KORIKA dan AI Singapore meluncurkan Project NUSA untuk mengembangkan AI tepercaya, memperkuat kolaborasi industri, dan mendorong pertumbuhan ekonomi.
KORIKA dan AI Singapore meluncurkan Project NUSA untuk mengembangkan AI tepercaya, memperkuat kolaborasi industri, dan mendorong pertumbuhan ekonomi.

KORIKA dan AI Singapore Meluncurkan Project NUSA

Lufthi Anggraeni • 23 Oktober 2026 19:58
Ringkasnya gini..
  • KORIKA dan AI Singapore meluncurkan Project NUSA untuk mempercepat adopsi AI tepercaya dan mendorong pertumbuhan ekonomi.
  • Project NUSA memiliki dua fondasi yaitu tata kelola AI sumber terbuka serta data dan pengetahuan lokal yang siap digunakan AI.
  • Sebanyak 20 organisasi terlibat dalam ekosistem awal, dengan pengembangan solusi di Indonesia dan Singapura sebelum potensi ekspansi regional.
Jakarta: KORIKA (Kolaborasi Riset dan Inovasi Kecerdasan Artifisial) Indonesia dan AI Singapore (AISG) meluncurkan Project NUSA (Network for Unified, Secure AI), inisiatif kolaboratif untuk mendorong pertumbuhan ekonomi melalui pemanfaatan kecerdasan buatan (AI) secara aman, tepercaya, dan sesuai kebutuhan lokal. 

Peluncuran berlangsung di Bali pada tanggal 21 Oktober 2026 lalu. Sebagai informasi, Project NUSA dirancang untuk mendukung strategi nasional AI Indonesia dan Singapura melalui pengembangan fondasi teknologi serta pengetahuan lokal yang dapat digunakan bersama. 

Inisiatif ini melibatkan pelaku industri, perusahaan teknologi, dan institusi pendidikan untuk meningkatkan produktivitas, memperkuat daya saing, menarik investasi, menciptakan lapangan kerja, serta membuka peluang ekonomi baru.

Kolaborasi tersebut juga diarahkan untuk menjembatani strategi nasional AI dengan penerapan nyata di berbagai sektor. Melalui fondasi bersama, organisasi diharapkan dapat mengembangkan solusi AI sesuai kebutuhan tanpa harus membangun seluruh komponen teknologi dari awal.
 
Media briefing Project NUSA
 

Dua Fondasi Utama Project NUSA

Project NUSA dibangun di atas dua fondasi utama, yaitu Open-Source AI Governance serta Open Data and AI-Ready Knowledge. Open-Source AI Governance berfokus pada tata kelola AI yang aman dan bertanggung jawab. 

Cakupannya meliputi pengaturan akses, pengawasan aktivitas agen AI (AI agents), serta akuntabilitas dalam penggunaannya. Fondasi ini ditujukan untuk mendukung pemanfaatan AI dengan mekanisme pengawasan lebih terstruktur.

Sementara itu, Open Data and AI-Ready Knowledge berfokus pada pengolahan data yang secara hukum dapat dibagikan menjadi pengetahuan tepercaya. Dengan pendekatan tersebut, AI diharapkan mampu memahami bahasa, regulasi, serta konteks lokal dengan lebih baik.

Kedua fondasi ini dirancang untuk mempermudah organisasi mengembangkan dan mengadopsi solusi AI sekaligus mempercepat inovasi relevan dengan kebutuhan industri dan masyarakat. Penerapannya tetap memperhatikan keamanan data, kepatuhan terhadap regulasi, serta pengawasan manusia dalam pengambilan keputusan berisiko tinggi.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Republik Indonesia Airlangga Hartarto menekankan bahwa kepercayaan menjadi faktor penting untuk memperluas pemanfaatan AI.

“AI harus mampu meningkatkan produktivitas dan daya saing, menarik investasi, menciptakan lapangan kerja, serta mendorong pertumbuhan ekonomi. Namun, pemanfaatan AI secara luas membutuhkan kepercayaan,” ujar Airlangga.

Ia berharap inisiatif tersebut dapat menjadi salah satu penggerak pertumbuhan ekonomi berbasis AI, termasuk melalui peningkatan kualitas layanan, penciptaan lapangan kerja, dan sumber pendapatan baru. Upaya itu juga diharapkan mendukung visi Indonesia Emas 2045.

Libatkan 20 Organisasi dari Berbagai Sektor

Pada tahap awal, Project NUSA mencantumkan 20 organisasi sebagai bagian dari ekosistem kolaborasinya. Peserta berasal dari sektor teknologi, industri, keuangan, konsultasi, keselamatan AI, serta pendidikan.

Organisasi yang tercantum meliputi 6Estates, AISII (AI Safety Institute Indonesia), Astra Graphia Information Technology (AGIT), AWS, BCA, BINUS, CATAPA, Datasaur, EY Indonesia, GDP Venture, ITB, ParagonCorp, Sime dari Malaysia, Sinarmas Financial, Solutionlabs, SQE, UGM, UI, Xecura, dan Xignature.

Kolaborasi lintas sektor ini diharapkan menghubungkan kebutuhan industri dengan kemampuan riset, pengembangan teknologi, serta talenta AI. Dengan demikian, pengembangan solusi dapat lebih sesuai dengan kebutuhan organisasi sekaligus membuka peluang bisnis dan investasi baru.

Ketua Umum KORIKA, Prof. Dr. Hammam Riza, menyatakan bahwa strategi nasional AI perlu didukung kolaborasi dan fondasi teknologi agar dapat diterapkan secara nyata. Melalui Project NUSA, KORIKA ingin mempertemukan kemampuan riset, inovasi teknologi, dan kebutuhan industri untuk mengembangkan AI yang aman, tepercaya, serta mampu memahami konteks lokal. 

Hammam berharap fondasi bersama tersebut dapat mempercepat inovasi dan membuka peluang ekonomi baru. Sementara itu, Deputy Director of AI Products AI Singapore, Dr. William Tjhi, juga menilai kolaborasi kedua organisasi dapat memperkuat ekosistem AI Indonesia dan Singapura. 

Menurutnya, tata kelola tepercaya, pengetahuan relevan, dan kolaborasi yang kuat diperlukan agar pengembangan AI menghasilkan manfaat nyata.
 

Uji Solusi di Indonesia dan Singapura

Sebagai langkah awal, Project NUSA akan berfokus pada pengembangan solusi praktis di Indonesia dan Singapura serta pengukuran dampak ekonominya. Solusi yang menunjukkan hasil positif berpotensi diperluas ke kawasan Asia Tenggara dan pasar global.

Pemanfaatan AI dalam ekosistem ini berpotensi meningkatkan efisiensi operasional, mempercepat layanan, mendukung pengambilan keputusan, serta mendorong pengembangan produk dan layanan baru. Penguatan ekosistem juga diharapkan memperluas kesempatan kerja bagi talenta digital dan meningkatkan daya saing industri di pasar domestik maupun internasional.

AI Singapore dan KORIKA berharap pendekatan kolaboratif tersebut dapat membantu implementasi strategi nasional AI di masing-masing negara. Melalui pengembangan fondasi yang dapat digunakan bersama, Project NUSA diarahkan untuk mempercepat inovasi sekaligus menciptakan manfaat ekonomi yang dapat diukur.

Inisiatif ini digerakkan oleh industri dan terbuka terhadap dukungan pemerintah. Dalam jangka lanjut, keberhasilannya akan bergantung pada pengembangan solusi relevan, tata kelola tepercaya, serta kemampuan menunjukkan manfaat nyata bagi organisasi dan perekonomian.

Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda

(MMI)




TERKAIT

BERITA LAINNYA