Jakarta: Apacer memperkenalkan GraTherX, sebuah solusi pendingin untuk mengatasi masalah panas berlebih pada modul memori DDR5. Produk ini dirancang khusus untuk sistem industri yang sering beroperasi tanpa kipas dan memiliki ruang terbatas, sehingga aliran udara tidak optimal.
Kehadiran GraTherX menjadi penting di tengah meningkatnya kebutuhan DDR5 untuk aplikasi berbasis kecerdasan buatan (AI) yang menuntut kinerja tinggi sekaligus menghasilkan kepadatan panas lebih besar.
Dalam pengujian internal, GraTherX terbukti mampu menurunkan suhu modul DDR5 hingga 23,4°C, jauh melampaui pendingin konvensional yang biasanya hanya menurunkan 3–5°C.
Teknologi ini mengandalkan struktur konduksi panas dua sisi yang memindahkan panas dari bagian belakang modul ke depan untuk meningkatkan efisiensi pelepasan panas. Selain itu, Apacer menggabungkan material tembaga dan grafena dalam desain multilayer untuk mempercepat penyebaran panas, serta menambahkan lapisan isolasi demi keamanan listrik.
Hasil validasi menunjukkan bahwa suhu modul dapat turun dari 82,7°C menjadi 59,3°C dalam kondisi konveksi alami. Perbedaan suhu antara sisi depan dan belakang juga berhasil ditekan hingga di bawah 0,8°C, menciptakan keseimbangan termal yang lebih baik. Menariknya, model keandalan memperkirakan masa pakai produk (MTBF) bisa meningkat hingga 2,7 kali lipat.
GraTherX akan segera diintegrasikan ke lini produk DDR5 industri Apacer, baik versi ECC maupun non-ECC. Target pengguna meliputi PC industri, sistem edge AI, smart surveillance, hingga komputasi kendaraan. Sampel produk dijadwalkan tersedia pada kuartal kedua tahun ini, dengan produksi massal menyusul setelahnya.
Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda
FOLLOW US
Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan