Ilustrasi by Medcom.id
Ilustrasi by Medcom.id

Digigarda Maksimalkan Peluang Ekosistem Digital Industri Sekuriti

Rendy Renuki H • 16 Juli 2021 11:06
Jakarta: Laju perkembangan teknologi digital saat ini sangat pesat, hampir di semua sektor
industri. Setiap pelaku usaha harus cermat dalam mengikuti perkembangan tersebut.
 
Penerapan SaaS (Sofware as a Service) berbasis cloud computing dan aplikasi sudah lebih mudah dikembangkan dan digunakan. Berbeda jika dibandingkan 10 tahun lalu, saat penerapan teknologi informasi membutuhkan biaya investasi awal, pengoperasian dan perawatan yang besar.
 
Beban investasi akhirnya menjadi penghambat bagi pemanfaatan teknologi, khususnya di industri sekuriti. Absennya ekosistem digital dalam industri sekuriti coba dimaksimalkan menjadi peluang yang diambil dan terus dikembangkan oleh Digigarda.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


CEO dan Co-founder PT. Digigarda Solusi Asia, Aditya P. Warsito mengatakan workforce, documentation, dan information adalah tiga elemen kunci keberhasilan kegiatan operasional pengamanan. Ketiga elemen itu belum terintegrasi pada sebuah sistem dalam pola konvensional, sehingga proses konsolidasi data harus dilakukan manual dan rentan kesalahan administrasi.
 
"Bisa dibayangkan, betapa repotnya kegiatan administrasi yang harus dilakukan oleh BUJP (Badan Usaha Jasa Pengamanan) untuk mengonsolidasi semua data tersebut hingga menjadi laporan dan dokumen penagihan," tutur Aditya, dalam keterangannya, Sabtu 16 Juli 2021.
 
"Teknologi sudah semakin terjangkau dan mudah, sehingga penerapan teknologi di industri pengamanan bukan menjadi halangan dan momok bagi pelaku usaha. Jumlah pengguna smartphone saat ini sudah sangat banyak, dengan hadirnya Digigarda kami ingin bermitra dan membantu seluruh stakeholder, di mana tugas dan pengembangan aplikasi dan ekosistem menjadi tanggung jawab Digigarda," lanjutnya.
 
Aditya menyampaikan, saat ini Digigarda sudah mengantongi ijin Tanda Daftar Penyelenggara Sistem Elektronik dari Kementerian Komunikasi dan Informatika. Di mana pengoperasian sistem dan pengolahan data harus berada di wilayah RI menjadi salah satu persyaratan utama yang harus dipenuhi.
 
Sudah terpenuhinya persyaratan tersebut, saat ini Digigarda dipercaya dan sudah digunakan untuk menunjang kegiatan pengamanan di beberapa objek vital nasional di Indonesia. Kerja sama dengan beberapa startup fintech dan insurtech semakin memperkuat fungsi digital ecosystem yang di bangun Digigarda.
 
"Saat ini kami memberikan kemudahan kepada mitra yang sudah menggunakan ekosistem kami untuk mendapatkan pendanaan dari fintech official partner kami, sehingga cashflow perusahaan dapat terjaga," ungkap Aditya.
 
"Untuk mitra yang masih belum mendapatkan sertifikasi, kami juga dapat memberikan pendanaan khusus pendidikan dan pengembangan kemampuan. Opsi mendapatkan asuransi dengan biaya terjangkau bagi anggota sekuriti dari Pasarpolis sebagai insurtech official partner Digigarda juga menjadi pelengkap ekosistem digital yang dapat dimanfaatkan," sambungnya.
 
Sementara, Darly Siregar, pakar senior industri sekuriti Indonesia, mengatakan sekuriti mengambil peran sebagai aset perusahaan paling berharga dalam mengemban fungsi dan tanggung jawab pelaksanaan dalam rangka mengamankan aset, kegiatan, informasi dan business process perusahaan.
 
"Sehingga pengawasan, pengendalian serta pembinaan harus dapat dilakukan secara real-time, digitalisasi sistem keamanan adalah suatu keniscayaan bagi industri," tuturnya yang juga menjadi salah satu board of advisor Digigarda.
 
(REN)




LEAVE A COMMENT
LOADING
social
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif