Telkomsel dan PLN Disjaya Pasang Solusi NB-IoT
Telkomsel mengumumkan kerja sama dengan Perusahaan Listrik Nasional (PLN) DISJAYA terkait NB-IoT.
Jakarta: Telkomsel mengumumkan kerja sama dengan Perusahaan Listrik Negara (PLN) DISJAYA dalam implementasi solusi Narrow Band - IoT (NB-IoT).

Solusi ini akan diterapkan pada sistem Advanced Metering Infrastructure (AMI) pada sejumlah pelanggan besar PLN di wilayah DKI Jakarta.

"Kerja sama ini akan saling menguntungkan bagi PLN dan Telkomsel, karena dapat saling bersinergi dalam menghadirkan layanan terbaik untuk masyarakat. Teknologi ini akan sesuai untuk mesin ke mesin yang butuh data kecil tapi terus menerus," ujar VP Corporate Account Management Telkomsel Primadi K. Putra.


Kerja sama ini juga disebut sebagai bentuk dukungan Telkomsel dalam proses transformasi digital yang tengah dijalankan oleh PLN. Kerja sama ini disambut baik oleh PLN, yang menyebut solusi ini dapat membantu menurunkan biaya dan konsumsi daya operasional.

Sebab sebelumnya, PLN telah memanfaatkan teknologi 3G dari Telkomsel untuk melakukan montoring dan pembacaan alat pengukur daya listrik atau metering di sejumlah alat untuk pelanggan korporasi besar, serta sejumlah gardu di 23 ribu titik gardu di Jakarta.

Baik Telkomsel dan PLN menyebut saat ini belum berencana untuk mengimplementasikan solusi ini pada alat metering pelanggan rumahan.

Rencana implementasi ini, diakui Senior Manager Distribusi PLN UID Jakarta Raya Faisol, baru akan dipertimbangkan setelah memperoleh hasil pengujian.

Sebagai informasi, teknologi akses NB-IoT AMI ini merupakan bagian dari pengembangan platform IoT Smart Connectivity Telkomsel yang sudah hadir terlebih dahulu dengan 2G/3G/4G.

Sementara itu, AMI merupakan bagian dari Smart Grid yang berfungsi sebagai “last mile” atau akses pelanggan dengan perangkat dan alat terhubung secara online dengan server terpusat.



(MMI)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id

Bagaimana Kami Menguji

Kami menguji produk dengan subjektif karena mengutamakan pengalaman penggunaan. Meski demikian, kesimpulan yang kami ambil juga didasari sejumlah data dari perangkat lunak tertentu yang kami gunakan untuk melihat kinerja produk.

Khusus untuk menguji perangkat keras dan perangkat lunak komputer, kami menggunakan konfigurasi yang identik untuk tiap produk. Berikut komponen testbed resmi Medcom.id

Hardware

  • Prosesor : Intel Core i7-8700K, AMD Ryzen 7 2700X
  • Motherboard : ASUS Z370-A Prime, MSI X470 Gaming Plus
  • RAM : Apacer Panther RAGE 2400 MHz (2x 8GB)
  • VGA : Colorful GTX 1070 X-Top-8G, ASUS ROG Strix RX Vega 64 8G
  • Pendingin : Noctua NH-U21S
  • Storage : Apacer Panther AS340 240GB, Seagate Barracuda 8TB
  • PSU : Corsair RM 850X
  • Monitor : ASUS PB287Q 4K, ASUS MZ27AQ
  • Mouse : Corsair Dark Core SE, Corsair Scimitar Pro
  • Mousepad : Corsair MM1000 Qi, Corsair MM800 Polaris
  • Keyboard : Corsair K63 Wireless, Corsair K70 RGB MK.2 SE
  • Headset : Corsair HS60, Corsair HS70

Software

Performa dan Baterai: PCMark 8, 3DMark, Crystal Disk Mark, CineBench R15 Gaming (PC): The Witcher 3: Wild Hunt, Ashes of Singularity - Escalation, Far Cry 5 Gaming (Mobile): PUBG Mobile

Kami juga menggunakan metode pengujian yang sama untuk semua gadget. Meski di pasar tersedia beragam perangkat lunak untuk benchmark, kami hanya memilih dua berdasarkan reputasi mereka yang diakui secara internasional, 3DMark dan PCMark 2.0.