Ilustrasi.
Ilustrasi.

Dua Mahasiswa Tipu Apple Pakai iPhone Palsu

Teknologi apple iphone
Ellavie Ichlasa Amalia • 05 April 2019 16:49
Jakarta:Dua mahasiswa Tiongkok yang berkuliah di Oregon diduga menipu Apple dengan menukarkan iPhone palsu dengan iPhone asli. Keduanya berhasil mendapatkan ratusan ribu dollar dan kini terancam dipenjara, lapor The Oregonian.
 
Pihak berwajib menyebutkan bahwa dua mahasiswa ini menggunakan skema penipuan yang memungkinkan mereka untuk menukar iPhone palsu dengan mengklaim ponsel itu rusak dan membawanya ke toko Apple untuk ditukar dengan ponsel baru.
 
Pada awal 2017, dua pria ini diduga telah menyelundupkan ribuan iPhone palsu ke Amerika Serikat dari Tiongkok. Mereka lalu membawa iPhone palsu itu ke Apple untuk diperbaiki atau diganti, dengan mengklaim bahwa ponsel itu tidak bisa menyala.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Sering, Apple memang mengganti iPhone asli itu dengan iPhone palsu. Secara keseluruhan, total iPhone yang Apple tukarkan adalah USD895.800.
 
Yangyang Zhou, yang telah menyelesaikan studinya di Oregon State University, diduga menjadi penyelundup iPhone palsu ke AS dan menyelundupkan iPhone asli ke Tiongkok.
 
Sementara rekannya Quan Jiang, yang merupakan mahasiswa teknik di Linn Benton Community College, merupakan teman sekamar Zhou. Dialah yang membawa iPhone palsu ke toko Apple atau menelepon customer service.
 
Setelah Apple menukar iPhone palsu dengan yang asli, yang kemudian akan dikirimkan ke Tiongkok dan dijual, ibu Jiang akan mendapatkan uang pembayaran. Sang ibu lalu akan mengirimkan uang itu ke akun yang digunakan oleh Jiang di AS.
 
Menurut dokumen resmi, baik Jiang dan Zhou mengklaim bahwa mereka tidak tahu bahwa iPhone yang mereka tukar adalah palsu. Namun, keduanya tetap ditangkap. Zhou, yang dituduh pada 2018, kini dimonitor dengan GPS. Zhou dituduh melakukan ekspor secara ilegal, sementara Jiang dituduh atas penjualan produk palsu dan penipuan.
 
Seorang agen Homeland Security menjelaskan, skema penipuan ini bisa berjalan lancar karena staf toko Apple tidak bisa memverifikasi keaslian iPhone yang hendak ditukar karena ponsel itu tidak bisa dinyalakan. Namun, Apple tetap harus mengganti iPhone itu dengan garansi. Dan ini bisa dilakukan karena Apple tidak meminta bukti pembelian.
 
Jiang diduga telah mengklaim garansi sebanyak 3.069 kali dan Apple mengganti iPhone yang dia klaim sebanyak 1.439 kali. Ketika itu, iPhone dihargai USD600 per ponsel. Diperkirakan, kerugian yang Apple alami mencapai hampir USD900 ribu.
 

(MMI)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

MAGHRIB 17:47
DOWNLOAD JADWAL

Untuk Jakarta dan sekitarnya

  • IMSAK04:25
  • SUBUH04:35
  • DZUHUR11:53
  • ASHAR15:14
  • ISYA19:00

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif