Pada tahun 2020, startup Indonesia diperkirakan mulai mengubah strategi bisnis mereka, guna memperoleh keuntungan.
Pada tahun 2020, startup Indonesia diperkirakan mulai mengubah strategi bisnis mereka, guna memperoleh keuntungan.

Parekraf: Startup Harus Siapkan Portofolio Lain

Teknologi teknologi startup
Lufthi Anggraeni • 23 Januari 2020 14:08
Jakarta: Startup Indonesia saat ini dinilai masih memiliki potensi besar meski masih banyak permasalahan di Tanah Air yang belum terselesaikan. Namun hingga saat ini, sebagian besar startup disebut masih dalam fase bakar uang atau belum mendapatkan untung.
 
Pada tahun 2020 ini, ranah startup Indonesia diperkirakan akan dimeriahkan oleh tren perusahaan rintisan tersebut mulai mengubah strategi bisnis mereka, guna memperbaiki pendapatan dan memperoleh keuntungan.
 
“Secara fundamental, industri ini sudah melalui fase (bakar uang) tersebut. Mereka sudah merasakan. Prediksi saya, itu kelihatan, kan investasi ini butuh support cash flow. Investasi jangka panjang mungkin ada,” ujar Deputi Akses Permodalan Kemenparekraf Fadjar Hutomo.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Fadjar juga memprediksi pada tahun ini, startup akan mulai merasa tidak nyaman menyoal kondisi bahwa mereka hanya bergantung pada dana investasi untuk dapat tumbuh dan berkembang. Karenanya, Fadjar menyebut startup mulai merasa perlu memiliki portofolio lain yang mampu menghasilkan pendapatan.
 
Startup diperkirakan Fadjar akan merambah ke industri kuliner sebagai portofolio lain mereka, salah satunya adalah bisnis kopi yang sejak beberapa tahun lalu menjadi tren di kalangan masyarakat di Indonesia, meski Fadjar menyebut portofolio itu tidak terbatas hanya di bisnis kopi.
 
Selain itu menurut penilaian Fadjar, bidang kesehatan dan edukasi menjadi ranah startup yang mulai terlihat mampu menghasilkan keuntungan. Sementara itu Fadjar menyebut pergerakan startup besar Indonesia dalam mencari keuntungan juga akan menghasilkan dampak baik bagi startup berskala lebih kecil.
 
Menurut Fadjar, startup berskala lebih kecil justru akan mengalami kesulitan untuk dapat berkembang jika startup besar terus memanfaatkan dana investasi tanpa mencari keuntungan dari portofolio lainnya.
 
Pergerakan startup besar untuk mulai mengubah strategi mereka demi mendapatkan keuntungan juga akan membuka peluang startup lain untuk bersaing dalam memperoleh keuntungan dan memperoleh investasi dari investor.
 
Namun, saat disinggung soal peluang Indonesia dalam mencetak startup Hectocorn pada tahun 2020, Fadjar menyebut Indonesia masih memiliki banyak pekerjaan rumah yang harus diselesaikan. Meskipun demikian, lanjut Fadjar, bahkan startup berskala unicorn pun masih memiliki ruang tumbuh yang besar.
 
Karenanya, potensi kehadiran startup dengan valuasi lebih besar dari skala unicorn masih besar, mengingat berdasarkan kondisi saat ini, semakin banyak investor asing yang menggelontorkan investasi mereka di Indonesia.
 

(MMI)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif