Microsoft. (SHUTTERSTOCK)
Microsoft. (SHUTTERSTOCK)

Microsoft PHK 4.800 Karyawan, Tak Hanya Xbox, Divisi Bisnis Komersial Juga Terdampak

Cahyandaru Kuncorojati • 07 Juli 2026 05:20
Ringkasnya gini..
  • Microsoft memangkas sekitar 4.800 karyawan atau sekitar 2,1 persen dari total tenaga kerjanya secara global.
  • Selain Xbox, sekitar 3.200 posisi di divisi Commercial Business juga ikut terdampak.
  • Microsoft menegaskan PHK kali ini bukan untuk langsung menggantikan pekerjaan dengan AI, meski AI mengubah cara kerja perusahaan.
Jakarta: Microsoft kembali melakukan pemutusan hubungan kerja (PHK) dalam skala besar.
 
Kali ini, perusahaan teknologi asal Amerika Serikat tersebut memangkas sekitar 4.800 karyawan di berbagai divisi, tidak hanya di bisnis game Xbox, tetapi juga di unit Commercial Business yang menangani layanan bisnis perusahaan.
 
Langkah ini memperluas gelombang restrukturisasi yang sebelumnya telah lebih dulu menghantam Xbox.

Dikutip dari Engadget, dari total pengurangan tenaga kerja tersebut, sekitar 3.200 posisi berasal dari divisi di luar Xbox, sementara sekitar 1.600 karyawan Xbox terdampak pada tahap awal, dengan gelombang PHK lanjutan yang masih disiapkan dalam beberapa bulan mendatang.
 
Pengurangan tersebut setara dengan sekitar 2,1 persen dari total tenaga kerja Microsoft secara global.
 

Divisi Commercial Business Ikut Terdampak

Kabar PHK terbaru diumumkan langsung oleh Executive Vice President sekaligus Chief People Officer Microsoft, Amy Coleman, melalui sebuah unggahan resmi perusahaan.
 
Dalam pernyataannya, Coleman mengakui Microsoft kembali melakukan perubahan besar sebagai bagian dari transformasi perusahaan yang terus berlangsung.
 
"Selama saya berada di Microsoft, saya telah melihat perusahaan ini terus bertransformasi. Hal yang membuat perubahan itu mungkin terjadi selalu adalah orang-orang kami, ketangguhan mereka, kreativitas mereka, dan kemauan mereka untuk terus belajar," tulis Coleman.
 
PHK terhadap ribuan karyawan di luar Xbox cukup mengejutkan karena sebelumnya perhatian publik lebih banyak tertuju pada restrukturisasi divisi gaming Microsoft.
 

Microsoft Singgung Peran AI dalam Dunia Kerja

Di tengah maraknya penggunaan kecerdasan buatan (AI), Microsoft juga menyinggung bagaimana teknologi tersebut mulai mengubah pola kerja di dalam perusahaan.
 
Namun Coleman menegaskan bahwa posisi yang dihapus dalam gelombang PHK kali ini tidak secara langsung digantikan oleh AI. "Saya juga ingin menegaskan bahwa posisi yang dihapus hari ini tidak digantikan oleh AI," katanya.
 
Meski demikian, dia mengakui perkembangan AI membuat sebagian pekerjaan yang sebelumnya dilakukan secara manual kini dapat diotomatisasi.
 
"Yang benar adalah AI sedang mengubah cara pekerjaan dilakukan. Beberapa tugas yang kita lakukan setiap hari kini dapat diotomatisasi. Itu berarti kita semua harus terus belajar, membangun keterampilan baru, dan beradaptasi seiring berkembangnya dunia kerja."
 
Pernyataan tersebut memperlihatkan bahwa Microsoft melihat AI sebagai teknologi yang akan semakin memengaruhi kebutuhan keterampilan tenaga kerja di masa mendatang.
 

Restrukturisasi Xbox Berlanjut

Di sisi lain, Microsoft juga melanjutkan restrukturisasi besar di bisnis gaming Xbox. Selain memangkas sekitar 1.600 karyawan, perusahaan dilaporkan tengah menyiapkan gelombang PHK tambahan dengan jumlah yang sama dalam beberapa bulan ke depan.
 
Microsoft juga mengambil langkah reorganisasi terhadap sejumlah studio game. Empat studio, yaitu Compulsion Games, Double Fine, Ninja Theory, dan Undead Labs, akan dipisahkan dari struktur Xbox, sementara Arkane disebut berpotensi ditutup.
 
Sebelumnya, karyawan Xbox telah mengantisipasi langkah tersebut setelah memo internal yang dikirim CEO Xbox Asha Sharma dan COO Matt Booty pada 10 Juni.
 
Dalam memo itu disebutkan bahwa ekspansi besar-besaran melalui akuisisi studio selama satu dekade terakhir, ditambah penjualan perangkat keras Xbox generasi saat ini yang dinilai kurang memuaskan, membuat bisnis tersebut menjadi terlalu besar dan menghadapi tekanan finansial.
 
Dalam pengumuman resmi PHK pada 6 Juli, Sharma kembali menegaskan perlunya perubahan strategi agar bisnis Xbox dapat kembali berjalan lebih efisien.
 

Gelombang PHK Microsoft Berlanjut

PHK kali ini menambah panjang daftar pengurangan tenaga kerja yang dilakukan Microsoft dalam beberapa tahun terakhir.
 
Pada Juli 2025, perusahaan memangkas sekitar 9.000 karyawan dari berbagai divisi, termasuk ratusan pegawai Xbox. Sebelumnya, pada awal 2024, Microsoft juga telah memberhentikan sekitar 1.900 karyawan Xbox.
 
Menjelang pengumuman PHK terbaru, serikat pekerja Xbox yang berada di bawah Communications Workers of America (CWA) bahkan sempat meminta Microsoft melakukan negosiasi dengan itikad baik terkait perlindungan pekerjaan dan proses PHK.
 
Restrukturisasi terbaru ini menunjukkan Microsoft masih terus menata ulang organisasinya di tengah investasi besar pada teknologi AI dan perubahan strategi bisnis di sejumlah lini usaha.
 
 
Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda
(MMI)




TERKAIT

BERITA LAINNYA