"Data atau insight merupakan komponen utama bagi perusahaan agar memiliki agility yang baik dalam mengatasi berbagai tantangan, terutama dampak dari Pandemi Covid-19," ujar Country Manager Cloudera Indonesia Fanly Tanto.
Sementara itu, Senior Vice President, Enterprise Data Management Group Bank Mandiri, Billie Setiawan, platform Cloudera dapat memperkuat ketahanan (resiliency) dan agility Bank Mandiri dalam menjaga perkembangan bisnis serta membantu mengelola dampak pandemi COVID-19.
Melalui platform Cloudera, Mandiri mengaku pihaknya dapat mengembangkan insight berbasis data untuk beradaptasi secara cepat terhadap perubahan situasi. Pada saat yang sama, kami dapat memantau nasabah dan puluhan ribu pegawai agar tidak terpapar oleh Covid-19.
Fanly juga menambahkan bahwa Platform Cloudera juga telah membantu Bank Mandiri mengarungi kompleksitas proses data, melakukan tata kelola data, dan melakukan analisis multifungsi di tengah perubahan situasi saat ini tanpa mengorbankan keamanan, tata-kelola, dan kepatuhan pada aturan yang berlaku.
Dan tidak hanya melalui kolaborasi di platform Cloudera, Cloudera dan Bank Mandiri juga mengumumkan pembangunan platform Big Data sebagai Enterprise Information & Decision Platform, merupakan bagian dari langkah antisipasi.
Cloudera dan Bank Mandiri menyebut mengusung tiga fokus dalam platform ini, dengan fokus pertama untuk memantau likuiditas dan transaksi harian di 2.556 kantor cabang dan 2.236 jaringan mikro secara langsung.
Pemantauan ini bertujuan untuk mempertahankan layanan terbaik bagi nasabah dan menjaga agar transaksi tertata dengan baik, serta mempercepat penghimpunan data, sehingga diharapkan dapat menjadikan pengambilan keputusan lebih efektif dan lebih cepat.
Fokus kedua yaitu pemantauan status kesehatan 76.477 karyawan di 12 kantor regional, 90 kantor wilayah, dan 2.556 kantor cabang setiap hari. Dashboard ini diklaim akan memungkinkan penentuan risiko paparan Covid-19 terhadap karyawan berdasarkan lokasi kerja, transportasi yang digunakan dan pola pergerakan per hari.
Dengan informasi ini, Bank Mandiri mengaku akan dapat mengambil keputusan berbasis data mengenai pengaturan tim dan meminimalisir risiko ribuan karyawannya terpapar Covid-19. Dan fokus ketiga yaitu mempercepat proses restrukturisasi pinjaman.
Pada fokus ini, Bank Mandiri mengklaim pihaknya dapat mempertahankan service level agreement dengan para nasabah, sehingga dapat membangun analisis guna mempercepat proses restrukturisasi pinjaman.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News