Singapura: Adopsi AI dan platform pengelolaan data di Indonesia dinilai menunjukkan perkembangan yang sangat positif dan tidak tertinggal dibandingkan negara-negara lain di kawasan Asia Pasifik. Sektor perbankan dan industri jasa keuangan nasional bahkan tercatat menjadi salah satu pelopor paling awal dalam mengintegrasikan infrastruktur data modern.
Senior Regional Vice President Asia Pacific & Japan (APJ) Cloudera, Remus Lim, menegaskan bahwa lanskap enterprise di Indonesia bergerak sangat adaptif terhadap perkembangan teknologi terkini. Menurutnya, anggapan bahwa pasar Indonesia lambat dalam merangkul inovasi AI tidaklah tepat.
"Saya tidak melihat Indonesia tertinggal. Banyak dari pelanggan kami, terutama institusi perbankan, telah mengadopsi platform pengelolaan data dan analitik modern sejak tahap yang sangat awal," ujar Remus dalam sesi wawancara khusus ajang Cloudera Evolve 2026 di Singapura.
Remus menjelaskan, industri di Indonesia khususnya sektor perbankan, telekomunikasi, dan layanan publik, beroperasi di bawah regulasi kedaulatan data dan kepatuhan privasi yang ketat. Kondisi ini membuat enterprise di Tanah Air lebih matang dalam merancang arsitektur AI mereka, alih-alih sekadar memindahkan seluruh beban kerja ke public cloud luar negeri.
"Bagi perbankan dan sektor teregulasi, perlindungan data nasabah adalah prioritas utama. Oleh karena itu, pendekatan hybrid dan pembangunan Private Sovereign AI Factory di data center lokal menjadi pilihan paling rasional guna menjamin kepatuhan aturan kedaulatan data sekaligus menjaga efisiensi operasional," jelas Remus.
SVP Global Sales & Revenue Cloudera, Brian Rosso, menambahkan bahwa tantangan umum institusi perbankan dan korporasi besar adalah keberadaan sistem komputasi warisan yang telah beroperasi selama bertahun-tahun. Untuk menjawab tantangan tersebut, Cloudera menghadirkan solusi Cloudera Anywhere Cloud dengan pendekatan modular yang memungkinkan integrasi kapabilitas AI tanpa perlu membongkar total sistem yang sudah ada.
"Perusahaan tidak perlu mengganti seluruh infrastruktur yang mereka miliki. Dengan pendekatan modular dan kapabilitas write once, deploy anywhere, korporasi dapat menjalankan model AI di atas data center lokal, cloud, maupun lingkungan terisolasi dengan satu lapisan tata kelola terpadu," papar Brian.
Lebih lanjut, Brian menekankan bahwa keberhasilan implementasi AI di Indonesia ke depan sangat bergantung pada kejelasan studi kasus bisnis yang mampu mencetak imbal hasil investasi (ROI) nyata, alih-alih sekadar proyek eksperimen yang terhenti di tahap uji coba.
Guna mempercepat proses tersebut, Cloudera membentuk unit khusus bernama tim Applied AI di tingkat regional. Tim yang terdiri dari data scientist dan engineer ini diterjunkan langsung untuk mendampingi korporasi merancang use case riil, mulai dari personalisasi penawaran nasabah hingga otomatisasi operasional agar inisiatif AI dapat segera beroperasi di lini produksi komersial secara aman dan terukur.
Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda
FOLLOW US
Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan