Tech Demo Day Pertemukan Startup Indonesia dan Korea Selatan

Ellavie Ichlasa Amalia 30 Oktober 2018 08:11 WIB
startup
Tech Demo Day Pertemukan Startup Indonesia dan Korea Selatan
Ilustrasi.
Jakarta: Tech-Startup Demo Day diadakan di Soehana Hall, The Energy Building minggu lalu. Tujuan dari acara itu adalah untuk mempertemukan startup, investor, dan pemangku kepentingan lain dari Indonesia dan Korea Selatan.

Pada acara itu, 25 startup dari Indonesia dan Korea Selatan melakukan picthing di hadapan 100 investor, pakar industri, dan stakeholder lain. 

Acara itu diadakan oleh Badan Ekonomi Kreatif (BEKRAF) dari Indonesia dan Kementerian Startup dan UKM Korea dan Kementerian Olahraga, Budaya, dan Pariwisata dari Korea Selatan.


Sementara sesi pitching merupakan tanggung jawab Small Medium Business Cooperation (SBC) yang menggandeng Korea International Trade Association (KITA), Korea Creative Content Agency (KOCCA), dan Angel Investor Network Indonesia (ANGIN). 

"Saya yakin demo day ini akan jadi awal kerja sama masa depan antara pemerintah Republik Korea dan Indonesia untuk mempromosikan dan mengembangkan startup yang sukses," kata Direktur SBC, Kim Jaehyeok. 

Demo Day adalah bagian dari program Global Mentoring dari SBC, KITA, KOCCA, dan ANGIN. Program ini memiliki tujuan untuk mengetahui potensi dan pengembangan startup Korea Selatan untuk masuk ke pasar Indonesia.

Dalam program ini, 15 pelaku startup dari Korea Selatan mengikuti kegiatan selama satu minggu. Beberapa pelatihan itu seperti mentoring dari perusahaan modal ventura, kunjungan ke kantor Go-Jek, Qraved, dan akselerator, juga berpartisipasi dalam Tech in Asia Conference 2018. 

Dari 25 startup yang hadir, sebanyak 15 startup berasal dari Korea Selatan sementara 10 lainnya berasal dari Indonesia. Sepuluh startup asal Indonesia antara lain MSMB Agri, Bly, Gudang Voucher, Bizshare, Manpro, Svara, Qiwii, Allesh Power, Vaxcorp, dan Ponja.

Sementara 15 startup yang berasal dari Korea Selatan adalah DTS, Mhmind Inc., Medi Whale, Davin Holdings Co., Ltd, Paintpam Inc., Stylepill, Payperse Inc., Wayne Inc., Xrisp Co. Ltd., Hope Co. Ltd., Earback, Tripeaks, Ad Design Co., Zeus Tech, and Softgear Inc. 



(MMI)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id

Bagaimana Kami Menguji

Kami menguji produk dengan subjektif karena mengutamakan pengalaman penggunaan. Meski demikian, kesimpulan yang kami ambil juga didasari sejumlah data dari perangkat lunak tertentu yang kami gunakan untuk melihat kinerja produk.

Khusus untuk menguji perangkat keras dan perangkat lunak komputer, kami menggunakan konfigurasi yang identik untuk tiap produk. Berikut komponen testbed resmi Medcom.id

Hardware

  • Prosesor : Intel Core i7-8700K, AMD Ryzen 7 2700X
  • Motherboard : ASUS Z370-A Prime, MSI X470 Gaming Plus
  • RAM : Apacer Panther RAGE 2400 MHz (2x 8GB)
  • VGA : Colorful GTX 1070 X-Top-8G, ASUS ROG Strix RX Vega 64 8G
  • Pendingin : Noctua NH-U21S
  • Storage : Apacer Panther AS340 240GB, Seagate Barracuda 8TB
  • PSU : Corsair RM 850X
  • Monitor : ASUS PB287Q 4K, ASUS MZ27AQ
  • Mouse : Corsair Dark Core SE, Corsair Scimitar Pro
  • Mousepad : Corsair MM1000 Qi, Corsair MM800 Polaris
  • Keyboard : Corsair K63 Wireless, Corsair K70 RGB MK.2 SE
  • Headset : Corsair HS60, Corsair HS70

Software

Performa dan Baterai: PCMark 8, 3DMark, Crystal Disk Mark, CineBench R15 Gaming (PC): The Witcher 3: Wild Hunt, Ashes of Singularity - Escalation, Far Cry 5 Gaming (Mobile): PUBG Mobile

Kami juga menggunakan metode pengujian yang sama untuk semua gadget. Meski di pasar tersedia beragam perangkat lunak untuk benchmark, kami hanya memilih dua berdasarkan reputasi mereka yang diakui secara internasional, 3DMark dan PCMark 2.0.