Penjelasan tersebut sekaligus mengakhiri spekulasi bahwa Samsung sengaja membatasi pengujian performa perangkat terbarunya. Kontroversi bermula ketika beberapa pengulas mencoba memasang aplikasi benchmark melalui Google Play Store maupun metode sideload dari toko aplikasi pihak ketiga.
Namun, seluruh upaya tersebut gagal dilakukan pada unit yang mereka terima sebelum peluncuran resmi perangkat. Mengutip Phone Arena, kondisi tersebut memunculkan berbagai dugaan di kalangan pengamat teknologi mengenai alasan Samsung membatasi akses terhadap aplikasi benchmark.
Samsung kemudian memberikan klarifikasi bahwa pembatasan tersebut hanya berlaku untuk perangkat pratinjau yang dipinjamkan kepada media dan influencer. Perusahaan menegaskan bahwa langkah tersebut diterapkan sebagai bagian dari kebijakan untuk mencegah software yang belum final menghasilkan data performa yang berpotensi menyesatkan publik.
Pembatasan Hanya Berlaku pada Unit Pratinjau
Menurut Samsung, unit yang didistribusikan kepada media sebelum peluncuran masih menggunakan software pra-rilis yang belum sepenuhnya final. Oleh karena itu, Samsung membatasi pemasangan aplikasi benchmark agar hasil pengujian yang muncul tidak disalahartikan sebagai representasi performa produk yang akan dijual kepada konsumen.Samsung menambahkan bahwa perangkat yang tersedia untuk konsumen nantinya tidak akan memiliki pembatasan tersebut. Setelah software final tersedia, pengguna dapat mengunduh dan menjalankan aplikasi benchmark seperti biasa melalui Google Play Store maupun sumber lain yang didukung sistem operasi Android.
Penjelasan ini sekaligus membedakan kondisi tersebut dari praktik pembatasan benchmark yang pernah menjadi sorotan di industri smartphone beberapa tahun lalu. Dalam kasus Galaxy Z Fold 8 Series, Samsung menegaskan bahwa pembatasan bukan dilakukan untuk memengaruhi hasil pengujian performa.
Samsung menegaskan bahwa pembatasan ini ditujukan untuk menghindari munculnya skor benchmark dari software yang belum final.
Benchmark Resmi Tunjukkan Performa Snapdragon Terbaru
Setelah software final tersedia, sejumlah media mulai mempublikasikan hasil benchmark Galaxy Z Fold 8 Series. Pengujian menunjukkan bahwa Galaxy Z Fold 8 Ultra menjadi model dengan performa tertinggi di jajaran foldable terbaru Samsung.Sementara itu, Galaxy Z Fold 8 dan Galaxy Z Flip 8 juga mencatatkan peningkatan performa signifikan berkat penggunaan chipset Snapdragon 8 Elite Gen 5. Dalam pengujian Geekbench maupun 3DMark yang dilakukan media independen, Galaxy Z Fold 8 Ultra memimpin skor CPU dan GPU dibandingkan dengan dua model lainnya.
Hasil tersebut memperlihatkan peningkatan kemampuan pemrosesan untuk kebutuhan multitasking, gaming, hingga komputasi berbasis AI pada perangkat foldable terbaru Samsung. Klarifikasi Samsung juga mendapat perhatian karena transparansi mengenai status software pada unit review menjadi faktor penting dalam proses pengujian produk teknologi.
Dengan memastikan bahwa perangkat komersial dapat menjalankan aplikasi benchmark tanpa pembatasan, Samsung berupaya meredam kekhawatiran mengenai kredibilitas hasil pengujian performa perangkatnya.
Kontroversi tersebut pun berakhir setelah Samsung menjelaskan bahwa pembatasan hanya bersifat sementara dan eksklusif untuk unit pratinjau. Pengguna yang membeli Galaxy Z Fold 8, Galaxy Z Fold 8 Ultra, maupun Galaxy Z Flip 8 nantinya tetap dapat melakukan pengujian performa menggunakan aplikasi benchmark sesuai kebutuhan mereka.
Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda