaru Altman mempertegas posisi OpenAI bahwa sebagian risiko perlu diterima selama manfaat AI dapat dinikmati secara luas. Namun, Altman juga sebelumnya menegaskan bahwa perkembangan teknologi tidak boleh membuat manusia kehilangan kendali atas sistem AI.
Dengan perkembangan AI yang semakin cepat, keseimbangan antara inovasi, akses publik, keselamatan, dan regulasi kemungkinan akan terus menjadi salah satu perdebatan utama industri teknologi.