2019, Ancaman Siber Bidik IoT dan Mobile
Ilustrasi
Jakarta: Menurut Targeted Threat Predictions for 2019, tahun mendatang akan terlihat ancaman siber Advanced Persistent Threat (APT) terbagi menjadi dua kelompok.

Kelompok pertama adalah para pendatang baru yang belum berpengalaman dan ingin berperan dalam permainan, sementara kelompok kedua merupakan para pelaku lama dengan kelengkapan sumber daya.

Kelompok terakhir menimbulkan tantangan besar bagi bisnis, karena para pelaku ancaman berpengalaman ini mengeksplorasi teknik-teknik baru yang canggih dan akan jauh lebih sulit untuk ditemukan dan dikenali.


Prediksi tahunan ini disusun oleh tim peneliti Kaspersky Lab, berdasarkan keahlian dan wawasan mereka yang diperoleh dari tahun-tahun sebelumnya dan prediksi ancaman yang ditargetkan disiapkan oleh Tim Global Research and Analysis.

Serangkaian pengetahuan mengenai prediksi ancaman industri dan teknologi akan membantu sektor-sektor yang saling terhubung dalam memahami dan mempersiapkan tantangan keamanan yang mungkin dihadapi dalam 12 bulan mendatang.

Sementara industri cyber security secara konsisten menemukan operasi canggih yang disponsori oleh pemerintah, para pelaku ancaman akan  berada di bawah radar untuk menghindari publisitas dan kemungkinan untuk ditemukan.

Dengan kelengkapan sumber daya, mereka dapat melakukan diversifikasi cara dan alat sehingga membuat deteksi dan atribusi menjadi sangat sulit.

Salah satu skenario yang paling mungkin adalah pendekatan baru ini akan mengarah pada penyebaran ancaman yang khusus menyerang titik inti perusahaan atau organisasi, perangkat keras jaringan mereka.

Strategi baru ini memungkinkan para pelaku ancaman memfokuskan kegiatan mereka pada pendistribusian botnet yang tidak terlacak atau untuk melakukan serangan-serangan.
 
Serangan rantai pasokan juga masih ada. Ini adalah salah satu serangan yang paling mengkhawatirkan dan telah berhasil dieksploitasi selama dua tahun terakhir. Pada tahun 2019, serangan ini akan terus menjadi sarana infeksi yang efektif.

Banyak pelaku ancaman memiliki komponen mobile dalam kampanye yang dijalankannya, untuk memperluas daftar calon korban. Meskipun tidak akan ada wabah besar pada mobile malware yang ditargetkan, kita akan melihat aktivitas berkelanjutan dan teknik baru para penyerang tingkat lanjut untuk mendapatkan akses ke perangkat korban.

Botnet IoT akan terus tumbuh dengan kecepatan tinggi. Ini menjadi peringatan yang berulang dari tahun ke tahun, dan seharusnya tidak pernah diremehkan. Seiring dengan botnet IoT yang bertumbuh semakin kuat, mereka bisa sangat berbahaya di tangan yang salah.

Spear-phishing akan menjadi ancaman penting dalam waktu dekat. Kini siapa saja dapat memperoleh data yang dibajak dari berbagai serangan pada raksasa media sosial seperti Facebook, Instagram, dan LinkedIn atau Twitter di pasar.

Kebocoran data berskala besar baru-baru ini dari berbagai media sosial dapat membantu penyerang meningkatkan keberhasilan metode infeksi ini.

“Di tahun 2018, para pelaku ancaman telah mengarah pada paradigma baru. Kesadaran publik telah tumbuh dan penyelidikan yang dilakukan oleh para ahli telah menyoroti operasi besar di dunia maya sampai menjadi topik berita pada setiap halaman depan pemberitaan di seluruh dunia," kata Vicente Diaz, peneliti keamanan di Kaspersky Lab.

"Hal ini akan mendorong perubahan dalam lanskap siber, mengingat para pelaku ancaman canggih akan terus menyerang dalam kesunyian untuk mencapai keberhasilan yang maksimal.” 



(MMI)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id

Bagaimana Kami Menguji

Kami menguji produk dengan subjektif karena mengutamakan pengalaman penggunaan. Meski demikian, kesimpulan yang kami ambil juga didasari sejumlah data dari perangkat lunak tertentu yang kami gunakan untuk melihat kinerja produk.

Khusus untuk menguji perangkat keras dan perangkat lunak komputer, kami menggunakan konfigurasi yang identik untuk tiap produk. Berikut komponen testbed resmi Medcom.id

Hardware

  • Prosesor : Intel Core i7-8700K, AMD Ryzen 7 2700X
  • Motherboard : ASUS Z370-A Prime, MSI X470 Gaming Plus
  • RAM : Apacer Panther RAGE 2400 MHz (2x 8GB)
  • VGA : Colorful GTX 1070 X-Top-8G, ASUS ROG Strix RX Vega 64 8G
  • Pendingin : Noctua NH-U21S
  • Storage : Apacer Panther AS340 240GB, Seagate Barracuda 8TB
  • PSU : Corsair RM 850X
  • Monitor : ASUS PB287Q 4K, ASUS MZ27AQ
  • Mouse : Corsair Dark Core SE, Corsair Scimitar Pro
  • Mousepad : Corsair MM1000 Qi, Corsair MM800 Polaris
  • Keyboard : Corsair K63 Wireless, Corsair K70 RGB MK.2 SE
  • Headset : Corsair HS60, Corsair HS70

Software

Performa dan Baterai: PCMark 8, 3DMark, Crystal Disk Mark, CineBench R15 Gaming (PC): The Witcher 3: Wild Hunt, Ashes of Singularity - Escalation, Far Cry 5 Gaming (Mobile): PUBG Mobile

Kami juga menggunakan metode pengujian yang sama untuk semua gadget. Meski di pasar tersedia beragam perangkat lunak untuk benchmark, kami hanya memilih dua berdasarkan reputasi mereka yang diakui secara internasional, 3DMark dan PCMark 2.0.