Wakil Perdana Menteri sekaligus Menteri Energi, Perdagangan, dan Industri Singapura, Gan Kim Yong
Wakil Perdana Menteri sekaligus Menteri Energi, Perdagangan, dan Industri Singapura, Gan Kim Yong

SWITCH 2026 Mulai, Singapura Komit Investasi AI Rp2,7 Miliar

Mohamad Mamduh • 27 Oktober 2026 09:56
Ringkasnya gini..
  • Sejak 2016 yang dihadiri lebih dari 5.000 peserta, SWITCH telah berkembang pesat hingga menarik lebih dari 25.000 peserta dari 100 negara pada 2026.
  • Di sektor perdagangan grosir, AI dimanfaatkan untuk membantu pedagang membuat keputusan pengadaan dan manajemen inventaris yang lebih baik.
  • Pemanfaatan AI ini ditujukan agar pekerja dapat mengurangi waktu pada tugas rutin dan lebih berfokus pada pekerjaan yang mengandalkan keterampilan.
Jakarta: Wakil Perdana Menteri sekaligus Menteri Energi, Perdagangan, dan Industri Singapura, Gan Kim Yong, resmi membuka ajang Singapore Week of Innovation (SWITCH) 2026 dengan mengumumkan serangkaian inisiatif strategis kecerdasan buatan (AI). Acara tiga hari ini, 26-29 Oktober 2026 mempertemukan peneliti, wirausahawan, investor, dan perusahaan pencari solusi inovatif.

Sejak edisi perdananya pada 2016 yang dihadiri lebih dari 5.000 peserta, SWITCH telah berkembang pesat hingga menarik lebih dari 25.000 peserta dari 100 negara pada 2026. Tahun ini juga menandai perayaan sepuluh tahun Slingshot sebagai landasan peluncuran global bagi usaha rintisan potensial dunia untuk menampilkan teknologi terobosan di Singapura.

Dalam pidato pembukaannya, Gan Kim Yong menegaskan bahwa AI menjadi fokus sentral SWITCH 2026 guna membangun perekonomian yang lebih inovatif, kompetitif, dan inklusif bagi industri, perusahaan, serta pekerja.

Langkah ini menindaklanjuti pengumuman Perdana Menteri Lawrence Wong sebelumnya pada tahun ini mengenai empat inisiatif AI sektoral di bidang manufaktur maju, keuangan, kesehatan, dan konektivitas untuk mengatasi berbagai tantangan industri yang penting.

Pada sektor manufaktur maju, pemerintah meresmikan Materials Accelerator for Research and Venture Enterprise Launch Pad (MARVEL-AI) dengan investasi pemerintah sebesar USD150 juta. Program yang dipimpin oleh ASTAR ini didukung oleh Kementerian Energi, Perdagangan, dan Industri, Enterprise Singapore, Economic Development Board (EDB), serta National Research Foundation (NRF).

Mengacu pada potensi proyek seperti Project Genome milik Google dan MetaGen milik Microsoft, MARVEL-AI hadir menjawab tantangan agar temuan material baru dapat disintesis, divalidasi, dan diproduksi dalam skala komersial. MARVEL-AI menggabungkan model AI tingkat lanjut dengan teknologi laboratorium mandiri untuk merancang eksperimen serta menguji material baru secara cepat bagi aplikasi semikonduktor, energi, dan bahan kimia. Platform ini turut menghubungkan peneliti dengan perusahaan, termasuk usaha rintisan dan usaha kecil dan menengah (UKM), sekaligus mengembangkan talenta di bidang ilmu material, AI, dan otomasi.

Di tingkat korporasi, perusahaan didorong mengintegrasikan AI ke seluruh operasional dan proses bisnis, melampaui sekadar proyek uji coba. Setelah penjajakan enam bulan, Enterprise Singapore meluncurkan program unggulan nasional Champions of AI bersama kohort pertama yang terdiri atas 24 perusahaan lintas sektor berbasis di Singapura.

Program ini membantu perusahaan menyusun peta jalan transformasi AI jangka panjang secara menyeluruh serta menyediakan akses ke keahlian dan penyedia solusi AI terkurasi di seluruh rantai pasok. Organisasi dalam kohort pertama yang ditampilkan pada acara tersebut mencakup Advanced MedTech, AEM, Reptar Group, Catalan, Sentis, Compact Del Rojo, DBS, DP Architects, FedPrize Group, Keppel, dan Lundai Wildlife Group. Perusahaan-perusahaan ini juga berkomitmen membagikan pengalaman mereka guna mendukung pemasok yang lebih kecil dalam ekosistem bisnis mereka.

Bagi kalangan UKM, pemerintah menghadirkan solusi AI katalis untuk mengatasi tantangan bersama di tingkat industri. Pada sektor logistik, Enterprise Singapore memfasilitasi akses sumber data baru bagi penyedia sistem manajemen transportasi untuk melatih mesin AI dalam mengalokasikan armada dan mengoptimalkan stasiun kerja.

Di sektor perdagangan grosir, AI dimanfaatkan untuk membantu pedagang membuat keputusan pengadaan dan manajemen inventaris yang lebih baik sekaligus memperkuat ketahanan pangan Singapura. Selain itu, lokakarya AI katalitik dari Enterprise Singapore telah melatih hampir 300 usaha mikro dan kecil membangun prototipe kerja sesuai kebutuhan bisnis mereka. Platform SME Go Digital juga diperluas dengan lebih dari 100 perangkat AI dan penyusun paket solusi terkurasi, sementara Enterprise SG dan IMBA bersama asosiasi perdagangan tengah menguji saluran dukungan baru yang akan diumumkan awal tahun depan.

Kim menutup dengan menekankan keterlibatan pekerja sejak awal melalui penciptaan lapangan kerja, penataan ulang peran, dan peningkatan kapabilitas. Penataan ulang pekerjaan serta pelatihan staf harus berjalan paralel dengan perubahan proses bisnis, bukan baru dilakukan di akhir proyek.

Pemanfaatan AI ini ditujukan agar pekerja dapat mengurangi waktu pada tugas rutin dan lebih berfokus pada pekerjaan yang mengandalkan keterampilan, kreativitas, serta keahlian mereka.

Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda

(MMI)




TERKAIT

BERITA LAINNYA