Ilustrasi.
Ilustrasi.

Pria Ini Tipu Google dan Facebook Cuma Pakai Email

Teknologi facebook google
Ellavie Ichlasa Amalia • 21 Maret 2019 15:01
Jakarta:Seorang pria asal Lithuania mengaku bersalah menipu Google dan Facebook. Dengan mengirimkan faktur palsu ke dua perusahaan itu, dia berhasil membuat para karyawan untuk mengirimkan uang sebesar USD123 juta (Rp1,7 triliun) ke rekening pribadinya.
 
Ialah Evaldas Rimasauskas, pria berumur 50 tahun, yang mengaku bersalah di pengadilan New York, dan kini terancam penjara 30 tahun atas penipuan yang dia lakukan.
 
Rimasauskas ditangkap oleh pihak berwajib Lithuania pada Maret 2017 dan diekstradisi ke Amerika Serikat pada bulan Agustus pada tahun yang sama, lapor ZDNet.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Pemerintah AS mengatakan, Rimasauskas menggunakan perusahaan palsu yang namanya mirip dengan Quanta, perusahaan penyedia hardware data center ternama. Dia menargetkan Google dan Facebook karena dua perusahaan itu memang memiliki data center sendiri dan pernah bekerja sama dengan Quanta.
 
Menurut dokumen pengadilan, Rimasauskas melakukan penipuan dengan mengirimkan email yang seolah-olah dikirimkan oleh Quanta ke Google dan Facebook. Dia meminta dua perusahaan itu untuk membayar produk dan layanan yang tidak pernah dia berikan.
 
Dia menggunakan kontrak, surat, dan faktur palsu untuk menipu karyawan Google dan Facebook untuk mengirimkan sejumlah uang ke bank yang diberikan oleh Rimasauskas. Akun-akun bank itu merupakan bank dari Latvia dan Siprus.
 
Pihak berwajib AS mengatakan, setelah Rimasauskas mendapatkan uang itu, dia memindahkannya ke bank lain di Latvia, Siprus, Slovakia, Lithuania, Hungaria, dan Hong Kong. Semua akun itu milik Rimasauskas.
 
Rimasauskas melakukan skema penipuan ini sejak 2013 sampai 2015. Diperkirakan, dia mendapatkan USD23 juta (Rp326 miliar) dari Google dan USD100 juta (Rp1,4 triliun) dari Facebook.
 
Skema itu belum terlau dikenal ketika itu. Sekarang, skema penipuan ini disebut sebagai penipuan CEO atau BEC (Business Email Compromise).
 

(MMI)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Bagaimana Kami Menguji

Kami menguji produk dengan subjektif karena mengutamakan pengalaman penggunaan. Meski demikian, kesimpulan yang kami ambil juga didasari sejumlah data dari perangkat lunak tertentu yang kami gunakan untuk melihat kinerja produk.

Khusus untuk menguji perangkat keras dan perangkat lunak komputer, kami menggunakan konfigurasi yang identik untuk tiap produk. Berikut komponen testbed resmi Medcom.id

Hardware

  • Prosesor : Intel Core i7-8700K, AMD Ryzen 7 2700X
  • Motherboard : ASUS Z370-A Prime, MSI X470 Gaming Plus
  • RAM : Apacer Panther RAGE 2400 MHz (2x 8GB)
  • VGA : Colorful GTX 1070 X-Top-8G, ASUS ROG Strix RX Vega 64 8G
  • Pendingin : Noctua NH-U21S
  • Storage : Apacer Panther AS340 240GB, Seagate Barracuda 8TB
  • PSU : Corsair RM 850X
  • Monitor : ASUS PB287Q 4K, ASUS MZ27AQ
  • Mouse : Corsair Dark Core SE, Corsair Scimitar Pro
  • Mousepad : Corsair MM1000 Qi, Corsair MM800 Polaris
  • Keyboard : Corsair K63 Wireless, Corsair K70 RGB MK.2 SE
  • Headset : Corsair HS60, Corsair HS70

Software

Performa dan Baterai: PCMark 8, 3DMark, Crystal Disk Mark, CineBench R15 Gaming (PC): The Witcher 3: Wild Hunt, Ashes of Singularity - Escalation, Far Cry 5 Gaming (Mobile): PUBG Mobile

Kami juga menggunakan metode pengujian yang sama untuk semua gadget. Meski di pasar tersedia beragam perangkat lunak untuk benchmark, kami hanya memilih dua berdasarkan reputasi mereka yang diakui secara internasional, 3DMark dan PCMark 2.0.

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif