Jakarta: IBM Indonesia menggelar acara Indonesia Builders Day 2026: Empowering Developers, Shaping the Nation di Jakarta pada Kamis, 27 Agustus 2026. Melalui ajang ini, IBM mempertemukan jajaran pemerintahan, developer TI, pakar teknologi, serta pemimpin bisnis guna membahas peran strategis komunitas talenta digital dalam memacu pertumbuhan ekonomi digital nasional.
Dalam kesempatan yang sama, IBM memperkenalkan IBM Bob 2.0, sebuah agentic AI yang dirancang untuk mentransformasi seluruh siklus pengembangan perangkat lunak.
Saat ini, Indonesia tengah berada dalam percepatan adopsi teknologi pintar. Nilai ekonomi digital nasional tercatat telah mendekati angka USD130 miliar. Guna menopang pertumbuhan tersebut, Indonesia diproyeksikan membutuhkan setidaknya 9 juta talenta digital pada tahun 2030.
Di sinilah para developer berperan sebagai motor penggerak utama dalam memodernisasi operasional perusahaan, mempercepat integrasi kecerdasan buatan, dan membuka bentang peluang ekonomi baru.
Dr. Said Mirza Pahlevi, Direktur Ekosistem Kecerdasan Artifisial dan Teknologi Emerging dari Kementerian Komunikasi dan Digital, yang turut hadir dalam acara tersebut, menekankan pentingnya sinergi lintas sektor. Menurutnya, kolaborasi strategis dengan penyedia teknologi global seperti IBM bukan sekadar adopsi perangkat keras atau lunak, melainkan sebuah investasi jangka panjang dalam peningkatan kapabilitas talenta lokal agar manfaat transformasi digital dapat dirasakan secara merata oleh seluruh lapisan masyarakat.
Guna menjawab tantangan tersebut, IBM menghadirkan Bob sebagai solusi yang mengawal seluruh ekosistem pengembangan, mulai dari perencanaan, penyusunan kode, pengujian, hingga pemeliharaan aplikasi. Pembaruan pada versi Bob 2.0 membawa arsitektur multi-agent yang canggih. Teknologi ini diklaim mampu memotong durasi migrasi sistem yang biasanya memakan waktu berbulan-bulan menjadi hanya dalam hitungan hari, sekaligus mendongkrak produktivitas tim pengembang hingga mencapai 45%.
Managing Director IBM Indonesia, Juvanus Tjandra, menjelaskan bahwa di tengah masifnya adopsi kecerdasan buatan, aspek keamanan dan tata kelola internal perusahaan tetap menjadi prioritas utama.
Melalui pendekatan Agentic Software Development Lifecycle (SDLC), agen-agen AI bentukan IBM dapat bekerja mendampingi para insinyur TI di berbagai lingkungan kerja yang kompleks, termasuk sistem hybrid cloud. Hal ini memberikan keleluasaan bagi para pengembang untuk fokus pada inovasi bernilai tinggi tanpa mengorbankan kontrol kendali kepatuhan perusahaan.
Selain memaparkan lanskap teknologi masa depan, perhelatan Builders Day 2026 juga diisi dengan sesi interaktif, seperti akses uji coba teknologi langsung melalui TechZone serta klinik coaching clinic.
Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda
FOLLOW US
Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan