Dalam foto, dari kiri ke kanan: Doddy B. Pangaribuan, General Manager PT PLN (Persero) UID Jakarta Raya
Dalam foto, dari kiri ke kanan: Doddy B. Pangaribuan, General Manager PT PLN (Persero) UID Jakarta Raya

Dukung Komputasi Hijau, Data Center EDGE Raih Renewable Energy Certificate

Lufthi Anggraeni • 18 Mei 2022 11:07
Jakarta: Ekagrata Data Gemilang (EDGE), perusahaan dan operator data center, resmi menjadi data center pertama di Jakarta yang menggunakan Renewable Energy Certificate (“REC”) dari PLN.
 
REC sendiri merupakan inovasi PLN di bidang energi yang dirancang untuk meningkatkan bauran energi bersih di Indonesia hingga 25 persen pada tahun 2025. 
 
Menurut data International Energy Agency (“IEA”) tahun 2020, penggunaan listrik global untuk kebutuhan data center mencapai 250 Terrawatt-hour (“TWh”) atau sekitar 1 persen dari konsumsi keseluruhan.
 
Seiring dengan pesatnya pertumbuhan ekonomi digital dan meningkatnya permintaan jasa infrastruktur teknologi informasi, EDGE DC, sebagai purpose-built data center yang terletak di pusat kota Jakarta, turut mendukung teknologi rendah karbon yang disediakan oleh PLN melalui penyerahan REC.
 
“Dengan pengadaannya yang transparan, kami yakin inovasi PLN ini sejalan dengan tujuan kami untuk mendukung target berkelanjutan dari pelanggan kami,” ujar Stephanus Oscar, CEO EDGE DC.
 
”Sesuai dengan Laporan ESG yang baru kami publikasikan, kami berkomitmen untuk mengurangi emisi gas rumah kaca dari seluruh fasilitas data center yang beroperasi dan mencapai netralitas karbon di tahun 2030,” kata Naz Ghouse, Direktur ESG (Environmental, Sustainability and Governance) Digital EDGE.
 
“Selama tahun 2022 PLN Unit Induk Distribusi (UID) Jakarta Raya telah memasok 9.231 unit REC atau setara dengan 9.231 MWh energi terbarukan kepada pelanggan di Jakarta. Kontribusi EDGE DC melalui REC ini merupakan aksi nyata mendukung program pemerintah menuju Indonesia Net Zero Emission di tahun 2060,” ungkap Doddy B Pangaribuan, General Manager PLN Unit Induk Distribusi (UID) Jakarta Raya.
 
Dari data PLN menunjukkan, potensi kebutuhan listrik untuk data center diperkirakan sebesar 300MVA di tahun 2022 ini, dan masih akan terus bertambah. PLN juga menyediakan listrik premium dengan keandalan pasokan multi sumber  untuk mendukung keandalan listrik untuk data center.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Penggunaan sistem Automatic Change Over (“ACO”), melengkapi keandalan pasokan listrik premium, sehingga apabila sumber listrik utama mengalami gangguan akan segera dipindahkan ke sumber listrik cadangan. 
 
“Kondisi kelistrikan di Jakarta dalam kondisi aman. DKI Jakarta sendiri dipasok dari 6 subsistem dengan total kapasitas sebesar 11.093 Megawatt (MW) dan beban puncak tertinggi pada 2022 yaitu sebesar 5.351 MW,” tutup Doddy dengan optimistis.
 
(MMI)



LEAVE A COMMENT
LOADING

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif