Mengenal Bapak Pinyin Zhou Youguang via Google Doodle

Ellavie Ichlasa Amalia 13 Januari 2018 12:48 WIB
google
Mengenal Bapak Pinyin Zhou Youguang via Google Doodle
Google Doodle hari ini.
Jakarta: Google merayakan ulang tahun Zhou Youguang dengan Doodle. Zhou dikenal sebagai "Bapak Pinyin". Pinyin adalah sistem romanisasi untuk bahasa Mandarin. 

Terlahir di Changzhou pada 1906, Zhou Youguang menunjukkan ketertarikan pada bahasa ketika umurnya 12 tahun.

Dia lulus dari SMA dengan berbagai penghargaan. Terlahir dengan nama Zhou Yaoping, dia memilih untuk menggunakan nama pena "Yougang" karena dia ingin "menerangi" dunia. 


Menurut laporan Al Jazeera, Zhou mendaftarkan diri di St John's University yang terletak di Shanghai pada 1923. Namun, dia kesulitan untuk membayar biaya kuliah.

Untungnya, teman dan keluarganya membantunya untuk membayar uang masuk dan juga uang sekolahnya. Mengambil jurusan ekonomi, dia lulus pada 1927. Dia juga mengambil pelajaran tambahan di bidang bahasa. 

Zhou menikah dengan Zhang Yunhe pada 1933. Dia kemudian pindah ke Jepang untuk melanjutkan sekolahnya. Dia kembali ke Tiongkok pada 1937, pada saat dimulainya perang Jepang-Tiongkok.

Setelah Jepang kalah pada 1945 pada akhir Perang Dunia Dua, Zhou bekerja di bank Sin Hua. Dia ditempatkan di luar negeri. Pertama, dia bekerja di New York City sebelum dipindahkan ke London. 

Pada 1949, dia kembali setelah Partai Komunis Tiongkok dibuat. Dia tidak sabar untuk ikut berkontribusi pada tanah airnya. "Kami semua pikir, Tiongkok punya kesempatan untuk berkembang; kami tidak sadar akan masalah yang kemudian terjadi.

Sejarah telah salah menuntun kami," kata Zhou pada The Guardian. Di Tiongkok, Zhou mengajar ekonomi di Funda University di Shanghai. Namun, dia tidak terus menjadi seorang ahli ekonomi. 


Foto: Wikimedia

Pada 1955, pemerintah menjadikan Zhou sebagai kepala komite untuk merombak bahasa Mandarin. Dia dipanggil oleh Zhou Enlai, orang yang dia temui ketika dia bekerja di bank dan kemudian menjadi orang nomor dua di Tiongkok. Pada awalnya, Zhou menolak tawaran pemerintah, mengatakan bahwa bahasa hanya hobi baginya. 

Dia tidak diizinkan menolak oleh pemerintah. Dia kemudian pindah ke Beijing. Di sana, dia mulai mengembangkan Pinyin, yang akan memakan waktu tiga tahun. Pinyin diresmikan pada 1958. Ketika itu, Pinyin tidak lebih dari bantuan untuk mengucapkan bahasa Mandarin dan bukannya sistem untuk mengganti tulisan Mandarin. 

Pekerjaannya yang fokus pada bahasa melindungi Zhou dari regulasi buatan Mao. "Mao tidak suka para ahli ekonomi -- terutama profesor ekonomi dari Amerika," kata Zhou dalam sebuah wawancara. "Ketika itu, saya sudah pindah pekerjaan ke bidang bahasa dan tulis menulis... Jika saya tetap di Shanghai, mengajar konomi, saya rasa saya bisa dipenjara selama 20 tahun."

Meskipun begitu, pada 1969, Zhou dikirimkan ke tempat kerja paksa karena dianggap sebagai akademisi kolot yang menentang perubahan. Dia dilepaskan dua tahun kemudian. Setelah dibebaskan, dia kembali ke rumahnya dan terus menulis tentang bahasa. 

Zhou menulis lebih dari 40 buku. Banyak buku buatannya dilarang karena dianggap terlalu mengkritik pemerintah. Sekitar 10 dari bukunya baru diterbitkan setelah dia berumur 100 tahun. Dia memulai blog tentang Tiongkok dan terus menulis blog sampai dia berumur 105 tahun. 



(MMI)

Bagaimana Kami Menguji

Kami menguji produk dengan subjektif karena mengutamakan pengalaman penggunaan. Meski demikian, kesimpulan yang kami ambil juga didasari sejumlah data dari perangkat lunak tertentu yang kami gunakan untuk melihat kinerja produk.

Khusus untuk menguji perangkat keras dan perangkat lunak komputer, kami menggunakan konfigurasi yang identik untuk tiap produk. Berikut komponen testbed resmi Medcom.id

Hardware

  • Prosesor: Intel Core i7-8700K, AMD Ryzen 7 2700X
  • Motherboard: ASUS PRIME Z370-A, MSI X470 Gaming Plus
  • VGA: Colorful iGame GTX 1070 X-TOP-8G, ASUS Strix Vega 64
  • RAM: Apacer Panther RAGE 2400MHz (2x8GB)
  • Penyimpanan: Apacer Panther AS340 240GB + Seagate Barracuda 8TB
  • PSU: Corsair RM850X
  • Monitor: ASUS PB287Q 4K, AOC C3583FQ
  • Mouse: Logitech G903, Logitech G603
  • Keyboard: Logitech G610 Orion, Logitech G613
  • Headset: Logitech G430, Logitech G633

Software

Performa dan Baterai: PCMark 8, 3DMark, Crystal Disk Mark, CineBench R15 Gaming (PC): The Witcher 3: Wild Hunt, Ashes of Singularity - Escalation, Far Cry 5 Gaming (Mobile): PUBG Mobile

Kami juga menggunakan metode pengujian yang sama untuk semua gadget. Meski di pasar tersedia beragam perangkat lunak untuk benchmark, kami hanya memilih dua berdasarkan reputasi mereka yang diakui secara internasional, 3DMark dan PCMark 2.0.