Mary Jo Schrade.
Mary Jo Schrade.

PC Baru tak Punya Jaminan Aman dari Malware

Teknologi microsoft cyber security
Ellavie Ichlasa Amalia • 30 Oktober 2018 22:31
Singapura:Sebanyak 83 persen dari komputer berbasis Windows baru menggunakan sistem operasi bajakan. Temuan ini Microsoft ketahui setelah melakukan percobaan pembelian dengan membeli membeli 166 PC baru di 9 negara di Asia, termasuk Indonesia.
 
Memang, sampel PC yang Microsoft beli didapatkan dari para penjual yang menawarkan PC dengan harga jauh lebih murah atau menawarkan sistem operasi/software gratis.
 
Selain itu, penjual ini biasanya memang menjual software bajakan. Karena itu, kemungkinan bahwa PC memiliki software bajakan/terinfeksi malware memang cukup tinggi.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Di Indonesia, 9 dari 10 PC baru sudah dilengkapi software bajakan. Sementara dari total sembilan PC bajakan itu, sebanyak delapan PC terinfeksi oleh malware.
 
PC Baru tak Punya Jaminan Aman dari Malware
 
"Trojan dan virus adalah dua malware yang paling banyak menginfeksi PC," kata Mary Jo Schrade, Assistant General Counsel & Regional Director, Digital Crimes Unit, Microsoft Asia. "Trojan adalah malware yang digunakan untuk mendapatkan akses ke komputer korban.
 
"Sementara virus adalah kode jahat yang akan memperbanyak diri untuk menyebarkan infeksi ke komputer lain. Virus memungkinkan penyerang untuk mencuri informasi atau mengambil alih komputer korban."
 
PC Baru tak Punya Jaminan Aman dari Malware
 
Wanita yang akrab dengan panggilan Mary Jo ini menyebutkan bahwa salah satu cara yang biasa digunakan oleh kriminal siber untuk menyebarkan malware adalah menanamkannya di software bajakan.
 
Biasanya, ketika seseorang hendak menggunakan software bajakan, maka dia akan diminta untuk mematikan fitur keamanan pada komputer, seperti software anti-virus atau Windows Defender, hal ini akan membahayakan diri mereka sendiri.
 
Associate Professor Biplab Sikdar, Department of Electrical & Computer Engineering, National University of Singapore (NUS), Faculty of Engineering, mengatakan, dia pernah melakukan studi serupa pada tahun lalu. Hasil penelitiannya tidak jauh berbeda dengan apa yang Microsoft temukan: ada hubungan erat antara penggunaan software bajakan dengan risiko PC terinfeksi malware.
 
Selain pada PC baru yang memang sudah dilengkapi dengan software/OS bajakan, Biplab menjelaskan, biasanya, pengguna juga memasang sistem operasi/software bajakan dengan mengunduhnya secara manual.
 
PC Baru tak Punya Jaminan Aman dari Malware
Pola penyebaran malware.
 
"Ini biasanya dilakukan oleh generasi yang lebih muda," katanya saat ditemui di One Marina Boulevard. "Mereka mengunduh software bajakan di situs Peer-to-Peer sharing, torrent. Mereka biasanya pergi ke sana untuk mengunduh film atau lagu atau berbagai software."
 
Dia lalu menjelaskan, ketika seseorang hendak mengunduh dan memasang software bajakan, setiap langkah mereka dibayangi ancaman malware.
 
"Ketika Anda pertama kali membuka situs torrent, biasanya akan ada beberapa iklan popup mencurigakan yang muncul. Saat Anda hendak mengunduh software, terdapat malware di dalam tautan, atau Anda akan ditampilkan konten ilegal seperti pornografi."
 
Selain pada tautan untuk mengunduh, malware juga bisa aktif ketika pengguna mengaktifkan setup untuk memasang software bajakan tersebut.
 
"Hal pertama yang malware lakukan ketika aktif adalah mematikan antivirus, mencoba untuk menghubungi commanding server dan mengunduh malware lain," kata Biplab. "Semakin populer sebuah software, seperti sistem operasi, semakin besar kemungkinan versi bajakannya terpasang malware."
 

(MMI)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif