Ilustrasi.
Ilustrasi.

Karyawan Amazon Keracunan Gegara Robot

Teknologi amazon robot
Ellavie Ichlasa Amalia • 07 Desember 2018 10:16
Jakarta:Sebuah robot Amazon membuka sekaleng pengusir beruang di gudang mereka di New Jersey, menyebabkan 24 karyawan harus dirawat di rumah sakit.
 
Seorang karyawan berada dalam keadaan kritis, sementara 30 lainnya harus diobati di tempat.
 
Gudang Amazon dengan luas 1,3 juta kaki ini terletak di Robbinsville, New Jersey dengan total pekerja lebih dari 3.000 orang. Menurut penyelidikan awal, kaleng pengusir beruang -- yang memiliki mekanisme layaknya penyemprot cabai -- jatuh dari lemari tempatnya disimpan.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Namun, juru bicara dari Robbinsville Township kemudian mengklarifikasi bahwa sebuah mesin menusuk kaleng pengusir beruang seberat 9 ons itu dan menyebabkan gas beracun di dalamnya tersebar keluar.
 
Menurut laporan Engadget, Amazon memang menjual berbagai jenis dari pengusir beruang di situs jual-beli online miliknya. Dalam sebuah pernyataan resmi, Amazon mengatakan bahwa semua pekerja mereka yang dirawat diperkirakan akan dapat keluar dari rumah sakit dalam waktu 24 jam.
 
"Keamanan dari para pekerja kami selalu menjadi prioritas kami dan penyelidikan tengah dilakukan," kata Amazon. "Kami ingin berterima kasih pada semua pekerja emergensi yang membantu mengatasi keadaan darurat ini."
 
Amazon menggunakan tangan robot Robo-Stow dan robot berbasis computer vision pada gudang mereka.
 
Para robot ini membantu para pekerja manusia melakukan berbagai tugas, mulai dari memindahkan barang-barang kecil dari satu bagian gudang ke bagian lain sampai mengeluarkan stok barang dari trailer.
 
Mereka juga mengadakan kompetisi untuk mencari robot yang bisa membantu mereka mengatasi masalah di pusat pengiriman barang mereka.
 
Selama ini, Amazon sering mendapatkan kritik terkait keadaan para pekerjanya. Menurut Dewan Nasional Keamanan dan Kesehatan Pekerja Amerika Serikat, Amazon merupakan salah satu tempat bekerj paling berbahaya untuk para pekerjanya.
 
Para ahli mengklaim bahwa robot industri yang bisa saling bekerja sama akan membuat lingkungan pekerjaan menjadi lebih aman karena mereka bisa mencegah berbagai masalah kesehatan pada para pekerja. Namun, sama seperti manusia, robot juga bisa membuat kesalahan. Dalam beberapa kasus, kesalahan itu bisa menyebabkan kematian.
 
Pada 2015, kecelakaan terkait robot di pabrik Volkswagen menyebabkan kematian seorang pria berumur 22 tahun.
 

(MMI)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif