Deputy CEO & COO Arsari Group, Aryo P.S. Djojohadikusumo.
Deputy CEO & COO Arsari Group, Aryo P.S. Djojohadikusumo.

Patungan Indosat dan Hashim, RAIA Grid Mulai Rakit GPU AI NVIDIA B300 di Indonesia Desember 2026

Cahyandaru Kuncorojati • 27 Agustus 2026 09:19
Ringkasnya gini..
  • RAIA Grid menargetkan perakitan GPU AI NVIDIA B300 dimulai Desember 2026.
  • Fasilitas di sekitar Jakarta disiapkan dengan capex US$22 juta.
  • Produksi awal ditargetkan mencapai 140-150 unit GPU B300.
Jakarta: PT Infra Fiber Teknologi (IFT) atau RAIA Grid menargetkan mulai merakit GPU AI NVIDIA B300 di Indonesia pada Desember 2026. Untuk tahap awal, perusahaan menyiapkan belanja modal atau capex sekitar USD22 juta, setara sekitar Rp389,7 miliar.
 
Rencana tersebut diumumkan Deputy CEO & COO Arsari Group, Aryo P.S. Djojohadikusumo, putra dari pengusaha dan pendiri Arsari Group yaitu Hashim Djoohadikusumo dalam acara di Jakarta, Rabu, 26 Agustus 2026. IFT merupakan perusahaan patungan Arsari Group dan Indosat Ooredoo Hutchison.
 
“Saya ingin mengumumkan akhir tahun ini, Desember 2026, kami IFT, mulai melakukan manufacturing, GPU assembly di Indonesia,” ungkap Aryo.  

Produksi Awal Capai 140-150 GPU

Fasilitas perakitan yang berlokasi di sekitar Jakarta tersebut diproyeksikan memiliki kapasitas awal sekitar 140 hingga 150 unit GPU.

CFO RAIA Grid Hendra Purnama mengatakan fasilitas tersebut ditujukan untuk menopang kebutuhan ekosistem data center di Indonesia. GPU yang dirakit di dalam negeri nantinya akan digunakan untuk mendukung kebutuhan komputasi di berbagai wilayah.
 
Jenis GPU yang menjadi fokus awal adalah NVIDIA B300, yang juga dikenal sebagai Blackwell Ultra. GPU tersebut ditujukan untuk kebutuhan komputasi AI, termasuk pemrosesan large language model (LLM).
 
RAIA Grid membangun fasilitas tersebut melalui kemitraan dengan Indosat dan dukungan teknologi dari NVIDIA.
 

Permintaan Data Center Jadi Pendorong

Patungan Indosat dan Hashim, RAIA Grid Mulai Rakit GPU AI NVIDIA B300 di Indonesia Desember 2026
 
Langkah ini muncul di tengah meningkatnya kebutuhan infrastruktur data center di Indonesia. Aryo memberikan gambaran mengenai besarnya permintaan tersebut dengan menyebut kebutuhan dari perusahaan teknologi asal China saja telah mencapai sekitar 1 GW dalam setahun terakhir.
 
“Tahun ini saja kebutuhan satu negara, untuk aplikasi saja [di luar kebutuhan AI] sudah 1 GW, kalau Indonesia tak bisa delivered mereka taruh di negara lain,” kata Aryo.
 
Pernyataan tersebut menggambarkan persaingan Indonesia dengan negara lain dalam menyediakan kapasitas infrastruktur digital untuk perusahaan teknologi global. Ketika kapasitas yang dibutuhkan tidak tersedia, permintaan berpotensi dialihkan ke negara tetangga.
 

B300 Dibawa untuk Kebutuhan AI

NVIDIA B300 merupakan GPU yang dirancang sebagai akselerator komputasi AI. Dalam ekosistem data center, perangkat semacam ini dibutuhkan untuk menangani beban kerja AI dengan skala besar, termasuk pelatihan maupun menjalankan model bahasa berukuran besar.
 
B300 juga disebut sebagai Blackwell Ultra, penerus dari arsitektur Blackwell sebelumnya. Salah satu peningkatan yang disorot adalah kapasitas memori yang lebih besar untuk menangani beban kerja AI.
 
Dengan rencana produksi lokal, RAIA Grid tidak hanya ingin memenuhi kebutuhan perangkat keras di dalam negeri. Perusahaan juga berharap keberadaan fasilitas ini dapat menarik lebih banyak pemain dalam rantai pasok semikonduktor global ke Indonesia.
 

Pabrik GPU Jadi Bagian dari Infrastruktur Digital

CEO RAIA Grid Hendri Mulya Syam mengatakan GPU yang dirakit nantinya akan mendukung data center di berbagai wilayah Indonesia. Menurutnya, pengembangan manufaktur tersebut merupakan bagian dari upaya membangun ekosistem infrastruktur digital yang lebih lengkap.
 
Langkah tersebut berjalan beriringan dengan rencana RAIA Grid membangun infrastruktur konektivitas. Perusahaan sebelumnya memperkenalkan platform yang menggabungkan jaringan fiber dengan kemampuan teknologi digital untuk mendukung kebutuhan 5G, fiber-to-the-home (FTTH), serta koneksi antardata center.
 
Hendri mengatakan perusahaan juga menyiapkan platform digital untuk mendukung pengelolaan jaringan.
 
“Kita juga siapkan digital platform-nya untuk memudahkan operasional. Kami ingin menjadi ‘the best autonomous network’,” kata Hendri.
 
Pembangunan fasilitas GPU dengan capex US$22 juta menjadi salah satu langkah RAIA Grid memperluas cakupan bisnisnya dari konektivitas menuju infrastruktur komputasi.
 
Target jangka pendeknya cukup spesifik: perakitan dimulai Desember 2026 dengan kapasitas sekitar 140-150 GPU B300. Jika berjalan sesuai rencana, fasilitas ini akan menjadi salah satu bagian dari rantai infrastruktur AI yang dibangun di dalam negeri untuk memenuhi kebutuhan data center Indonesia yang terus berkembang.
 
 
Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda
(MMI)




TERKAIT

BERITA LAINNYA