Startup asal Jepang mengumumkan masker wajah cerdas bertajuk C-Mask.
Startup asal Jepang mengumumkan masker wajah cerdas bertajuk C-Mask.

Perusahaan Jepang Ciptakan Masker Wajah Pintar, Terhubung ke Ponsel

Teknologi teknologi startup
Lufthi Anggraeni • 29 Juni 2020 15:26
Jakarta: Startup asal Jepang mengumumkan masker wajah cerdas yang terhubung dengan smartphone dan memungkinkan pengguna melakukan panggilan dari jarak jauh, tanpa perlu berbicara secara langsung ke ponsel.
 
Kemampuan mengirimkan pesan teks via ucapan, dipasarkan pengembang bernama Donut Robotics menjadi cara untuk tetap terhubung selama periode pandemik virus korona, seperti yang dilaporkan oleh Forbes.
 
Mengusung nama C-Mask, alat ini sesuai untuk masker wajah berbahan kain yang umum ditemukan di pasar. Alat ini terhubung ke aplikasi via Bluetooth, memungkinkannya melakukan transkripsi ucapan menjadi pesan teks, dan kemudian dikirimkan via smartphone pengguna.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


C-Mask juga dapat menerjemahkan bahasa Jepang ke delapan bahasa lain, dan berkemampuan untuk mengeraskan suara pengguna, jika suara tidak terdengar akibat masker.CEO Donut Robotics Taisuke Ono menyebut telah mengembangkan robot selama beberapa tahun.
 
Donut Robotics juga telah menggunakan teknologi untuk menciptakan produk untuk merespon virus korona membentuk ulang masyarakat saat ini. Jepang akan menjadi negara pertama pemasaran C-Mask, dengan distribusi sebanyak 5.000 unit.
 
Pendistribusian akan dimulai dari bulan September mendatang, dengan harga jual sebesar JPY3.980 atau sekitar USD37,23 (Rp534.027). Donut Robotis juga menargetkan untuk menjual masker cerdas ini di Amerika Serikat, Eropa dan Tiongkok.
 
Tiga wilayah tersebut dinilai menjadi lokasi terdampak virus korona tertinggi, yang mengubah kondisi sosial dan ekonomi mereka. Untuk Donut Robotics, fungsi pengiriman pesan dan penerjemahan hanya merupakan awal dari rencananya untuk C-Mask.
 
Saat ini, masker wajah cerdas ini juga dapat digunakan untuk mencatat dan menghitung waktu, namun pada situsnya, perusahaan asal Jepang ini mencantumkan informasi bahwa pihaknya menargetkan untuk merambah teknologi Augmented Reality (AR) dan Virtual Reality (VR) di masa mendatang.
 
Hingga saat ini, masih belum diketahui keberhasilan Donut Robotics dalam menghadirkan fungsi C-Mask sesuai klaimnya, namun Ono dilaporkan menampilkan minat besar pada perangkat ini. Dengan demikian, sejumlah pihak menilai C-Mask muncul di waktu yang tepat dalam sejarah.
 
Sebagai informasi, akibat pandemik virus korona, industri ponsel mengalami kontraksi pasar terburuk dalam sejarah, pada tahun fiskal yang berakhir di Q1 2020. Gartner melaporkan pada bulan Juni lalu, penjualan smartphone global mengalami penurunan sebesar 20 persen.
 

(MMI)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif