Apple secara internal mengubah nama software pendamping headset mixed reality karyanya, dari realityOS menjadi xrOS.
Apple secara internal mengubah nama software pendamping headset mixed reality karyanya, dari realityOS menjadi xrOS.

Headset Mixed Reality Apple akan Gunakan xrOS

Lufthi Anggraeni • 03 Desember 2022 07:17
Jakarta: Apple secara internal mengubah nama software pendamping headset mixed reality karyanya, dari realityOS menjadi xrOS. Nama ini diyakini Apple dapat mewakili kemampuan software tersebut dengan lebih baik.
 
Menurut jurnalis Mark Gurman, XR merupakan singkatan dari extended reality. Selain itu, Gurman juga melaporkan bahwa headset ini akan mengusung fitur terkait augmented reality dan virtual reality.
 
Selain perubahan nama secara internal, Gurman juga menyebut bahwa perusahaan cangkang bernama Deep Dive LLC juga telah mengajukan merek dagang untuk merek "xrOS" di AS dan di negara lain, termasuk di Uni Eropa dan di Asia, Inggris, Australia , Meksiko, Ukraina, Jepang, dan Kanada.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Dalam dokumen pendaftarannya, Deep Dive menulis bahwa pihaknya mendaftarkan merek dagang untuk layar yang terpasang di kepala dan perangkat yang menyediakan pengalaman virtual reality dan augmented reality. Namun Apple belum mengonfirmasi terkait keterlibatannya pada pendaftaran merek dagang tersebut.
 
Kendati demikian, pada awal tahun 2022 ini, Product Manager VoxMedia Parker Ortolani menemukan dokumen pendaftaran paten untuk realityOS yang didaftarkan oleh perusahaan cangkang bernama Realityo System LLC.
 
Pada bulan Agustus lalu, Bloomberg juga melaporkan perusahaan cangkang lain dengan nama berbeda mendaftarkan merek dagang Reality One, Reality Pro dan Reality Processor. Perubahan nama terbaru ini berpeluang mengindikasikan bahwa Apple tengah merapikan detail terkait proyek ini mendekati peluncurannya.
 
Gurman menyebut Apple berencana untuk meluncurkan headset mixed reality tersebut, sistem operasi khusus dan toko aplikasi pendukungnya pada tahun 2023 mendatang. Menurut laporan sebelumnya, perangkat ini akan didukung versi virtual dari aplikasi karya Apple, termasuk Messages, FaceTime dan Maps.
 
Selain itu, headset ini juga dilaporkan akan menggunakan pemindaian mata sebagai autentikator pembelian dalam aplikasi dan langkah masuk ke aplikasi. Apple baru-baru ini mengunggah lowongan pekerjaan yang juga mengindikasikannya tengah mengembangkan dunia moxed reality 3D karyanya, berpotensi menjadi pesaing metaverse karya Facebook.
 
(MMI)




LEAVE A COMMENT
LOADING

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif