Fenomena ini menandai pergeseran signifikan dalam lanskap ancaman siber finansial, di mana penjahat kini beralih dari malware PC tradisional menuju pencurian kredensial dan eksploitasi data.
Menurut data Kaspersky, penyerang kini semakin mengandalkan rekayasa sosial dan pasar dark web untuk melancarkan aksinya. Meskipun malware perbankan pada PC mengalami penurunan karena pengguna lebih banyak beralih ke perangkat seluler, ancaman pada mobile banking justru melonjak hingga 1,5 kali lipat dibandingkan tahun sebelumnya.
Phishing finansial tetap menjadi ancaman utama. Halaman palsu yang meniru toko online mendominasi sebesar 48,5% pada tahun 2025, naik 10,3% dari tahun sebelumnya. Sementara itu, phishing yang menargetkan sektor perbankan turun menjadi 26,1%, yang menunjukkan bahwa sistem keamanan bank kini semakin sulit untuk dipalsukan, sehingga penipu mencari celah yang lebih mudah.
Secara regional, pola serangan sangat bervariasi. Di Timur Tengah, serangan terfokus pada e-commerce (85,8%), sedangkan di Afrika, phishing perbankan masih mendominasi sebesar 53,75%. Kawasan Asia Pasifik menunjukkan peningkatan deteksi infostealer yang sangat drastis, yakni mencapai 132%.
Data Kaspersky Digital Footprint Intelligence (DFI) menemukan bahwa kredensial dari satu juta akun di 100 bank terbesar dunia dibagikan secara bebas di dark web. India, Spanyol, dan Brasil menjadi negara dengan rata-rata akun diretas tertinggi per bank. Selain itu, 74% kartu pembayaran yang dicuri tetap valid hingga Mar 2026, memungkinkan penjahat menggunakan data tersebut dalam jangka waktu lama.
Polina Tretyak, analis dari Kaspersky DFI, menekankan bahwa ekosistem dark web membuat serangan siber semakin mudah dilakukan bahkan oleh penipu pemula. Untuk itu, pengguna individu sangat disarankan untuk:
1. Mengaktifkan otentikasi multifaktor (MFA).
2. Menggunakan kata sandi unik dan kuat melalui pengelola kata sandi.
3. Menghindari klik pada tautan mencurigakan dan selalu memverifikasi keaslian situs web sebelum memasukkan data finansial.
4. Menggunakan solusi keamanan andal seperti Kaspersky Premium untuk mendeteksi pola phishing secara real-time.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News