Ada Malware Cryptomining di Update Adobe Flash
Ilustrasi. (Getty Images)
Jakarta: Meksipun tren uang kripto tidak seheboh awal tahun ini, masih banyak peretas yang beraksi dengan menyusupkan malware cryptomining atau penambang uang kripto ke banyak perangkat korban.

Dikutip dari TheNextWeb, perusahaan keamanan siber Palo Alto Networks menemukan bahwa ada malware cryptomining di aplikasi launcher atau update Adobe Flash dengan trik yang tidak mudah diketahui orang awam.

Seperti yang diketahui bahwa Adobe Flash merupakan salah satu elemen atau plugin yang sering dijumpai pada aplikasi peramban internet. Adobe Flash mendukung kontem multimedia dari sebuah situs agar bisa berjalan di peramban internet.


Dijelaskan bahwa peretas membuat updater palsu yang berisi malware cryptomining. Namun, updater tersebut akan menyediakan update Adobe Flash yang asli agar tidak mencurigakan. Jadi korbannya tetap mendapatkan update, tapi sekaligus malware.

Awalnya peneliti Palo Alto Networks menemukan 113 file updater Adobe Flash Player yang anehya tidak berada di dalam layanan server milik Adobe. Rupanya itu berisi bot cryptomining untuk mata uang Monero.

Bot cryptomining ini tidak bekerja sejak awal update Adobe Flash. Saat update tersebut sudah terpasang, bot cryptomining langsung terhubung ke server dan dompet uang kripto milik peretas.

Sejauh ini pihak Adobe dikabarkan terkait penemuan ini, tetapi belum memberikan jawaban atas permasalahan tersebut.



(MMI)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id

Bagaimana Kami Menguji

Kami menguji produk dengan subjektif karena mengutamakan pengalaman penggunaan. Meski demikian, kesimpulan yang kami ambil juga didasari sejumlah data dari perangkat lunak tertentu yang kami gunakan untuk melihat kinerja produk.

Khusus untuk menguji perangkat keras dan perangkat lunak komputer, kami menggunakan konfigurasi yang identik untuk tiap produk. Berikut komponen testbed resmi Medcom.id

Hardware

  • Prosesor : Intel Core i7-8700K, AMD Ryzen 7 2700X
  • Motherboard : ASUS Z370-A Prime, MSI X470 Gaming Plus
  • RAM : Apacer Panther RAGE 2400 MHz (2x 8GB)
  • VGA : Colorful GTX 1070 X-Top-8G, ASUS ROG Strix RX Vega 64 8G
  • Pendingin : Noctua NH-U21S
  • Storage : Apacer Panther AS340 240GB, Seagate Barracuda 8TB
  • PSU : Corsair RM 850X
  • Monitor : ASUS PB287Q 4K, ASUS MZ27AQ
  • Mouse : Corsair Dark Core SE, Corsair Scimitar Pro
  • Mousepad : Corsair MM1000 Qi, Corsair MM800 Polaris
  • Keyboard : Corsair K63 Wireless, Corsair K70 RGB MK.2 SE
  • Headset : Corsair HS60, Corsair HS70

Software

Performa dan Baterai: PCMark 8, 3DMark, Crystal Disk Mark, CineBench R15 Gaming (PC): The Witcher 3: Wild Hunt, Ashes of Singularity - Escalation, Far Cry 5 Gaming (Mobile): PUBG Mobile

Kami juga menggunakan metode pengujian yang sama untuk semua gadget. Meski di pasar tersedia beragam perangkat lunak untuk benchmark, kami hanya memilih dua berdasarkan reputasi mereka yang diakui secara internasional, 3DMark dan PCMark 2.0.