Formasi baru komunitas 5G GSMA APAC
Formasi baru komunitas 5G GSMA APAC

Pakai Formasi Komunitas Baru, GSMA Tekankan Peran 5G di Asia Pasifik

Teknologi teknologi telekomunikasi
Lufthi Anggraeni • 22 Oktober 2021 12:04
Jakarta: GSMA, penyedia data dan analisis data industri operator sesuler, mengumumkan pembentukan Komunitas Industri 5G Asia Pasifik (APAC) di Mobile 360 Asia Pasifik.
 
Ekosistem baru yang didirikan bagi mereka yang mencari peluang untuk menghadirkan Industri 4.0 dan transformasi digital dari jaringan 5G, layanan edgecloud, perusahaan IoT (Internet of Things), dan AI (kecerdasan buatan).
 
Komunitas telah dirancang untuk pemangku kepentingan di seluruh rantai nilai termasuk pemerintah dan lembaga-lembaga, asosiasi industri, penyedia jaringan seluler, perusahaan dan pemain industri, penyedia solusi, analis, dan konsultan.  
 
Komunitas Industri 5G APAC terdiri dari 12 anggota, serta komunitas pasar berkembang IoT dan 5G yang ada, yang memiliki lebih dari 500 anggota yang berada di lebih dari 30 negara. Anggota Komunitas Industri 5G APAC yaitu termasuk AIS, Axiata, DEPA, DHL, Globe, Huawei, Kominfo, Maxis, MDEC, Schneider Electric, Telkomsel dan, Viettel.
 
Pandemi Covid-19 telah mempercepat transformasi digital dan lebih banyak bisnis-bisnis yang kini maju dengan teknologi baru, dengan fokus khusus pada 5G. GSMA memperkirakan bahwa 5G akan berkontribusi sebesar USD5 triliun terhadap ekonomi global pada tahun 2025.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Ini karena negara-negara semakin mendapat manfaat dari peningkatan produktivitas dan efisiensi yang disebabkan oleh peningkatan penggunaan layanan seluler. 5G akan menguntungkan semua sektor ekonomi selama periode ini, dengan layanan dan manufaktur melihat dampak paling besar.
 
“Selama pandemi COVID-19, ekosistem seluler bertindak sebagai penyelamat bagi orangorang, bisnis, dan masyarakat. Industri ini menunjukkan ketahanannya, dan sekarang kita harus terus mendorong batas-batas kemungkinan.
 
"Tujuan Komunitas Industri 5G APAC adalah untuk membuka kekuatan konektivitas 5G sehingga orang-orang, industri, dan masyarakat dapat berkembang. GSMA berkomitmen untuk memainkan peran utama dalam mendukung dan memperkuat pekerjaan penting yang dilakukan industri kami saat ini,” kata Kepala GSMA Asia Pasifik, Julian Gorman.
 
Di wilayah Asia Pasifik, sementara di Asia Utara dan kawasan Oseania merupakan pionir global untuk penerapan 5G, masih ada kemajuan signifikan yang harus dicapai di kawasan lain.
 
Ada dorongan untuk memberikan lebih banyak dukungan untuk pendidikan terkait dengan industri, pengembangan ekosistem, inovasi, dan advokasi yang tepat. 
 
Komunitas Industri 5G APAC akan berupaya membangun wadah bagi siapapun yang tertarik dengan 5G dan manfaatnya bagi industri dan perusahaan, untuk terhubung dengan rekan kerja dan berbagi pengetahuan yang dimiliki untuk membangun ekosistem seluler generasi berikutnya.
 
(MMI)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif