Ilustrasi domain my.id
Ilustrasi domain my.id

PANDI Pasarkan my.id di Harga Rp14 Ribu

Teknologi internet pandi
Mohammad Mamduh • 05 September 2019 14:14
Jakarta: Untuk meningkatkan jumlah pengguna domain internet .id, Pengelola Nama Domain Internet Indonesia (PANDI) menyiapkan strategi pemasaran khusus, yakni menetapkan harga jual USD1 untuk domain my.id. Harga jual tersebut mulai efektif per 17 September tahun ini.
 
PANDI dibentuk oleh komunitas Internet Indonesia bersama pemerintah pada 29 Desember 2006 untuk menjadi registri domain .id.
 
Pada 29 Juni 2007, Departemen Komunikasi dan Informatika RI secara resmi menyerahkan pengelolaan seluruh domain internet Indonesia kepada PANDI, kecuali domain go.id dan mil.id.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Kemudian pada 16 September 2014, pemerintah menetapkan PANDI sebagai registri nama domain tingkat tinggi Indonesia. Per Agustus tahun ini, PANDI mencatat ada 330.207 nama domain yang dikelolanya.
 
Yudho Giri Sucahyo, Ketua PANDI, menjelaskan domain my.id dipasarkan di dalam negeri, juga dipasarkan ke luar negeri. Selain strategi harga, kini proses pendaftaran my.id juga mudah, tidak memerlukan verifikasi dokumen apa pun, kecuali email yang masih aktif.
 
"Domain my.id memiliki keunikan tersendiri bagi penggunanya. Domain tersebut dinilai tepat digunakan sebagai alamat blog dan atau email pribadi semua orang. Domain ini juga menarik dan seksi, karena merepresentasikan 'my international domain' atau 'my identity',"ujar Yudho dalam keterangan pers di Jakarta.
 
Menurutnya, selain my.id, PANDI juga akan memasarkan domain lain ke pasar internasional, yakni biz.id dan .id, meski domain tersebut juga dipasarkan di dalam negeri.
 
Sedangkan domain lainnya hanya dipasarkan di dalam negeri, yakni co.id, ac.id, sch.id, web.id, ponpes.id, or.id, net.id, go.id, mil.id, dan desa.id.
 
Sesuai dengan regulasi di Indonesia, sebagai registri domain .id, PANDI mengklaim akan tunduk pada regulasi yang ditetapkan pemerintah.
 
“Kami akan patuh terhadap aturan hukum di Indonesia. Jika di kemudian hari ada domain .id yang digunakan untuk penyebarluasan pornografi, perjudian, children abuse, SARA, dan sebagainya, PANDI akan menggunakan hak untuk men-suspend atau mematikan domain tersebut," tegas Yudho.
 

(MMI)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif