Insiden ini diungkap melalui unggahan di media sosial oleh akun X bernama @lanevychs, yang diketahui merupakan mantan fotografer film sebelum bergabung dengan militer Ukraina.
Dalam unggahannya, ia membagikan dua foto yang memperlihatkan kondisi MacBook Air M1 miliknya setelah terkena pecahan proyektil.
Dari gambar yang dibagikan, terlihat lubang besar menembus layar dan bagian bawah laptop. Kedua sisi perangkat tersebut tampak menyerap dampak benturan, yang dalam kondisi normal bisa berakibat fatal jika langsung mengenai tubuh.
Menariknya, meski mengalami kerusakan fisik yang parah dan dipastikan memerlukan penggantian layar secara menyeluruh, MacBook Air M1 tersebut masih menunjukkan tanda-tanda berfungsi.
Dalam sebuah video lanjutan, layar laptop yang rusak itu masih dapat digunakan untuk melakukan interaksi dasar, seperti menggulirkan tampilan ke atas dan ke bawah.
Який рівень балістичного захисту у MacBook Air на M1?
— Лаꑭевич (@lanevychs) January 1, 2026
Бо цей витримав уламок від стволки ???? pic.twitter.com/IWofyq1H9w
Konstruksi unibody aluminium yang digunakan Apple pada lini MacBook disebut menjadi faktor utama di balik ketahanan perangkat tersebut. Desain yang dibuat dari satu blok aluminium tidak hanya berkontribusi pada daya tahan jangka panjang, tetapi dalam kasus ini juga berperan sebagai pelindung fisik dalam situasi ekstrem.
Insiden ini menambah daftar kejadian serupa yang melibatkan MacBook. Sebelumnya, dilaporkan pula kasus di Fort Lauderdale, Amerika Serikat, di mana sebuah MacBook Pro mampu menahan tembakan peluru kaliber 9 mm dan menyelamatkan pemiliknya dari cedera fatal.
Tak hanya itu, terdapat pula laporan lain yang menunjukkan ketahanan lini MacBook ketika terlindas kendaraan, dengan kerusakan yang relatif minimal. Hal ini kembali menegaskan reputasi MacBook sebagai perangkat dengan konstruksi fisik yang solid, meski sering dianggap rentan karena desainnya yang tipis.
Dalam konteks industri, hanya sedikit produsen laptop yang mengusung pendekatan serupa dengan rangka unibody aluminium. Salah satu yang kerap disebut sebagai pembanding adalah Razer, meski pengguna di berbagai forum kerap melaporkan tantangan terkait stabilitas perangkat keras dan perangkat lunak pada laptop merek tersebut.
Meski bukan dirancang sebagai perangkat pelindung, kejadian yang menimpa MacBook Air M1 ini menjadi bukti tak terduga bagaimana desain dan material sebuah laptop konsumen dapat memberikan dampak nyata dalam situasi ekstrem.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News