OpenAI memperkuat fitur keamanan ChatGPT untuk remaja melalui Study Mode, Parental Controls, notifikasi orang tua, dan perlindungan otomatis berbasis usia.
OpenAI memperkuat fitur keamanan ChatGPT untuk remaja melalui Study Mode, Parental Controls, notifikasi orang tua, dan perlindungan otomatis berbasis usia.

OpenAI Perkuat Fitur Keamanan ChatGPT untuk Remaja, Hadirkan Study Mode dan Kontrol Orang Tua

Cahyandaru Kuncorojati • 26 Juli 2026 10:26
Ringkasnya gini..
  • OpenAI menghadirkan fitur keamanan baru di ChatGPT untuk pengguna remaja, termasuk Study Mode dan Parental Controls.
  • Orang tua kini dapat mengaktifkan Study Mode, mengatur waktu penggunaan, hingga menerima notifikasi pada situasi berisiko.
  • ChatGPT juga menerapkan perlindungan otomatis terhadap konten sensitif bagi pengguna yang diperkirakan berusia di bawah 18 tahun.
Jakarta: OpenAI mengumumkan serangkaian pembaruan fitur keamanan di ChatGPT yang ditujukan bagi pengguna remaja. 
 
Langkah ini dilakukan untuk memastikan remaja tetap dapat memanfaatkan kecerdasan buatan (AI) sebagai sarana belajar, berkreasi, dan meningkatkan produktivitas, tanpa mengabaikan aspek keamanan maupun pendampingan orang tua.
 
Menurut OpenAI, hampir 9 dari 10 remaja yang menggunakan ChatGPT setiap minggu memanfaatkannya untuk belajar, mencari informasi, mengembangkan keterampilan, atau meningkatkan produktivitas. Karena itu, perusahaan menilai akses terhadap AI perlu diimbangi dengan perlindungan yang dirancang khusus sesuai usia pengguna.

OpenAI menyatakan membatasi akses AI hingga seseorang berusia 18 tahun dinilai tidak lagi relevan, sama seperti membatasi akses internet atau mesin pencari pada generasi sebelumnya. 
 
Namun, perusahaan menegaskan bahwa akses tersebut harus disertai mekanisme perlindungan yang sesuai bagi remaja.
 

OpenAI Perluas Fitur Keamanan ChatGPT untuk Remaja

Selama satu tahun terakhir, OpenAI mengembangkan berbagai fitur untuk meningkatkan keamanan pengguna berusia di bawah 18 tahun.
 
Beberapa pembaruan yang diperkenalkan meliputi sistem prediksi usia (age prediction), perluasan Parental Controls, penyediaan panduan bagi keluarga, hingga fitur pembelajaran yang dirancang untuk membantu siswa memahami materi, bukan sekadar memperoleh jawaban instan.
 
OpenAI menyebut pendekatan tersebut didasarkan pada empat prinsip utama, yakni mengutamakan keselamatan remaja, mendorong dukungan dari lingkungan sekitar ketika dibutuhkan, memperlakukan remaja sesuai tahap perkembangannya, serta memberikan informasi yang transparan mengenai cara kerja perlindungan yang diterapkan.
 
OpenAI Perkuat Fitur Keamanan ChatGPT untuk Remaja, Hadirkan Study Mode dan Kontrol Orang Tua
 

Study Mode Kini Bisa Diaktifkan Orang Tua

Salah satu pembaruan utama adalah perluasan Study Mode. Sebelumnya, fitur ini hanya dapat diaktifkan oleh pengguna. Kini, orang tua yang memiliki akun ChatGPT yang terhubung dengan akun remaja juga dapat mengaktifkan Study Mode melalui Parental Controls.
 
Saat diaktifkan, Study Mode akan menjadi mode bawaan setiap kali remaja memulai percakapan baru di ChatGPT.
 
Berbeda dengan chatbot yang langsung memberikan jawaban, fitur ini dirancang untuk membantu proses belajar melalui pertanyaan pemandu, penjelasan bertahap, dan ruang refleksi agar pengguna memahami konsep yang dipelajari.
 
OpenAI mengatakan Study Mode dikembangkan bersama guru, ilmuwan pendidikan, dan pakar pedagogi sebagai bagian dari upaya mendukung proses pembelajaran yang lebih aktif.
 
Selain itu, ChatGPT kini juga menghadirkan starter prompts khusus pendidikan yang memudahkan remaja memulai aktivitas seperti membuat panduan belajar, mengubah catatan menjadi ringkasan, menyusun flashcard, membuat soal latihan, hingga memeriksa kejelasan dan validitas informasi.
 
Perusahaan juga memperluas pengalaman belajar interaktif di bidang matematika dan sains. Saat ini, sekitar 18 juta pengguna mingguan memanfaatkan pengalaman interaktif tersebut, yang telah mencakup lebih dari 300 topik, mulai dari integral, mitosis, fotosintesis, hingga fase bulan.
 

Proteksi Otomatis untuk Pengguna di Bawah 18 Tahun

OpenAI menjelaskan bahwa apabila sistem memperkirakan seorang pengguna berusia di bawah 18 tahun, ChatGPT akan secara otomatis memberikan pengalaman yang lebih sesuai dengan kelompok usia tersebut.
 
Remaja tetap dapat menggunakan ChatGPT untuk belajar, berkreasi, dan mengeksplorasi berbagai topik, tetapi dengan perlindungan tambahan terhadap konten yang dinilai berisiko.
 
Perlindungan tersebut mencakup pembatasan terhadap konten yang mengandung kekerasan grafis, pembahasan terkait menyakiti diri sendiri, tantangan viral berbahaya, citra tubuh yang tidak sehat, hingga roleplay romantis atau seksual yang dinilai tidak sesuai untuk remaja.
 
OpenAI menegaskan tujuan utama kebijakan ini adalah menjaga agar ChatGPT tetap menjadi alat bantu belajar dan kreativitas, bukan pengganti hubungan sosial di dunia nyata.
 

Orang Tua Dapat Menerima Notifikasi Risiko

Selain memperluas Parental Controls, OpenAI juga menambahkan fitur notifikasi kepada orang tua pada kondisi tertentu.
 
Melalui fitur tersebut, orang tua dapat mengatur jam penggunaan (quiet hours), menonaktifkan Voice Mode, mengelola akses ke fitur pembuatan gambar, hingga menerima pemberitahuan apabila sistem mendeteksi situasi berisiko, seperti indikasi potensi menyakiti diri sendiri.
 
Ke depan, OpenAI juga akan memperluas notifikasi ketika akun remaja yang terhubung dinonaktifkan karena melanggar kebijakan penggunaan terkait ancaman atau tindakan kekerasan.
 
Perusahaan menyebut pendekatan tersebut bertujuan membantu keluarga mengetahui ketika terjadi situasi serius, sekaligus tetap menjaga privasi remaja dan mendorong percakapan secara langsung di lingkungan keluarga.
 
Dalam mengembangkan fitur tersebut, OpenAI menggandeng sejumlah organisasi eksternal, termasuk Moonshot, yang bergerak di bidang pencegahan kekerasan daring.
 
Pendiri sekaligus CEO Moonshot, Vidhya Ramalingam, menilai pemberitahuan kepada orang tua menjadi langkah penting agar keluarga dapat memberikan dukungan lebih dini ketika muncul tanda-tanda risiko pada anak.
 

OpenAI Gandeng Pakar dan Organisasi Keselamatan Anak

OpenAI mengatakan pengembangan fitur keamanan remaja dilakukan melalui kolaborasi dengan guru, siswa, pakar keselamatan anak, profesional kesehatan mental, peneliti, pemerintah, hingga organisasi masyarakat sipil.
 
Perusahaan juga bekerja sama dengan berbagai organisasi seperti American Federation of Teachers, American Psychological Association, Common Sense Media, everyone.ai, hingga Family Online Safety Institute (FOSI).
 
Ke depan, OpenAI menyatakan akan terus memperkuat perlindungan berdasarkan usia, menambah kendali bagi orang tua, meningkatkan perlindungan terhadap risiko serius, serta mengembangkan pengalaman belajar yang lebih interaktif agar remaja dapat memanfaatkan AI secara aman dan bertanggung jawab.
 
 
Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda
(MMI)




TERKAIT

BERITA LAINNYA