Kartu SIM yang Terdaftar Secara tak Wajar akan Diblokir

Ellavie Ichlasa Amalia 17 April 2018 11:06 WIB
telekomunikasi
Kartu SIM yang Terdaftar Secara tak Wajar akan Diblokir
Ilustrasi.
Jakarta: Untuk menindaklanjuti laporan masyarakat terkait adanya nomor prabayar yang didaftarkan menggunakan NIK (Nomor Induk Kependudukan) dan nomor KK (Kartu Keluarga) yang tidak sesuai, semua operator telah mulai memblokir kartu-kartu tersebut.

"Seluruh operator telekomunikasi seluler secara bertahan menonaktifkan atau melakukan pemblokiran secara total seluruh layanan Voice, SMS, dan Data atas nomor-nomor kartu prabayar yang diregistrasi secara tidak benar atau dilakukan menggunkan NIK dan KK orang lain secara tanpa hak," kata Ketua Umum ATSI (Asosiasi Penyelenggara Telekomunikasi Seluruh Indonesia), Merza Fachys.

"Sebelum melakukan pemblokiran, operator melakukan pemberitahuan melalui SMS atau media lain pada nomor tersebut."


Pria yang akrab dengan panggilan Merza ini meminta masyarakat untuk tetap bersedia melakukan registrasi secara benar dan menjaga kerahasiaan dari NIK dan KK mereka. Selain itu, dia juga menghimbau masyarakat untuk tidak menerima kartu prabayar baru yang diklaim tidak perlu lagi melakukan registrasi. 

"Jika mendapatkan kartu ini, masyarakat dihimbau untuk melaporkan kepada operator yang bersangkutan melalui call center atau gerai resmi operator, yang selanjutnya akan ditindaklanjuti dengan mekanisme pemblokiran yang berlaku," kata Merza. 

Kartu yang diregistrasi secara tidak wajar bisa diidentifikasi berkat rekonsiliasi antara Direktorat Pengendalian Ditjen PPI, Ditjen Dukcapil, operator telekomunikasi dan ATSI. Pemblokiran akan dilaksanakan hingga 30 April. Pemblokiran ini akan dilakukan secara bertahap dan terus menerus. 

ATSI telah bertemu dengan para pemimpin operator untuk mendukung program registrasi. Alasannya karena program tersebut dianggap akan memudahkan pelanggan untuk mendapatkan pelayanan dan juga melindungi pelanggan dari tindakan kriminal yang menyalahgunakan layanan telekomunikasi. 



(MMI)

Bagaimana Kami Menguji

Kami menguji produk dengan subjektif karena mengutamakan pengalaman penggunaan. Meski demikian, kesimpulan yang kami ambil juga didasari sejumlah data dari perangkat lunak tertentu yang kami gunakan untuk melihat kinerja produk.

Khusus untuk menguji perangkat keras dan perangkat lunak komputer, kami menggunakan konfigurasi yang identik untuk tiap produk. Berikut komponen testbed resmi Metrotvnews.com.

Hardware

  • Prosesor: Intel Core i7-7700K, AMD Ryzen 7 1800X
  • Motherboard: ASUS Z270F STRIX Gaming, MSI X370 Gaming Pro Carbon
  • VGA: MSI GTX 1080 Gaming X, ASUS RX 480 STRIX 8GB
  • RAM: Corsair Vengeance LPX 3200MHz (2x8GB)
  • Penyimpanan: Corsair Neutron XTi 240GB
  • PSU: Corsair RM850X
  • Case: MSI DIY Case
  • Monitor: ASUS PB287Q 4K, AOC C3583FQ
  • Keyboard: Logitech G900 Chaos Spectrum, Logitech G402 Hyperion Fury
  • Mouse: Logitech G440, Logitech G240
  • Headset: Logitech G430, Logitech G633

Software

Performa dan Baterai: PCMark 8, 3DMark, Crystal Disk Mark
Gaming: The Witcher 3: Wild Hunt, Ashes of Singularity, Tom CLancy's Ghost Recon Wildlands

Kami juga menggunakan metode pengujian yang sama untuk semua gadget. Meski di pasar tersedia beragam perangkat lunak benchmarking, kami hanya memilih tiga berdasarkan reputasi mereka yang diakui secara internasional, 3DMark dan PCMark 2.0.