Google menyampaikan kisah inspiratif dari UMKM dan developer yang disebut sebagai Kartini modern.
Google menyampaikan kisah inspiratif dari UMKM dan developer yang disebut sebagai Kartini modern.

UMKM dan Developer Jadi Kartini Masa Kini

Teknologi teknologi Hari Kartini google
Lufthi Anggraeni • 21 April 2021 13:33
Jakarta: Memperingati Hari Kartini yang dirayakan setiap tanggal 21 April, Google menyampaikan kisah inspiratif dari dua perempuan, satu merupakan pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM), dan lainnya merupakan Machine Learning Curriculum Developer.
 
Kedua perempuan ini disebut Google sebagai Kartini di masa modern, dan pelaku UMKM tersebut adalah Nurhayati, perempuan berusia 34 tahun. Nurhayati merintis usaha di bidang bakery sejak tahun 2014, bernama Donat Kampar Galesong, dan produk pertama yang dipasarkan Nurhayati adalah brownies.
 
Nurhayati menyebut ingin mengembangkan usahanya dengan mempelajari digital marketing. Karenanya, Nurhayati memilih mengikuti kelas Women Will pada 7 Desember 2019 di Makassar, kemudian Nurhayati mengenal dan memutuskan untuk mendaftarkan toko kuenya di Google Bisnisku.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Selain dari bisnis di Google Bisnisku, peningkatan jumlah konsumen pengunjung toko Donat Kampar Galesong didukung oleh kehadirannya di Google Penelusuran, serta kemudahan penemuan lokasi toko oleh konsumen karena sudah terdaftar di Google Maps.
 
Kartini modern kedua yang disebut Google adalah Tia Dwi Setiani, seorang Machine Learning Curriculum Developer di Dicoding. Perempuan lulusan dari Magister Sains Komputasi ITB ini turut berpartisipasi pada ajang Bangkit pada tahun 2020.
 
Sebagai informasi, Bangkit merupakan inisiatif Google melalui kemitraan dengan sejumlah mitra strategis di Indonesia, bertujuan menghasilkan tenaga teknis berkaliber tinggi bagi startup dan perusahaan teknologi kelas dunia di Indonesia serta memajukan ekosistem teknologi di Indonesia.
 
Pada ajang Bangkit ini yang diikuti oleh hampir 2.500 pelamar, Tia menjadi salah satu peserta terpilih bersama 300 peserta lain dari seluruh Indonesia. Tia juga mengaku Bangkit memperkenalkannya pada Machine Learning dan mendorong minat belajar dan menggali bidang tersebut.
 
Bangkit, lanjut Tia, juga memperkenalkannya pada keterampilan yang dinilainya sangat berkesan yaitu pembelajaran critical thinking, rapid learning, dan I am remarkable. Setelah mendapatkan sertifikasi dari Bangkit, Tia kini bekerja sebagai seorang Machine Learning Curriculum Developer di Dicoding Indonesia.
 
Sebagai informasi, sebuah platform edukasi teknologi yang mendorong akses literasi digital yang lebih luas bagi semua orang. Sebagai seorang Machine Learning Curriculum Developer, Tia bertugas untuk membuat, mengelola, dan memperbaharui konten di learning path pada Machine Learning.
 
(MMI)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif