Apple Tidak Sengaja Sediakan iOS Versi Lama
Apple tidak sengaja menyediakan celah pada server yang memungkinkan pengguna menginstal iOS versi lama.
Jakarta: Apple secara tidak sengaja menghadirkan sejumlah versi lama dari iOS dalam kurun waktu singkat. Sejumlah pengguna yang menemukannya, telah melakukan update ke sistem tersebut.

Sebagian besar pengguna tersebut melakukan instalasi iOS versi 10, namun terdapat laporan menyebut sejumlah pengguna melakukan pemasangan ke iOS 9 dan sejumlah lainnya memasang ke iOS 6.1.3.

Pemasangan iOS versi lama yang dilakukan pengguna tersebut dinilai akibat rasa kecewa terhadap iOS 11. Selain performa yang diperlambat setelah baterai menua, juga karena sejumlah pengguna masih belum dapat melepaskan perangkat lama mereka untuk mengganti ke perangkat baru.


Hal tersebut dinilai memicu kerinduan pengguna terhadap sistem operasi versi lama iOS, dan mendorong mereka melakukan instalasi iOS 10 atau 9 tanpa pikir panjang saat peluang tersebut disediakan Apple.

Saat ini, celah penyedia update iOS versi lama tersebut telah tertutup dan tidak dapat diakses. Hingga saat ini, Apple belum dapat dimintai keterangan terkait dengan celah yang tersedia pada server miliknya.

Sebelumnya, bug baru ditemukan di perangkat yang menggunakan sistem operasi macOS High Sierra. Bug tersebut memungkinkan orang lain mengakses preferensi sistem dari App Store pengguna perangkat macOS High Sierra.

Sementara itu, data dari aplikasi kesehatan Apple Health menjadi bukti tindak kriminalitas di Jerman, setelah pihak kepolisian Jerman membobol password iPhone milik pengungsi di Freiburg Jerman yang diduga memperkosa dan membunuh seorang siswi berusia 19 tahun.



(MMI)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id

Bagaimana Kami Menguji

Kami menguji produk dengan subjektif karena mengutamakan pengalaman penggunaan. Meski demikian, kesimpulan yang kami ambil juga didasari sejumlah data dari perangkat lunak tertentu yang kami gunakan untuk melihat kinerja produk.

Khusus untuk menguji perangkat keras dan perangkat lunak komputer, kami menggunakan konfigurasi yang identik untuk tiap produk. Berikut komponen testbed resmi Medcom.id

Hardware

  • Prosesor : Intel Core i7-8700K, AMD Ryzen 7 2700X
  • Motherboard : ASUS Z370-A Prime, MSI X470 Gaming Plus
  • RAM : Apacer Panther RAGE 2400 MHz (2x 8GB)
  • VGA : Colorful GTX 1070 X-Top-8G, ASUS ROG Strix RX Vega 64 8G
  • Pendingin : Noctua NH-U21S
  • Storage : Apacer Panther AS340 240GB, Seagate Barracuda 8TB
  • PSU : Corsair RM 850X
  • Monitor : ASUS PB287Q 4K, ASUS MZ27AQ
  • Mouse : Corsair Dark Core SE, Corsair Scimitar Pro
  • Mousepad : Corsair MM1000 Qi, Corsair MM800 Polaris
  • Keyboard : Corsair K63 Wireless, Corsair K70 RGB MK.2 SE
  • Headset : Corsair HS60, Corsair HS70

Software

Performa dan Baterai: PCMark 8, 3DMark, Crystal Disk Mark, CineBench R15 Gaming (PC): The Witcher 3: Wild Hunt, Ashes of Singularity - Escalation, Far Cry 5 Gaming (Mobile): PUBG Mobile

Kami juga menggunakan metode pengujian yang sama untuk semua gadget. Meski di pasar tersedia beragam perangkat lunak untuk benchmark, kami hanya memilih dua berdasarkan reputasi mereka yang diakui secara internasional, 3DMark dan PCMark 2.0.