Ilustrasi.
Ilustrasi.

Tekan Hoaks, Pesan Terusan WhatsApp Maksimal Lima Kali

Teknologi kominfo whatsapp
Cahyandaru Kuncorojati • 22 Januari 2019 06:35
Jakarta: Fitur teruskan pesan di WhatsApp akan dibatasi. Kebijakan ini diumumkan langsung oleh pihak WhatsApp bersama Menteri Komunikasi dan Informatika Rudiantara di kantor Kominfo, Jakarta.
 
"Sekarang kami mengumumkan bahwa pesan terusan di seluruh dunia hanya lima kali, termasuk di Indonesia. Ini dilakukan setelah kami berdiskusi dengan regulator khususnya Menkominfo di Indonesia," ungkap Public Affairs of WhatsApp, Carl Wog.
 
Kebijakan ini sudah diterapkan lebih dulu di India. Sebelumnya, setiap pengguna WhatsApp berkesempatan meneruskan sebuah pesan hingga maksimal 20 kali dengan informasi label "forwarded" atau "diteruskan" di bagian atas pesan.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Serupa dengan kondisi di India, kebijakan ini diambil untuk membatasi perederan pesan yang memicu misinformasi atau hoaks dengan sumber yang tidak jelas.
 
VP Public Policy & Communication WhatsApp, Victoria Grand, yang bertemu Menkominfo menuturkan bahwa sekitar 90 persen pesan WhatsApp bersifat privat atau antara dua orang pengguna, dan 10 persen di antaranya adalah pesan berantai atau yang diteruskan saja.
 
"Modusnya selama ini konten hoaks diunggah di Facebook, di-screenshot lalu take down. Screenshot-nya diviralkan lewat WhatsApp. Kita berupaya mengurangi viralnya ini," timpal Menkominfo Rudiantara.
 
Pihak WhatsApp dan Menkominfo mengakui inisiatif ini adalah demi mendukung kondisi Pemilu 2019 yang lebih kondusif tanpa ramainya hoaks. Pihak WhatsApp menyatakan bahwa update ini segera efektif.
 
"Ini adalah upaya bersama antara WhatsApp dengan pemerintah dari 4-5 negara, termasuk Indonesia, karena di negara-negara tersebut viralitas hoaksnya harus segera ditangani. Dan Indonesia masuk ke negara yang jadi prioritas," jelas Rudiantara.
 

(MMI)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif