CEO Microsoft, Satya Nadella, saat menjelaskan teknologi cloud milik Microsoft. (Microsoft)
CEO Microsoft, Satya Nadella, saat menjelaskan teknologi cloud milik Microsoft. (Microsoft)

Mengenal Konsep Hybrid Cloud dari Microsoft Azure

Teknologi microsoft corporate transformasi digital
Cahyandaru Kuncorojati • 05 Desember 2018 10:26
Jakarta: Nama Microsoft dikenal sebagai perusahaan teknologi dan sebagian besar publik yang masih awam mungkin mengenalinya sebagai sistem operasi populer di komputer maupun laptop. Pernahkah Anda mendengar Microsoft Azure?
 
Microsoft Azure adalah salah satu produk dari Microsoft untuk teknologi komputasi awan atau yang dikenal sebagai cloud. Teknologi cloud dikenal sebagai fasilitas penyimpanan dan berbagi data yang kemudian bisa diakses dari mana saja menggunakan perangkat apapun.
 
Cloud yang ada saat ini adalah private cloud dan public cloud.Microsoft Azure justru unggul di antara penyedia layanan cloud lewat teknologi hybrid cloud. Apa itu hybrid cloud? Medcom.id mendapatkan penjelasan mudah mengenai teknologi ini dalam workshop dan rangkaian acara yang digelar Microsoft beberapa waktu lalu.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Mengacu ke pengguna istilah hybrid atau hibrida, menurut Cloud and Enterprise Business Group Lead Microsoft Indonesia, Yos Vincenzo, hybrid cloud adalah perpaduan antara jenis layanan private cloud dan public cloud yang digunakan oleh bisnis atau perusahaan (enterprise).
 
Dijelaskan Yos, dua jenis layanan cloud tersebut memiliki keunggulan masing-masing yang kemudian di dalam Microsoft Azure disatukan. Ini diklaim lebih baik dan dinilai sesuai dengan kebutuhan perusahaan yang tengah melakukan transformasi digital, salah satu langkahnya adalah mengadopsi clouddan manfaatnya.
 
Private cloud menawarkan kontrol akses serta keamanan tingkat tinggi, karena hanya digunakan oleh sebuah bisnis atau perusahaan itu sendiri. Kekurangannya, private cloud membutuhkan sumber daya tim IT untuk maintenance yang besar termasuk pengelolaannya.
 
Public cloud menawarkan kemudahan dalam skalabilitas dan maintenance karena menggunakan layanan cloud dari pihak ketiga. Namun, sebagian perusahaan mungkin berpikir dua kali untuk menaruh data penting perusahaannya di layanan yang disediakan oleh pihak ketiga.
 
Yos menyebutkan bahwa bisnis cloud,terutama milik Microsoft Azure mengedepankan kepercayaan, semua data memang disimpan mengandalkan layanan teknologi Microsoft termasuk keamanannya, tapi akses dan kontrol sepenuhnya di tangan pelanggannnya.
 
Microsoft Azure langsung menyediakan dua pilihan cloud sekaligus, private cloud dan public cloud yang semuanya mengandalkan teknologi serta server atau data center Microsoft.
 
Pelanggan bisa memilih mana data yang harus disimpan di private cloud seperti data core bisnis dan data untuk public cloud misalnya aplikasi atau layanan digital untuk target bisnis pelanggannya.
 
Bagamimana dengan perusahaan yang sudah terlanjur membangun server atau data center sendiri atau yang dikenal dengan on-premise dengan alasan lain misalnya lebih percaya dengan keamanan dan pengelolaan internal?
 
Seperti yang sudah dijelaskan bahwa hybrid cloud Microsoft Azure dinilai unggul karena teknologi dan skalabilitas termasuk fleksibiltas dalam pengembangannya. Tersedia Azure Stack yang mampu menghadirkan solusi cloud dari Microsoft Azure ke server atau data center milik perusahaan itu sendiri.
 

(MMI)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif