Ilustrasi Techfunnel
Ilustrasi Techfunnel

Setahun Berkiprah, ChatAja Sudah Miliki 500 Ribu Pengguna

Teknologi teknologi aplikasi startup
Cahyandaru Kuncorojati • 09 September 2020 12:21
Jakarta: ChatAja, aplikasi pesan instan buatan lokal yang tersedia di iOS, Android, dan Web, merayakan hari jadinya yang pertama pada bulan September 2020. Bersamaan dengan perayaan ini, mereka mengklaim sudah ada 500 ribu pengguna.
 
Melalui berbagai pengembangan fitur dan platform pada tahun pertamanya, ChatAja juga semakin memantaskan diri untuk berkompetisi dengan berbagai aplikasi pesan instan buatan luar, sambil tetap menjaga kedaulatan data dan informasi melalui layanannya.
 
Kilas balik pada September 2019, untuk menghadirkan aplikasi pesan instan yang lebih aman dan nyaman bagi pegawai BUMN dan ASN, Reza Akhmad Gandara, Co-Founder & CEO ChatAja, bersama tim meluncurkan aplikasi ChatAja versi beta yang didukung oleh perusahaan telekomunikasi.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Sejak diluncurkan, ChatAja diklaim sudah fokus pada keamanan dan kedaulatan data, hal ini ditegaskan oleh penggunaan server berbasis di Indonesia dan fitur Berkas Rahasia, sebuah layanan pesan terenkripsi untuk mengamankan pesan penting.
 
Untuk meningkatkan kenyamanan, pada versi betanya ChatAja juga menghadirkan fitur Cloud Native yang dapat meringkankan beban penyimpanan di telepon selular serta mengurangi kebutuhan untuk backup data.
 
Fitur Jelajah versi awal pun juga turut diluncurkan pada versi ini. Melalui Jelajah, pengguna dapat menikmati sajian berita juga game melalui akun resmi. ChatAja juga menghadirkan fitur bot builder dan bot API untuk prosumers (pengguna tingkat lanjut) yang ingin menciptakan chatbot versi sendiri.
 
“Pada awalnya, ChatAja memang dirancang khusus untuk pegawai BUMN dan ASN. Namun ternyata publik merespon dengan sangat antusias, banyak orang mencoba dan menggunakan ChatAja,” ungkap Reza.
 
“Maka dari itu kami akhirnya memperluas fokus kami menjadi aplikasi pesan instan untuk seluruh masyarakat Indonesia.”
 
Setelah melalui berbagai penyesuaian dan pengembangan aplikasi versi beta, pada tanggal 14 Februari 2020 ChatAja akhirnya meluncurkan aplikasinya secara resmi ke khalayak umum di Google Play Store dan Apple App Store.
 
Pada peluncuran resminya, ChatAja juga memperbarui akun resmi di fitur Jelajah, termasuk meluncurkan layanan konseling gratis, Simply, hasil kolaborasi dengan Asosiasi Psikolog Sekolah Indonesia.
 
Kemudian ChatAja terus mengembangkan aplikasinya, dimulai dari kerja sama dengan Mojitok (Korea) sebagai penyedia stiker dan kerja sama dengan sejumlah portal lowongan pekerjaan dari Indonesia untuk meluncurkan ChatAja Jobs di fitur Jelajah.
 
Pada pembaruan besar selanjutnya di bulan April, ChatAja dibantu oleh Zookiz (Vietnam) untuk memperkaya koleksi stiker statis dan dinamis hingga mencapai lebih dari 100 buah. Mereka juga menggandeng berbagai kantor berita untuk menghadirkan akun kanal ChatAja News.
 
“Berkat kolaborasi-kolaborasi tersebut juga kami dapat menghadirkan berbagai fitur unggulan yang dapat mendorong kami untuk terus bersaing dengan berbagai aplikasi serupa buatan luar,” tambah Reza.
 
Sebagai respon terhadap pandemi Covid-19, di bulan Mei 2020 ChatAja meluncurkan Tab Kesehatan dan Stiker Corona. Melalui berbagai stiker khusus tentang imbauan kesehatan tersebut, mereka berharap para pengguna dapat terus mengkomunikasikan protokol dan anjuran kesehatan dengan cara yang lebih menyenangkan.
 
Sedangkan Tab Kesehatan pada fitur Jelajah dibuat untuk mempermudah pengguna mengakses berbagai informasi kesehatan, yang terdiri dari dua akun resmi dan dua kanal, termasuk layanan konseling gratis via chat, Simply.
 
Dari sekitar 500 ribu pengguna, mereka menyebut ada enam kota dengan pengguna terbanyak selain Jakarta: Surabaya, Depok, Bandung, Makassar, Medan, dan Batam.
 
(MMI)


FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif