Chrome 71 akan Blokir Iklan Jahat
Chrome 71 akan dirilis pada Desember. (MI / Ramdani)
Jakarta: Google akan memblokir semua iklan jahat yang berniat menipu para pengguna Chrome. Mulai Desember, pada peluncuran Chrome 71, Google akan secara otomatis memblokir semua iklan di situs jika iklan itu memberikan pengalaman buruk bagi pengguna. 

Para pemilik situs yang khawatir situsnya akan diblokir oleh program ini akan bisa menggunakan alat Abusive Experiennces dari Google untuk mengetahui apakah iklan pada situs mereka akan menyebabkan masalah, lapor Digital Trends. 

Pada November tahun lalu, Google memperkenalkan perlindungan baru di Chrome untuk melawan metode "trik untuk klik", yaitu usaha untuk mendorong pengunjung mengunjungi situss lain yang tidak ingin mereka kunjungi untuk mencuri identitas mereka atau mendapatkan uang dari kunjungan tersebut.


Chrome 71 merupakan penerus dari sistem perlindungan yang dirilis tahun lalu itu. Pada versi terbarunya, Chrome akan mempertimbangkan apakah sebuah situs mengandung iklan menipu. Dan jika iya, maka mereka akan memblokir semua iklan pada situs itu. 

Untuk mengetahui tentang konten menipu, Google telah melakukan investigasi internal. Contoh iklan menipu adalah yang menyamarkan diri sebagai pesan peringatan dari sistem atau menggunakan tombol "X" palsu untuk mendorong pengguna mengklik tombol itu jika mereka ingin menutup pesan.

Penipuan seperti ini bisa berujung pada serangan phishing dan usaha untuk mencuri informasi dari pengguna. 

Chrome akan menghukum para pemilik situs yang menggunakan iklan jahat dengan menghapuskan semua iklan yang ada pada situs.

Situs yang tertangkap menggunakan iklan jahat memiliki waktu 30 hari untuk memperbaiki iklan yang ditandai oleh Google sebelum mereka akan menghapus semua iklan pada situs itu. 

Sayangnya, perlindungan dari Google ini hanya berlaku pada para pengguna Chrome. 



(MMI)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id

Bagaimana Kami Menguji

Kami menguji produk dengan subjektif karena mengutamakan pengalaman penggunaan. Meski demikian, kesimpulan yang kami ambil juga didasari sejumlah data dari perangkat lunak tertentu yang kami gunakan untuk melihat kinerja produk.

Khusus untuk menguji perangkat keras dan perangkat lunak komputer, kami menggunakan konfigurasi yang identik untuk tiap produk. Berikut komponen testbed resmi Medcom.id

Hardware

  • Prosesor : Intel Core i7-8700K, AMD Ryzen 7 2700X
  • Motherboard : ASUS Z370-A Prime, MSI X470 Gaming Plus
  • RAM : Apacer Panther RAGE 2400 MHz (2x 8GB)
  • VGA : Colorful GTX 1070 X-Top-8G, ASUS ROG Strix RX Vega 64 8G
  • Pendingin : Noctua NH-U21S
  • Storage : Apacer Panther AS340 240GB, Seagate Barracuda 8TB
  • PSU : Corsair RM 850X
  • Monitor : ASUS PB287Q 4K, ASUS MZ27AQ
  • Mouse : Corsair Dark Core SE, Corsair Scimitar Pro
  • Mousepad : Corsair MM1000 Qi, Corsair MM800 Polaris
  • Keyboard : Corsair K63 Wireless, Corsair K70 RGB MK.2 SE
  • Headset : Corsair HS60, Corsair HS70

Software

Performa dan Baterai: PCMark 8, 3DMark, Crystal Disk Mark, CineBench R15 Gaming (PC): The Witcher 3: Wild Hunt, Ashes of Singularity - Escalation, Far Cry 5 Gaming (Mobile): PUBG Mobile

Kami juga menggunakan metode pengujian yang sama untuk semua gadget. Meski di pasar tersedia beragam perangkat lunak untuk benchmark, kami hanya memilih dua berdasarkan reputasi mereka yang diakui secara internasional, 3DMark dan PCMark 2.0.