Ilustrasi.
Ilustrasi.

LIMS di Penyadapan Prabowo dan Pegasus: Bedanya Sistem Penyadapan Jaringan dan Spyware Ponsel

Cahyandaru Kuncorojati • 04 November 2026 08:43
Ringkasnya gini..
  • LIMS mengelola intersepsi komunikasi melalui jaringan, sedangkan Pegasus menyusup ke perangkat ponsel.
  • Citizen Lab menemukan bukti infeksi Pegasus pada iPhone jurnalis Ben Hubbard, termasuk serangan zero-click pada 2021.
  • Polri menyebut LIMS dalam dugaan penyadapan Prabowo dan belum menyatakan Pegasus digunakan.
Jakarta: LIMS dan Pegasus sama-sama dapat berkaitan dengan pengawasan komunikasi, tetapi cara kerjanya berbeda.

Lawful Interception Management System (LIMS) mengelola intersepsi melalui infrastruktur jaringan telekomunikasi. Pegasus adalah spyware yang dirancang untuk menyusup ke ponsel dan mengakses data di dalam perangkat.

Perbedaan itu relevan setelah Kabareskrim Polri Komjen Asep Safrudin menyebut dugaan penggunaan LIMS dalam kasus penyadapan Presiden Prabowo Subianto.

Menurut keterangan Polri, sejumlah nomor diduga dimasukkan ke server LIMS tanpa verifikasi dan disadap tanpa proses penegakan hukum. Polri tidak menyatakan Pegasus digunakan dalam perkara tersebut.
 

LIMS Mengelola Intersepsi di Jaringan

Dikutip dari halaman situs Standar European Telecommunications Standards Institute (ETSI), dijelaskan mekanisme lawful interception melalui pemisahan antara informasi terkait komunikasi dan isi komunikasi.

Intercept Related Information (IRI) dapat mencakup informasi persinyalan, waktu, dan data lain yang terkait layanan komunikasi. Sementara Content of Communication (CC) merujuk pada isi komunikasi yang diintersepsi. Penjelasan ini tercantum dalam standar ETSI TS 101 671. 

Dengan demikian, intersepsi jaringan tidak selalu berarti merekam percakapan. Data tentang hubungan komunikasi juga dapat termasuk dalam informasi yang diserahkan melalui mekanisme intersepsi. LIMS berperan mengelola proses tersebut, termasuk target dan hasilnya.

Istilah “lawful” merujuk pada kewenangan serta prosedur hukum yang mendasari penyadapan. Keberadaan sistem LIMS sendiri tidak membuktikan setiap penggunaan sistem itu sah. Dalam kasus yang diumumkan Polri, penyidik justru menduga prosesnya dilakukan tanpa verifikasi dan dasar penegakan hukum yang diwajibkan.
 

Pegasus Menyusup ke Perangkat

Pegasus bekerja dari sisi ponsel. Jika infeksi berhasil, spyware dapat mengakses informasi di perangkat, bergantung pada eksploit dan kemampuan yang digunakan.

Sumber dari Citizen Lab, laboratorium riset keamanan siber Universitas Toronto, mendokumentasikan kasus jurnalis The New York Times Ben Hubbard. Analisis forensik terhadap dua iPhone miliknya menemukan bukti infeksi Pegasus pada Juli 2020 dan Juni 2021.

Citizen Lab mengaitkan serangan pada 2021 dengan FORCEDENTRY, eksploit zero-click yang menyasar iMessage. Istilah zero-click berarti serangan dapat berlangsung tanpa korban mengeklik tautan atau membuka lampiran. Citizen Lab menyimpulkan, bahwa iPhone milik Hubbard berhasil diretas menggunakan spyware Pegasus milik NSO Group pada 13 Juni 2021.

Contoh tersebut menunjukkan mengapa spyware menjadi ancaman berbeda dari intersepsi jaringan. Pegasus menargetkan perangkat pengguna, sedangkan LIMS berhubungan dengan komunikasi yang melewati infrastruktur jaringan.

Penyelidikan dugaan Pegasus biasanya mencari jejak forensik pada ponsel, sementara pemeriksaan dugaan penyalahgunaan LIMS dapat menyoroti proses otorisasi, verifikasi target, dan log akses.
 

Temuan Internasional Bukan Bukti dalam Kasus Prabowo

Amnesty International Security Lab juga melaporkan temuan Pegasus pada ponsel Hatice Cengiz, tunangan jurnalis Jamal Khashoggi. Amnesty menyatakan spyware terpasang di ponselnya empat hari setelah Khashoggi dibunuh pada Oktober 2018. NSO Group membantah teknologinya berkaitan dengan pembunuhan tersebut. 

Kasus-kasus internasional itu memberi gambaran tentang kemampuan Pegasus dan cara peneliti menguji infeksi. Namun, keduanya tidak membuktikan spyware tersebut dipakai dalam perkara Prabowo. Berdasarkan keterangan yang disampaikan sejauh ini, Polri menyebut LIMS sebagai bagian dari dugaan penyadapan dan belum menyatakan adanya Pegasus.
 

Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda

(MMI)




TERKAIT

BERITA LAINNYA