CEO Apple John Ternus menyebut iPhone sebagai pusat AI pribadi, dengan pemrosesan yang menggabungkan perangkat dan Private Cloud Compute.
CEO Apple John Ternus menyebut iPhone sebagai pusat AI pribadi, dengan pemrosesan yang menggabungkan perangkat dan Private Cloud Compute.

John Ternus Ngaku iPhone Sekarang Jadi Pusat AI

Lufthi Anggraeni • 21 September 2026 10:11
Ringkasnya gini..
  • CEO Apple John Ternus menyebut iPhone sebagai perangkat ideal untuk menjadi pusat AI pribadi.
  • Apple membagi pemrosesan AI antara iPhone dan Private Cloud Compute untuk menangani kebutuhan berbeda.
  • Strategi Apple menempatkan iPhone sebagai penghubung utama AI dengan perangkat lain dalam ekosistemnya.
Jakarta: John Ternus, CEO baru Apple, menegaskan kembali posisi iPhone sebagai perangkat utama dalam strategi kecerdasan buatan (AI) perusahaan. Dalam keynote pertamanya sebagai CEO pada acara Surprise and Shine pada tanggal 9 September 2026, Ternus menggambarkan perangkat AI ideal sebagai pusat pribadi cerdas atau intelligent personal hub. 

Setelah memaparkan karakteristik perangkat tersebut, ia mengarahkan konsep itu kepada iPhone. Sebagai pengingat, Ternus resmi menggantikan Tim Cook sebagai CEO Apple pada tanggal 1 September 2026. 

Cook kini menjabat sebagai Executive Chairman Apple. Sebelum menjadi CEO, Ternus menjabat sebagai Senior Vice President Hardware Engineering dan telah bekerja di Apple sejak 2001. Pernyataan mengenai iPhone sebagai pusat AI muncul ketika Apple tengah memperluas pemanfaatan AI di berbagai produknya.

Mengutip Phone Arena, pendekatan tersebut menunjukkan bahwa Apple masih menempatkan smartphone sebagai perangkat utama untuk berinteraksi dengan teknologi AI, alih-alih memperkenalkan perangkat keras khusus yang sepenuhnya terpisah dari iPhone.
 

Ternus Gambarkan iPhone sebagai Hub AI

Dalam presentasinya, Ternus meminta audiens membayangkan perangkat AI ideal yang dibuat dari awal. Perangkat tersebut, menurut penjelasannya, perlu memiliki koneksi yang selalu aktif, layar berukuran memadai, kamera dan mikrofon berkualitas tinggi, daya tahan baterai panjang, serta kemampuan terhubung dengan perangkat lain yang digunakan pemiliknya tanpa membutuhkan proses pembelajaran rumit.

Setelah menggambarkan karakteristik tersebut, Ternus menyatakan bahwa perangkat yang memenuhi kebutuhan itu pada dasarnya sudah tersedia dalam bentuk iPhone. Apple juga menggunakan konsep serupa dalam materi untuk iPhone 18 Pro dengan menyebut smartphone tersebut sebagai intelligent personal hub yang menempatkan privasi dan keamanan sebagai bagian penting dari rancangan.

Konsep ini menjadi bagian dari arah Apple dalam mengintegrasikan AI dengan perangkat yang sudah dimiliki pengguna. Alih-alih menjadikan AI sebagai alasan untuk membeli perangkat baru, Apple menempatkan iPhone sebagai pusat pemrosesan sekaligus akses terhadap berbagai kemampuan AI.

Dari sisi arsitektur, pendekatan tersebut tidak hanya bergantung pada pemrosesan di cloud. Apple membagi pemrosesan AI antara perangkat dan Private Cloud Compute. Permintaan yang dapat ditangani secara lokal diproses menggunakan model pada iPhone, sementara permintaan yang lebih berat dapat diteruskan ke infrastruktur Private Cloud Compute berbasis Apple silicon.

Apple sebelumnya juga menjelaskan bahwa Private Cloud Compute dirancang untuk memproses permintaan AI yang lebih kompleks dengan pendekatan privasi tertentu. Dalam arsitektur tersebut, perangkat menjadi titik awal untuk menjalankan berbagai fungsi AI, sementara cloud digunakan ketika kapasitas pemrosesan tambahan diperlukan.

Apples-new-CEO-says-the-iPhone-is-already-perfect
 

Strategi Apple Berhadapan dengan Android

Pendekatan Apple tersebut hadir di tengah persaingan AI yang semakin erat di industri smartphone. Samsung dan Google telah lebih dahulu mengintegrasikan kemampuan AI berbasis konteks pribadi ke dalam perangkat mereka.

Sebagai informasi, Galaxy S26 Ultra dan perangkat Pixel telah menggunakan Gemini dengan kemampuan yang memanfaatkan konteks pribadi pengguna. Dengan demikian, gagasan menjadikan smartphone sebagai pusat interaksi AI bukan hanya pendekatan Apple.

Perbedaannya terletak pada ekosistem dan cara masing-masing perusahaan mengintegrasikan AI. Apple menempatkan iPhone sebagai pusat bagi layanan AI sekaligus perangkat lain dalam ekosistemnya. Sementara itu, perangkat Apple berikutnya dilaporkan juga akan tetap memiliki ketergantungan terhadap iPhone. 

Smart glasses Apple yang diperkirakan hadir pada masa mendatang disebut membutuhkan iPhone, begitu pula AirPods dengan kamera yang sedang dikembangkan. Laporan tersebut mengutip perkiraan Mark Gurman mengenai arah perangkat Apple berikutnya.

Sebagai pengingat, Apple telah memiliki ekosistem perangkat yang mencakup iPhone, iPad, Mac, Apple Watch, dan AirPods. Dalam konteks AI, strategi tersebut memungkinkan iPhone berfungsi sebagai penghubung antara berbagai perangkat sekaligus menjadi sumber pemrosesan dan konteks bagi layanan yang digunakan pengguna.

Ternus juga menyampaikan visi tersebut pada awal masa jabatannya sebagai CEO. Apple secara resmi mengangkatnya menggantikan Tim Cook efektif pada tanggal 1 September 2026 setelah sebelumnya Ternus memimpin bidang rekayasa perangkat keras selama bertahun-tahun.
 

Apple Pilih Memperkuat iPhone

Strategi menjadikan iPhone sebagai pusat AI juga berkaitan dengan perkembangan perangkat AI khusus dari perusahaan teknologi lain. Sementara itu, laporan Mark Gurman menyebut bahwa OpenAI sedang mengembangkan perangkat keras AI bersama Jony Ive. 

Namun, laporan tersebut menyebut perangkat pertama OpenAI diperkirakan belum hadir sebelum Februari 2027 dan disebut lebih menyerupai speaker pintar dengan kamera dibandingkan pengganti smartphone.

Dalam situasi tersebut, Apple tampaknya memilih memperkuat perangkat yang sudah menjadi bagian utama ekosistemnya. iPhone memiliki prosesor, konektivitas, baterai, kamera, mikrofon, serta layar dalam satu perangkat. Komponen tersebut membuat smartphone dapat menjalankan pemrosesan AI lokal sekaligus terhubung dengan layanan cloud.

Apple juga memiliki distribusi perangkat dalam skala besar. Karena itu, pengembangan AI untuk iPhone memungkinkan perusahaan menghadirkan kemampuan tersebut langsung kepada pengguna perangkat yang sudah ada, tanpa harus membangun kategori perangkat baru terlebih dahulu.

Namun, posisi iPhone sebagai pusat AI juga membuat perkembangan Siri AI menjadi bagian penting dari strategi tersebut. Sementara itu, beredar perbandingan dengan Gemini dan menyoroti bahwa pengalaman asisten AI Apple masih menjadi salah satu bagian dari ekosistem yang terus dikembangkan.

Dengan demikian, pernyataan Ternus tidak hanya berkaitan dengan desain iPhone saat ini, tetapi juga menggambarkan arah Apple dalam membangun ekosistem AI. iPhone diposisikan sebagai perangkat yang menghubungkan pemrosesan lokal, layanan cloud, aplikasi, serta perangkat Apple lainnya.

Bagi Apple, pendekatan tersebut berarti masa depan AI tidak harus selalu hadir melalui perangkat baru. Apple justru menempatkan iPhone sebagai fondasi untuk mengembangkan pengalaman AI di berbagai kategori produk yang akan datang.

Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda

(MMI)




TERKAIT

BERITA LAINNYA