PC Baru tak Punya Jaminan Aman dari Malware
Mary Jo Schrade.
Singapura: Sebanyak 83 persen dari komputer berbasis Windows baru menggunakan sistem operasi bajakan. Temuan ini Microsoft ketahui setelah melakukan percobaan pembelian dengan membeli membeli 166 PC baru di 9 negara di Asia, termasuk Indonesia. 

Memang, sampel PC yang Microsoft beli didapatkan dari para penjual yang menawarkan PC dengan harga jauh lebih murah atau menawarkan sistem operasi/software gratis.

Selain itu, penjual ini biasanya memang menjual software bajakan. Karena itu, kemungkinan bahwa PC memiliki software bajakan/terinfeksi malware memang cukup tinggi. 


Di Indonesia, 9 dari 10 PC baru sudah dilengkapi software bajakan. Sementara dari total sembilan PC bajakan itu, sebanyak delapan PC terinfeksi oleh malware



"Trojan dan virus adalah dua malware yang paling banyak menginfeksi PC," kata Mary Jo Schrade, Assistant General Counsel & Regional Director, Digital Crimes Unit, Microsoft Asia. "Trojan adalah malware yang digunakan untuk mendapatkan akses ke komputer korban.

"Sementara virus adalah kode jahat yang akan memperbanyak diri untuk menyebarkan infeksi ke komputer lain. Virus memungkinkan penyerang untuk mencuri informasi atau mengambil alih komputer korban."



Wanita yang akrab dengan panggilan Mary Jo ini menyebutkan bahwa salah satu cara yang biasa digunakan oleh kriminal siber untuk menyebarkan malware adalah menanamkannya di software bajakan.

Biasanya, ketika seseorang hendak menggunakan software bajakan, maka dia akan diminta untuk mematikan fitur keamanan pada komputer, seperti software anti-virus atau Windows Defender, hal ini akan membahayakan diri mereka sendiri. 

Associate Professor Biplab Sikdar, Department of Electrical & Computer Engineering, National University of Singapore (NUS), Faculty of Engineering, mengatakan, dia pernah melakukan studi serupa pada tahun lalu. Hasil penelitiannya tidak jauh berbeda dengan apa yang Microsoft temukan: ada hubungan erat antara penggunaan software bajakan dengan risiko PC terinfeksi malware

Selain pada PC baru yang memang sudah dilengkapi dengan software/OS bajakan, Biplab menjelaskan, biasanya, pengguna juga memasang sistem operasi/software bajakan dengan mengunduhnya secara manual.


Pola penyebaran malware.

"Ini biasanya dilakukan oleh generasi yang lebih muda," katanya saat ditemui di One Marina Boulevard. "Mereka mengunduh software bajakan di situs Peer-to-Peer sharing, torrent. Mereka biasanya pergi ke sana untuk mengunduh film atau lagu atau berbagai software."

Dia lalu menjelaskan, ketika seseorang hendak mengunduh dan memasang software bajakan, setiap langkah mereka dibayangi ancaman malware.

"Ketika Anda pertama kali membuka situs torrent, biasanya akan ada beberapa iklan popup mencurigakan yang muncul. Saat Anda hendak mengunduh software, terdapat malware di dalam tautan, atau Anda akan ditampilkan konten ilegal seperti pornografi."

Selain pada tautan untuk mengunduh, malware juga bisa aktif ketika pengguna mengaktifkan setup untuk memasang software bajakan tersebut.

"Hal pertama yang malware lakukan ketika aktif adalah mematikan antivirus, mencoba untuk menghubungi commanding server dan mengunduh malware lain," kata Biplab. "Semakin populer sebuah software, seperti sistem operasi, semakin besar kemungkinan versi bajakannya terpasang malware."



(MMI)

metro tv
  • Opsi Opsi
  • kick andy Kick Andy
  • economic challenges Economic Challenges
  • 360 360

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id

Bagaimana Kami Menguji

Kami menguji produk dengan subjektif karena mengutamakan pengalaman penggunaan. Meski demikian, kesimpulan yang kami ambil juga didasari sejumlah data dari perangkat lunak tertentu yang kami gunakan untuk melihat kinerja produk.

Khusus untuk menguji perangkat keras dan perangkat lunak komputer, kami menggunakan konfigurasi yang identik untuk tiap produk. Berikut komponen testbed resmi Medcom.id

Hardware

  • Prosesor : Intel Core i7-8700K, AMD Ryzen 7 2700X
  • Motherboard : ASUS Z370-A Prime, MSI X470 Gaming Plus
  • RAM : Apacer Panther RAGE 2400 MHz (2x 8GB)
  • VGA : Colorful GTX 1070 X-Top-8G, ASUS ROG Strix RX Vega 64 8G
  • Pendingin : Noctua NH-U21S
  • Storage : Apacer Panther AS340 240GB, Seagate Barracuda 8TB
  • PSU : Corsair RM 850X
  • Monitor : ASUS PB287Q 4K, ASUS MZ27AQ
  • Mouse : Corsair Dark Core SE, Corsair Scimitar Pro
  • Mousepad : Corsair MM1000 Qi, Corsair MM800 Polaris
  • Keyboard : Corsair K63 Wireless, Corsair K70 RGB MK.2 SE
  • Headset : Corsair HS60, Corsair HS70

Software

Performa dan Baterai: PCMark 8, 3DMark, Crystal Disk Mark, CineBench R15 Gaming (PC): The Witcher 3: Wild Hunt, Ashes of Singularity - Escalation, Far Cry 5 Gaming (Mobile): PUBG Mobile

Kami juga menggunakan metode pengujian yang sama untuk semua gadget. Meski di pasar tersedia beragam perangkat lunak untuk benchmark, kami hanya memilih dua berdasarkan reputasi mereka yang diakui secara internasional, 3DMark dan PCMark 2.0.