Foto: Alibaba Cloud
Foto: Alibaba Cloud

Peta Jalan AI Full-Stack dan Target 20GW Alibaba Cloud pada 2032

Mohamad Mamduh • 28 September 2026 15:09
Ringkasnya gini..
  • Komitmen perusahaan untuk memperluas kapasitas pusat data global yang dioperasikan Alibaba Cloud hingga melampaui 20 Gigawatt (GW) pada tahun 2032.
  • Alibaba juga memperbarui lini model multimodal, seperti Qwen3.8-LiveTranslate untuk penerjemahan simultan berlatensi rendah.
  • Context Engine menghadirkan Agent Context serta data lakehouse OpenLake guna menyediakan memori jangka panjang dan data real-time yang efisien.
Jakarta: Alibaba secara resmi mengumumkan peta jalan strategi AI full-stack dalam ajang tahunan Apsara Conference 2026 yang mengusung tema “Intelligence Goes Beyond”. Inovasi komprehensif ini mencakup pembaruan chip AI, infrastruktur cloud, model multimodal generasi terbaru, hingga platform agen AI untuk perangkat seluler.

CEO Alibaba Group, Eddie Wu, menegaskan komitmen perusahaan untuk memperluas kapasitas pusat data global yang dioperasikan Alibaba Cloud hingga melampaui 20 Gigawatt (GW) pada tahun 2032 demi memenuhi lonjakan permintaan komputasi AI yang terus meningkat pesat.

Chairman Alibaba Group, Joe Tsai, menjelaskan bahwa fokus utama era baru ini adalah membawa kecerdasan buatan dari sekadar terobosan teknis menuju penciptaan nilai nyata yang mampu meningkatkan produktivitas di berbagai sektor industri. Senada dengan hal tersebut, Eddie Wu mengungkapkan bahwa aktivitas berpikir mesin saat ini masih kurang dari 3 persen dibandingkan total kapasitas berpikir manusia, sehingga ruang pertumbuhan kecerdasan buatan di masa depan masih sangat luas.

Pada pilar model fondasi, Alibaba mengonfirmasi bahwa model generasi berikutnya, Qwen 4, telah memasuki tahap pelatihan, disusul rencana pengembangan Qwen 4.5 dan Qwen 5 yang diproyeksikan mencapai skala 5 hingga 10 triliun parameter. Selain itu, kemampuan Recursive Self-Improvement (RSI) pada Qwen3.8-Max terbukti mampu meningkatkan performa model secara mandiri dalam perancangan alur kerja hingga desain chip.

Alibaba juga memperbarui lini model multimodal, seperti Qwen3.8-LiveTranslate untuk penerjemahan simultan berlatensi rendah, Qwen-Audio-3.1-TTS-Next untuk tata suara sinematik, serta Qwen-Image 3.1 untuk pembuatan desain visual cepat yang dijadwalkan meluncur akhir tahun. Untuk menjangkau pengguna seluler, Alibaba meluncurkan Qwen Intelligence sebagai solusi agentic full-stack bagi produsen ponsel pintar.

Di sektor perangkat keras, unit desain chip Alibaba, T-Head, memperkenalkan akselerator AI Zhenwu V900 yang menghadirkan performa tiga kali lebih tinggi dibandingkan pendahulunya, dibekali memori GPU 216 GB dan bandwidth antarchip 1.200 GB per detik dengan target produksi massal pada kuartal pertama 2027. Perusahaan juga menyiapkan peta jalan CPU Yitian 720 dan Yitian 730 yang dirancang khusus untuk pemrosesan agentic AI.

Melengkapi ekosistem tersebut, Alibaba Cloud meluncurkan strategi agentic cloud yang berfokus pada tiga lapisan utama. Lapisan AI Native Cloud mengintegrasikan Platform for AI, sistem penyimpanan Cloud Parallel File Storage yang menekan biaya hingga 69 persen, serta jaringan HPN 8.0 Pro.

Sementara itu, lapisan Agent Native Cloud menyediakan platform AgentCore dan Agent Security Center untuk mengamankan operasional agen AI tingkat perusahaan. Terakhir, Context Engine menghadirkan Agent Context serta data lakehouse OpenLake guna menyediakan memori jangka panjang dan data real-time yang efisien.

Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda

(MMI)




TERKAIT

BERITA LAINNYA